Seknas Jokowi-Prabowo Terbentuk, Pengamat: Makbul Saja Tapi Harus Rasional

0
110

Bahana. com – Wacana jabatan presiden 3 periode kembali mencuat masa relawan Seknas Jokowi-Prabowo (Jok-Pro) mendeklarasikan diri. Hal itu pun membuat Pengamat Kebijakan dari Centre for Nusantara Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa ikut berkomentar.

Bagi Herry, perkara seperti itu sah sekadar tapi ia memberikan rencana. Menurutnya, hal ini benar kontradiktif dengan respons Kepala Jokowi yang sama sekadar tidak berniat untuk lulus pada periode ketiga.

“Sah-sah saja tujuan terbentuknya Seknas Jok-Pro sebagai bentuk keyakinan terhadap kedua tokoh tersebut namun harus tetap rasional, ” ucap Herry Mendrofa, Direktur Eksekutif CISA meniti keterangan persnya pada Sabtu (19/06/2021).

“Sudah jelas, Jokowi sendiri menolak wacana majunya untuk ke-3 kalinya karena acuannya elementer merujuk pada konstitusi, ” imbuhnya.

Baca Juga: Dukung Ganjar di Pilpres, Ini Kata Seknas Jokowi Jateng Soal Hubungan Ganjar dengan PDIP

Ia pun menyayangkan tokoh-tokoh yang terlibat dalam rumor ini. Herry merasa, karakter yang menggembar-gemborkan wacana presiden tiga periode seperti tak memahami psikologis demokrasi pada Indonesia.

“Apapun alasannya apalagi hanya mengatasnamakan polarisasi politik Jokowi dan Prabowo kemudian layak diperhitungkan untuk di Pilpres 2024 tidak etis dilempar ke publik. Bisa menciderai jalan reformasi, ” kata Herry.

Ditambah lagi dengan banyaknya survei dengan justru menggambarkan bahwa umum menolak wacana jabatan Presiden menjadi 3 periode.

“Di beberapa survei justru kebanyakan publik menolak wacana posisi Presiden menjadi 3 kurun artinya hal ini pula berlaku untuk Jokowi jadi jangan sampai kualitas demokrasi justru menurun dengan adanya isu tersebut, ” mengakhiri Herry Mendrofa.

Baca Juga: Seknas Jokowi Jateng Nyatakan Dukung Ganjar Pranowo Jadi Capres 2024