Ekor Panjang Cuitan Guru Besar USU yang Sebut SBY-AHY Bodoh

0
551

Suara. com – Guru besar Universitas Sumatera Utara (USU) Profesor Yusuf L Henuk dilaporkan ke Polda Sumut terkait cuitannya di akun Twitter @ProfYLH.

Ia diduga melanggar Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik urusan 27 ayat 3.

Laporan itu tertuang pada STTPL/75/I/2021/SUMUT/SPKT “I”. Pelapor adalah bakal Partai Demokrat Kota Medan bernama Subanto, warga Jalan Bilal Penghabisan, Medan Timur.

Pemimpin Bakomstra DPP Demokrat, Ossy Dermawan membenarkan pelaporan tersebut. Ia menyuarakan, laporan itu lantaran narasi yang disampaikan yang bersangkutan tidak mendidik.

Baca Pula: Guru Besar USU Prof Yusuf Henuk Dilaporkan ke Polisi

“Narasi dengan disampaikan melalui twit-twitnya menurut aku tidak pantas keluar dari seorang akademisi. Substansinya tidak mendidik, ” kata Ossy, Rabu (13/1/2021).

Narasi yang disampaikan dinilai tidak bermoral dan mengundang nafsu para kader Partai Demokrat di Indonesia khususnya di Sumatera Mengadukan.

Apalagi, kata dia, masih banyak masyarakat Indonesia yang masih menghormati pemimpinnya termasuk Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Faktanya, profesor ini pernah menjadi tersangka ujaran kebencian di tahun 2019 silam. Artinya, kita tidak perlu juga terlalu memedulikan omongan ngawur dan ngaco daripada seorang profesor yang pernah berkedudukan tersangka, ” ujarnya.

Oleh sebab itu, pihaknya membuat laporan polisi sebagai langkah dasar atas pernyataan yang disampaikan dalam media sosial tersebut.

Baca Juga: Diduga Memplagiat, Rektor USU Dilaporkan

“Terkait dengan proses hukum, saya pikir banyak kader dan simpatisan Partai Demokrat yang merasa tidak dapat dan mungkin saja berujung pada pelaporan hukum oleh kader ataupun simpatisan Partai Demokrat di daerah utamanya di Sumatera Utara, ” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Humas, Protokoler & Promosi USU Elvi Sumanti mengutarakan, pihak USU tidak akan membubuhi proses hukum yang ada.

“Yang bersangkutan harus mempertanggungjawabkan perbuatan dan ucapannya. Pimpinan USU tidak akan mencampuri proses hukumnya, ” kata Elvi Sumanti mencuaikan keterangan tertulisnya.

Patuh Elvi, pihak Dekanat Fakultas Pertanian USU dalam waktu dekat yang bersangkutan akan dipanggil dan dimintai keterangan terkait persoalan hukum tersebut.

“Pemanggilan ini seharusnya Senin kemarin, namun beliau ada keperluan di luar kota sehingga besok baru bisa hadir, ” imbuhnya.

Sebelumnya, Profesor Yusuf L Henuk menyikapi pemberitaan yang ada di terkait kritik SBY terhadap pemerintahan Pemimpin Joko Widodo mengenai proyek strategis nasional.

Dalam cuitannya menyebutkan ” Yth. @SBYudhoyono, tahu dirilah kau sudah bekas jadi jangan sok mengajari @jokowi soal pembangunan proyek strategis nasional, karena memang kau gagal& sudah dijuluki: “Bapak Mangkrak Indonesia”, oleh karena itu tak pantas kau ajari @jokowi “ikan berenang”, karena pasti noda kalipun kau, paham! , ” cuitan Prof Yusuf L Henuk dengan akun @ProfYLH.

Tak hanya menyemprot SBY menggunakan cuitannya, Profesor Yusuf L Henuk juga mencibir Ketua Umum Golongan Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono ataupun AHY yang lagi-lagi dengan julukan bodoh.

Yth Ketua Umum @PDemokrat, @AgusYudhoyono, @ProfYLH terpaksa harus buktikan dasar kau bodoh sekali, karena sepanjang sejarah jatuhnya pesawat di Indonesia, tak pernah ada ‘Government Error’ penyebabnya, tapi ‘7 faktor’ , ” ujar Leonard seperti dikutip Suara. com .

Maaf kau bodoh turunan, belajar lagi AHY! ” cuit si profesor.