Mabes Polri Diserang, Jokowi Menimbulkan Masyarakat Tenang dan Waspada

0
375

Bahana. com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat untuk tentu tenang menyusul serangan teror di Mabes Polri, pada Rabu (31/3/2021) petang.

Jokowi berharap seluruh tetap bersatu untuk melawan terorisme.

“Terkait dengan terjadinya terorisme kemarin sore di Mabes Polri Saya menimbulkan kepada seluruh masyarakat di seluruh tanah air supaya semuanya tetap tenang akan tetapi juga waspada dan menjaga persatuan dan kita segenap bersatu melawan terorisme, ” ujar Jokowi saat pendahuluan peresmian Tol Serpong-Cinere ruas Serpong-Pamulang dan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran, Kamis (1/4/2021).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku telah memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala BIN Budi Gunawan untuk meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga: Perang Lawan Teroris, Jokowi ke Polri, TNI dan BIN: Waspada!

“Saya juga telah memerintahkan kepada Kapolri, Panglima TNI dan kepala BIN buat meningkatkan kewaspadaan, ” cakap dia.

Tidak hanya itu, Kepala Negara menegaskan tak ada wadah bagi teroris di Nusantara.

“Saya tegaskan sekali lagi, tidak tersedia tempat bagi terorisme di tanah, ” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Gedung Mabes Polri, Jakarta, langsung dijaga cermat aparat bersenjata lengkap pasca diserang oleh seorang pelaku teroris diduga wanita, Jumat (31/3/2021) petang tadi.

Kondisi siaga satu pun diberlakukan setelah mulia terduga teroris berjenis kelamin wanita dikabarkan tewas tertembak di dalam Mabes Polri.

Baca Juga: Sekjen PSI: Sungguh, Kita Sangat Butuh Anak Muda yang Berani Tumbuh

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan Zakiah Aini (25), perempuan terduga teroris yang mati saat menyerbu Mabes Polri berstatus mantan mahasiswi di sebuah perguruan tinggi preman di Depok, Jawa Barat.

Kata Listyo Sigit Prabowo, saat menempuh semester lima, Zakiah diberhentikan alias drop out (DO) oleh pihak kampus.