Banjir Bandang Landa Flores Timur, 5 Orang Tewas, Puluhan Rumah Tertimbun

0
82

Suara.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur melaporkan sejauh ini lima orang dinyatakan meninggal dunia akibat banjir bandang pada Minggu (4/4/2021), pukul 01.00 dini hari waktu setempat.

Lima korban meninggal dunia tersebut berasal dari Desa Lamanele, BPBD masih mendata di lapangan terkait korban meninggal dunia maupun luka-luka.

“Data sementara di Desa Lamanele disebutkan oleh BPBD, sebanyak lima orang meninggal, lima lainnya menderita luka-luka dan sembilan KK atau 20 jiwa terdampak,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati melalui keterangannya, Minggu (4/4/2021).

Sedangkan di Desa Waiburak, sebanyak empat orang mengalami luka-luka. Mereka sudah dirawat di puskesmas setempat.

Baca Juga: Longsor di Flores Timur, 10 Warga Meninggal-Puluhan Orang Hilang

Pantauan BPBD Kabupaten Flores Timur, puluhan rumah warga tertimbun lumpur di Desa Lamanele. Ada juga rumah warga yang hanyut terbawa banjir.

Di samping itu, jembatan putus di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur.

Petugas di lapangan juga masih melakukan penanganan darurat pascainsiden yang terjadi pada dini hari tersebut.

Wilayah terdampak banjir bandang ini di dua desa, yaitu Desa Lamanele di Kecamatan Ile Boleng dan Desa Waiburak di Kecamatan Adonara Timur. Wilayah terdampak berada di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pihak pemerintah daerah telah melakukan rapat terbatas antara Bupati, TNI, Polri dan instansi terkait. Salah satunya dengan pembentukan posko penanganan darurat.

Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Kabupaten Sigi Sulteng

Kendala di lapangan yang diidentifikasi petugas BPBD yaitu akses satu-satunya adalah penyeberangan laut ke Pulau Adonara. Sedangkan hujan, angin dan gelombang yang tinggi mengakibatkan pelayaran tidak diperbolehkan oleh otoritas setempat.

BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Flores Timur dan memantau penanganan darurat. Apabila dibutuhkan mobilisasi bantuan, BNPB telah siap dengan pengerahan sumber daya.

Sementara itu, BMKG memprakirakan terdapat potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat-sangat lebat, angin kencang dan gelombang tinggi dalam periode sepekan ke depan di sebagian wilayah Indonesia.

Dalam sepekan kedepan potensi hujan sedang – lebat diprediksi terjadi di wilayah, antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku dan Papua.

Sedangkan potensi hujan sangat lebat diprediksi terjadi di wilayah Sulawesi Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat dan NTT.

Potensi angin kencang diprediksi terjadi di wilayah Lampung, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, NTT dan Sulawesi Selatan.