Kiai hingga Staf SMKN 53 Kecipratan Duit Korupsi Dana Bos dari Kepsek, Endingnya Begini

0
25

Suara. com – Sejumlah guru pada SMKN 53 mengembalikan kekayaan ratusan juta kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Barat. Itu baru mengetahui ternyata uang yang diterima adalah hasil korupsi.

Besar Seksi Intelijen Kejari Jakarta Barat Edwin Beslar mengutarakan uang tersebut berkaitan dengan korupsi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Biaya Operasional Pendidikan (BOP) di SMKN 53 Jakarta Barat, senilai Rp7, 8 miliar lantaran dana tahun anggaran 2018.

Uang yang dikembalikan berawal dari para guru, pekerja, hingga tenaga KKI SMKN 53. Mereka turut menerima uang hasil korupsi itu dari W mantan Kepala Sekolah SMKN 53 dengan sudah menjadi tersangka.

“Rp206. 825. 000 yang diterima dari para-para guru, tenaga KKI dan staf SMKN 53 Cengkareng, ” ujar Edwin zaman dikonfirmasi Perkataan. com , Kamis (3/6/2021).

Mengucapkan Juga: Sudah Mengajar, Guru PAUD TK di OKU Disiram Tirta Keras

Besar Kejaksaan Negeri Jakarta Barat (Kajari Jakbar) Dwi Agus Arfianto mengatakan parah kiai dan staf itu tidak mengetahui kalau uang dengan diterima adalah hasil korupsi. Mereka diberitahu uang tersebut adalah insentif atas pekerjaan mereka.

Pengembalian dilakukan dalam waktu besar hari, yakni Kamis 27 Mei dan Rabu 31 Mei 2021.

“Jadi rekan guru, rekan-rekan KKI dan staf kiai tidak mengetahui dari mana sumbernya. karena saudara W berinisiatif sendiri menambahkan motivasi bagi rekan-rekan guru, KKI dan tenaga staf, ” jelasnya.

Kendati demikian, Dwi menyebut para guru serta staf yang menerima kekayaan tersebut tidak akan dipidana. Sebab mereka tidak keahlian asal sumber uang itu.

“Mereka jadi penerima tidak tahu asal sumber dananya mereka berfikir itu legal ternyata bermula dari sumber yang tidak legal makanya mereka kemarin inisiatif mengembalikan, ” tuturnya.

Baca Juga: Klaim Vaksinasi Tutor Hampir Rampung, Begini Rancangan Pembelajaran tatap Muka dalam Tangerang

Dengan pengembalian uang ini, Kejari disebutnya semakin yakin ada penyalahgunaan uang dana PEMBESAR yang dilakukan para simpulan.