Hiks.. Apa yang Bikin Paus Fransiskus Bersedih?

0
321

Suara. com – Paus Fransiskus mengatakan dia ‘sedih’ dengan pelanggar aturan Covid-19, yang mengabaikan pembatasan perjalanan selama pandemi. Menurutnya, itu perlu menunjukkan kesadaran lebih mulia tentang penderitaan orang lain.

Berbicara setelah pemberkatan pusat hari mingguan pada Minggu (3/1/2021), Francis mengatakan, dia telah membaca laporan surat kabar tentang orang-orang yang mengejar penerbangan untuk kabur dari pembatasan pemerintah dan membongkar-bongkar kesenangan di tempat lain.

“Mereka tidak mempertimbangkan orang-orang yang tinggal di sendi, masalah ekonomi banyak orang yang terkena dampak lockdown, orang-orang yang sakit. (Mereka berpikir) hanya tentang pergi berlibur dan bersenang-senang, ” katanya dilansir laman Dailymail , Selasa (5/1/2021).

“Ini benar-benar membuat kami sedih, ” tambahnya dalam sebuah pidato video dari perpustakaan Istana Apostolik Vatikan.

Baca Juga: 3M Saja Tak Cukup, Butuh Persuasi 5M untuk Atasi Covid-19 pada Nusantara

Pemberkatan Angelus tradisional biasanya diberikan dari jendela yang menghadap ke Lapangan Santo Petrus, tetapi dipindahkan ke di ruangan untuk mencegah kerumunan karakter berkumpul dan membatasi penyebaran Covid-19.

“Kami tidak cakap apa yang akan dicadangkan 2021 untuk kami, tetapi yang bisa kita semua lakukan bersama ialah berusaha lebih keras untuk saling menjaga. Meskipun ada godaan hanya mengurus kepentingan kita sendiri, ” tambahnya.

Selama penguncian pertama Italia pada bulan Maret, Paus Fransiskus awalnya menyampaikan doa Angelus Minggu dari perpustakaan Vatikan alih-alih jendela biasa menghadap kerumunan di Lapangan Santo Petrus.

Pembatasan tersebut mendorongnya untuk mengatakan dia merasa ‘terkurung’, dan dia membuat beberapa pengejawantahan singkat di jendela, menyapa kira-kira orang yang berkelana ke medan yang luas.

Uskup memiliki faktor risiko virus corona selain usianya yang sudah tinggi. Ketika dia berusia 21 tahun pada 1957, dia menderita kerusakan selaput dada yang parah, memerlukan pembedahan untuk mengangkat sebagian dibanding paru-paru kanannya, menurut penulis biografi Austen Ivereigh.

Baca Juga: Penanganan Pandemi Corona Tahun 2021, Pemkab Malang Alokasikan Rp 13 Miliar

Vatikan belum memberikan indikasi kapan paus dapat divaksinasi untuk Covid-19.