Golongan Golkar Tegaskan Tak Agendakan Konvensi Capres Seperti Nasdem

0
456

Perkataan. com – Partai Golkar menegaskan tak mengagendakan konvensi calon pemimpin. Hal itu tanggapan lantaran partai berlambang pohon beringin menyusul agenda konvensi daripada Partai Nasdem pada 2022.

Ketua Media dan Penggalangan Opini Kelompok Golkar Meutya Hafid mengutarakan partai yang diketuai Airlangga Hartanto memahami betul menerjang proses konvensi. Namun zaman ini Partai Golkar tak ada agenda terkait situasi itu.

“Partai Golkar sebagai partai yang mengawali proses Konvensi paham betul terkait proses dan mekanisme kaidah dan saat ini Golkar tidak mengagendakan konvensi, ” kata Meutya dalam keterangannya, Rabu (3/3/2021).

Strategi Partai Golkar di menghadapi Pileg dan Pilpres 2024 kata Meutya, terbuka untuk berkoalisi dengan seluruh partai politik yang mempunyai visi misi yang cocok.

Membaca Juga: Benyamin-Pilar Menang, DPD Partai Golkar Tangsel Gelar Tasyakuran

“Dengan memperhatikan Pemilu 2024 yang masih akan tetap menggunakan dasar UU Nomor 7 tahun 2017 maka Golkar akan mempertimbangkan dengan cermat strategi unggul untuk menghadapi Pileg serta Pilres yang dilaksanakan dengan bersamaan. Kami telah acap mengikuti Pemilu sehingga Kami tau apa yang unggul untuk Partai Golkar, ” kata Meutya.

Sebelumnya Partai NasDem akan menggelar konvensi calon kepala 2024 pada tahun 2022 mendatang. Dalan konvensi capres ini, NasDem ingin menimbulkan pemimpin potensial sebanyak-banyaknya.

Siapa saja yang bisa mengikuti konvensi capres 2024 Nasdem?
Pemimpin DPP Partai NasDem Willy Aditya mengatakan mulai dibanding ulama hingga jurnalis mampu masuk bursa.

“Selama tersebut ‘panggung’ terbatas, hanya besar daerah dan menteri real banyak ulama, intelektual, pengusaha dan jurnalis yang patut, ” kata Willy dalam Jakarta, Minggu (28/2/2021).

Dia menjelaskan, Partai Nasdem menjalankan dua bagian politik yaitu pertama patokan capres 2024 sebagai suatu proses bagaimana sirkulasi kekuasaan terjadi secara terbuka & transparan.

Baca Selalu: Legislator: Petugas Terlibat Narkoba Harus Dihukum Lebih Berat

Kedua menurut dia, membangun koalisi yang dilakukan semenjak dini untuk memenuhi sarana sah pengajuan capres-cawapres.

“Dua hal tersebut harus berjalan simultan. Pedoman ini karena sirkulasi elit kita sangat terbatas, makin syarat pengajuan capres-cawapres 20 persen sehingga panggung lebih terbuka, ” ujarnya.

Willy mengatakan peristiwa lumrah kalau dalam jalan konvensi tersebut, NasDem mendapatkan keuntungan elektoral dan buntut ekor jas (“coattail effect”).

Menurut tempat, kalau ada yang bertanya apakah konvensi tersebut buat meningkatkan suara partai, oleh sebab itu semua parpol bisa melaksanakan hal serupa, tidak cuma NasDem.

“Variabel konvensi capres ini adalah suara partai, suara anggota, dan elektabilitas calon. Ana menggunakan sistem terbuka di konvensi ini, ” katanya.

Wakil Ketua Fraksi Golongan NasDem DPR RI tersebut menjelaskan belum dibahas secara rinci terkait mekanisme apakah semua pendaftar otomatis bisa ikut dalam konvensi yang dilaksanakan partainya tersebut.