Vaksin AstraZeneca Disetop, Wagub DKI: Kita Ikut Keputusan Pemerintah Pusat

0
77

Suara. com – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan pihaknya akan meninggalkan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca. Langkah tersebut diputuskan menyusul keputusan dari pemerintah pusat.

Pembagian Vaksin AstraZeneca batch (kumpulan produksi) CTMAV547 yang ada dalam Jakarta juga akan disetop. Terlebih lagi, satu awak ibu kota bernama Trio Fauqi Firdaus (22) wafat karena disuntik vaksin itu

“Sampai hari ini kita terus mengikuti regulasi dengan ada, ” ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (17/5/2021).

Riza menjelaskan, pihaknya di pemerintah daerah cuma menjalankan kebijakan vaksinasi dari pemerintah pusat. Pemda DKI tak memiliki wewenang buat membuat kebijakan sendiri dalam penggunaan vaksin.

Baca Juga: Setop Sementara AstraZeneca, Pemerintah Diminta Cepat Lakukan Pengujian

“Kami pemerintah daerah mengikuti pedoman dan kebijakan, keputusan sejak pemerintah pusat, ” jelasnya.

Politisi Gerindra ini akan mengikuti hasil uji klinis yang dikerjakan oleh Pemerintah Pusat Institusi Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan organisasi kesehatan tubuh dunia atau (WHO). Sementara pihaknya hanya melakukan pembagian vaksin tersebut kepada warga.

“Ya semua kembali kepada keputusan negeri pusat, tugas kami cuma menyiapkan faskes, pelaksana dari pada penyuntikan, penyiapkan tumpuan dan prasarana pendukung lainnya, ” pungkasnya.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan memberhentikan tatkala penggunaan vaksin AstraZeneca batch CTMAV547 untuk pengujian sterilitas dan toksisitas oleh Lembaga Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Pengujian dilakukan setelah seorang pemuda berusia 22 tahun, Trio Fauqi Firdaus, meninggal negeri sehari setelah menerima vaksin Covid-19 batch tersebut.

Baca Juga: Vaksin AstraZeneca 97 Tip Efektif Lawan Varian Virus Corona India

“Komnas KIPI telah merekomendasikan BPOM untuk melakukan uji sterilitas dan toksisitas kepada Kelompok tersebut dikarenakan tak cukup data untuk menancapkan diagnosis penyebab dan suku dari KIPI yang dimaksud, ” kata juru cakap Vaksinasi Covid-19 Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmidzi dikutip dari situs resmi Departemen Kesehatan, Minggu (16/5/2021).