Usul Setop Testing Covid Pelaku Perjalanan, Pandu Riono: Cuma jadi Bancakan

0
94

Suara. com – Epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono menilai testing Covid-19 sebagai syarat perjalanan sebaiknya tidak perlu dilakukan karena berpotensi disalahgunakan dan dikorupsi seperti kasus petugas Kimia Farma di Bandara Kualanamu, Sumatra Utara.

Pandu mengatakan testing Covid-19 tuk antisipasi penularan di transportasi umum menjadi tidak berguna karena ada celah penyalahgunaan yang terungkap beberapa hari terakhir di Indonesia.

“Setop semua screening process pada pelaku perjalanan dalam negeri, hanya jadi bancakan dari pejabat sampai petugas lapangan. Dari tes antibodi, tes antigen dan tentunya GeNose nineteen. Hanya ada satu panduan, setop verification , fokus 3M, inch kata Pandu saat dihubungi Suara. possuindo, Jumat (30/4/2021).

Dia menyebut hasil tes negatif tuk syarat perjalanan juga sering membuat orang menjadi terlalu euforia merasa dirinya aman sehingga lupa akan protokol kesehatan.

Baca Juga: Kimia Farma Pecat Petugas Layanan Rapid Test Antigen Bekas

Sehingga, Pandu menegaskan bahwa yg terpenting adalah kewajiban pemerintah melakukan testing, tracing, lalu treatment serta kewajiban masyarakat untuk memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan yang diperkuat.

Polisi amankan alat rapid test di Bandara Kualanamu (Batamnews)

“Kalau menurut saya kalau begini terus ya sebenarnya tidak usah dipakai saja, ya sudah yang penting 3M, tersebut harus diawasi, dan yg penting treatmentnya, kalau perjalanan dari luar negeri saja pakai tes, ” ucapnya.

Menurut Pandu, kewajiban melampirkan testing corona sebagai syarat perjalanan bukan membuat mobilitas berkurang, sebab orang masih terjangkau tuk membayar.

“Mereka kalau ingin pergi ya pergi tertentu, orang mereka bayar kok, akhirnya baik petugas ada yang cari duit serta masyarakat juga yang penting berangkat, seakan tes menjadi pembenaran, ” tutur Pandu.

Sebelumnya, Polda Sumut menggerebek layanan tes COVID-19 di Bandara Kualanamu yang diduga menggunakan alat rapid test antigen bekas, lima orang diamankan.

Baca Juga: Karyawan Jadi Tersangka, Dirut Kimia Farma Diagnostik Enggan Minta Maaf

Lima orang tersebut masing-masing berinisial RN, AD, FROM, EK, dan EL, kelimanya merupakan oknum karyawan PT Kimia Farma Tbk.