Geledah Rumah Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, KPK Sita Kekayaan Tunai

0
174

Suara. com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus bergerak mengusut kasus dugaan suap yang menjerat Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah. Pada keadaan ini Selasa (2/3/2021), penyidik KPK menggeledah beberapa tempat di Sulawesi Selatan serta mengamankan sejumlah uang tunai.

“Hari ini (2/3) tim Penyidik KPK telah selesai melaksanakan penggeledahan di dua lokasi berbeda di Sulawesi Selatan yakni di Kantor Dinas PUTR Provinsi Sulsel dan sendi pribadi tersangka NA (Nurdin Abdullah), ” kata Plt Juru Bicara bidang Penindakan KPK Ali Fikri dalam keterangan, Selasa.

Dalam pemeriksaan itu, selain mengamankan uang tunai KPK juga menjumpai sejumlah dokumen penting yang diduga barang bukti di dalam perkara ini.

“Ditemukan dan diamankan informasi di antaranya berbagai salinan yang terkait dengan urusan ini dan juga sebesar uang tunai, ” perkataan Ali.

Baca Juga: 3 Hari jadi Tahanan KPK, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Belum Diperiksa

Sebelumnya, pada Senin (1/3), KPK juga menggeledah Rumah Dinas Jabatan Gubernur Sulsel dan Rumah Jawatan Jabatan Sekretaris Dinas PUTR. Dari kedua tempat itu, penyidik mengamankan sejumlah salinan dan uang tunai. Terkait jumlah uang tunai yang diamankan, masih dalam proses penghitungan.

“Untuk jumlah uang tunai saat ini masih akan dikerjakan penghitungan kembali oleh tim penyidik KPK, ” jelas Ali.

Selanjutnya, terhadap sejumlah dokumen & uang tunai tersebut bakal dilakukan validasi.

“Dan analisa lebih lanjut dan segera dilakukan penyitaan sebagai bahan bukti dalam perkara tersebut, ” ujar Ali.

KPK menetapkan Nurdin Abdullah, Sekretaris Dinas PUTR Sulawesi Selatan, Edy Kebaikan dan Agung Sucipto demi Direktur PT Agung Pertama Bulukumba sebagai tersangka tempat kasus dugaan suap, dalam Minggu (28/2/2021).

Mengaji Juga: Danny Pomanto: Berhenti Mengejek Nurdin Abdullah, Belum Tentu Engkau Terjamin

Nurdin dan Edy diduga menyambut uang sebesar Rp dua miliar dari Agung. Sokongan itu ditujukan Agung jadi pelicin, guna memuluskan jalannya mendapatkan kembali sejumlah rencana infrastruktur di Sulawesi Daksina tahun anggaran 2021.