Rekan Rakyat Jadi Pengungsian, Korban Gempa Sulbar Tidur Berhimpitan

0
138

Suara. com – Sejumlah warga Kabupaten Majene, Sulawesi Barat terpaksa tidur dalam posko pengungsian darurat pascagempa berkekuatan magnitudo 6, 2 mengguncang wilayah itu. Ratusan keluarga terpaksa tidur berhimpitan di sebuah pasar rakyat dengan diubah menjadi posko darurat.

Hal itu seperti berlaku di Desa Bambangan, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Hampir rata-rata di wilayah tersebut vila warga hancur akibat diguncang gempa dahsyat.

Menuju ke Desa Bambangan bukan lah suatu hal yang mudah. Situasi itu mengingat letaknya yang beruang beberapa kilometer dari jalan istimewa Poros Majene-Mamuju.

Penulis Desa setempat, Mardi mengatakan, tersedia 228 keluarga terpaksa tidur dalam posko pengungsian dengan beratapkan kamp. Jumlah tersebut berasal dari 4 dusun yakni dusun Tabolo, Tabolo Utara, Bambangan, dan Batu Lapis.

Baca Serupa: PDGI Sulselbar Bawa Bantuan Tahap 3 ke Mamuju dan Majene

“Ya kami terpaksa ubah pasar rakyat jadi posko pengungsian. Karena dirasa daerah itu paling aman dan luas, ” kata Mardi ditemui di Desa Bambangan, Majene, Sulbar, Senin (1/2/2021).

Patuh Mardi, ratusan keluarga korban terdampak gempa bumi tersebut mengungsi dalam posko sejak gempa pertama kali mengguncang Majene. Kemudian saat gempa berkekuatan 6, 2 magnitudo mengguncang warga sudah berada di posko tersebut.

“Kalau rumah yg rusak di desa bambangan sebanyak kurang lebih 230 rumah. Alhamdulillah belum ada korban atma karena gempa karena memang sudah diantisipasi. Korban luka tidak ada juga, ” tuturnya.

Kata Mardi, kekinian awak yang mengungsi masih membutuhkan sebanyak kebutuhan pokok. Diantaranya seperti sasaran pokok, selimut, hingga perlengkapan bayi.

“Kami masih memerlukan berupa sembako makanan pokok lalu seperti tenda selimut kemudian perlengkapan bayi, ” imbuh dia.

Mengaji Juga: Majene Kembali Diguncang Gempa, Getarannya Sampai ke Mamuju