Novel Baswedan Laporkan Pelanggaran Ideal Lili Pintauli Siregar ke Dewas KPK

0
15

Suara. com awut-awutan Dua orang penyidik KPK Novel Baswedan dan Rizka Anungnata dan mantan Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar Komisi & Instansi (PJKAKI) Sujanarko mengadukan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar kepada Lembaga Pengawas atas dugaan pengingkaran etik.

“Laporan ini disampaikan pada Senin, 8 Juni 2021 terpaut dua dugaan pelanggaran etos yang dilaporkan oleh 3 pelapor, ” kata Sujanarko melalui keterangan tertulis dengan diterima di Jakarta, Rabu (9/6/2021).

Pertama, dugaan Lili Pintauli Siregar menghubungi dan menginformasikan perkembangan penanganan kasus Wali Kota Tanjungbalai, Syahrial.

Atas perkiraan perbuatan tersebut, Lili diduga melanggar prinsip Integritas yakni pada Pasal 4 ayat (2) huruf a, Susunan Dewan Pengawas KPK MENODAI Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Penegakan Kode Nilai dan Pedoman Perilaku KPK.

Baca Juga: Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar Dilaporkan ke Dewas, Diduga Langgar Etik

Aturan tersebut bersuara “Insan KPK dilarang melakukan hubungan langsung atau tidak langsung dengan tersangka, tersangka, terpidana, atau pihak asing yang ada hubungan dengan perkara tindak pidana korupsi yang diketahui perkaranya sedang ditangani oleh Komisi kecuali dalam rangka pelaksanaan suruhan dan sepengetahuan Pimpinan ataupun atasan langsung”.

Kedua, dugaan Lili memakai posisinya sebagai Pimpinan KPK, untuk menekan Wali Kota Tanjungbalai Syahrial untuk kesibukan penyelesaian kepegawaian adik iparnya Ruri Prihatini Lubis di Perusahaan Daerah Air Menelan Tirta Kualo Tanjungbalai.

Atas dugaan tanduk tersebut, LPS diduga menyalahi prinsip Integritas yaitu di dalam Pasal 4 ayat (2) huruf b, Peraturan Mahkamah Pengawas KPK RI Nomor 2 Tahun 2020 Mengenai Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK.

Kebijakan itu mengatur “Insan KPK dilarang menyalahgunakan jabatan dan/atau kewenangan yang dimiliki tercatat menyalahgunakan pengaruh sebagai Pribadi Komisi baik dalam pengamalan tugas, maupun kepentingan pribadi”

“Kejadian seperti ini membuat KPK betul terpuruk dan sangat tak lagi dipercayai publik, ” ujar Sujanarko.

Membaca Juga: Curhat Novel Baswedan Dkk maka Kini Belum Diberitahu Hasil TWK

Untuk dua dugaan tersebut, pemeriksa Rizka Anungnata menyatakan kesediaannya sebagai saksi karena memiliki banyak informasi terkait secara dugaan pelanggaran tersebut.