Tanggungan DPO MIT Poso Tak Diizinkan Pindahkan Makam, Penjaga: Urusan Pemda

0
150

Suara. com kepala Jasad Irul, salah satu terduga teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso yang tewas kelanjutan kontak tembak dengan abdi kepolisian pada Senin (1/3) tidak boleh dipindahkan sebab pihak keluarga ke wilayah halaman.

Peristiwa tersebut disampaikan Kakek Irul, Subanrio saat mereka beriringan keluarga berziarah ke makam DPO MIT yang ada di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (6/3/2021).

Tim yang berziarah di letak pemakaman yang terletak dalam Kelurahan Poboya, Kota Palu adalah Istri, Ibu, Eyang, Paman, dan Bibi dari Irul.

Saat tiba dilokasi, keluarga selalu mendapatkan pengawalan ketat dari pihak kepolisian yang bersenjata lengkap.

Baca Juga: Satu Brimob Tewas Sudah Baku Tembak dengan Kaum MIT Poso

Pihak keluarga sebelumnya berencana memindahkan dan memakamkan jasad Irul di Kampung halamannya di Desa Kalora, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Namun, hal tersebut tidak dizinkan.

“Ia belum dikasih izin sama kita, jadi untuk sementara itu kita berziarah dulu, ” ucap Subanrio.

Peristiwa yang menewaskan Irul ini didengar oleh pihak keluarga pada Selasa (2/3), melalui sejumlah media.

“Kita dengar dari media waktu sehari setelah kejadian, ” ungkap dia.

Urusan Pemda

Baca Juga: MIT Kian Terdesak, Pakar: Bertahan dengan Jalan Apa yang Mereka Bisa

Sementara itu Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto, menjelaskan bahwa persoalan pemindahan makam tidak ada gantung paut-nya dengan pihak kepolisian, melainkan urusan Pemerintah Wilayah.

“Saya enggak tahu, itu kan tidak urusan pihak kepolisian teristimewa, kalau sudah dimakamkan tersebut urusan Pemerintah Daerah, ” ujarnya.

Irul, DPO MIT Poso itu merupakan anak pertama sebab empat bersaudara pasangan suami-Istri Sugiatno dan Nurki.

Ia merupakan warga asli Desa Kalora, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Pada tahun 2019 lalu, ia menjadi menantu dari mantan Pimpinan MIT Poso, Santoso, setelah menunangi anak Santoso, Wardah.

Irul tewas bersama satu DPO MIT lainnya, yakni Samir Alias Alfin, warga asal Provinsi Banten. Keduanya tertembak oleh tim gabungan TNI/Polri yang tergabung dalam Satuan tugas (Satgas) Madago Umum, pada Senin (1/3). (Antara)