Gus Yaqut Tak Ingin Agama Dijadikan Alat Politik untuk Menentang Negeri

0
573

Suara. com semrawut Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan tak mau agama dijadikan alat politik buat menentang pemerintah.

“Setelah resmi menjadi menag, yang prima ingin saya lakukan adalah bagaimana menjadikan agama sebagai inspirasi bukan aspirasi, ” kata Gus Yaqut di Veranda Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/12/2020).

“Artinya apa? Bahwa agama sebisa mungkin tidak lagi digunakan menjelma alat politik, baik untuk menentang pemerintah, merebut kekuasaan, maupun jadi untuk tujuan-tujuan yang lain. ”

Menurut dia, pegangan lebih baik dibiarkan untuk menjadi inspirasi dan biarkan agama tersebut membawa nilai-nilai kebaikan dan nilai-nilai kedamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menyuarakan Juga: Rekam Alur Gus Yaqut Menteri Agama dengan Ditunjuk Jokowi

Situasi kedua yang disebutnya sebagai perintah yang tidak mudah, yaitu bagaimana bisa meningkatkan ukhuwah islamiyah kaum ini sebagai bangsa dengan kebanyakan pemeluk agama Islam.

“Maka, negara ini akan nyaman jika sesama muslim sesama pengikut Islam ini memiliki ukhuwah pada antara mereka, ” katanya.

Politikus PKB ini serupa ingin meningkatkan ukhuwah wataniyah atau persaudaraan sesama warga bangsa.

Gus Yaqut mengucapkan hal tersebut penting karena seluruh tahu bahwa Indonesia merdeka tidak karena perjuangan umat Islam sekadar, melainkan juga umat Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu, dan semua agama.

Gus Yaqut menambahkan bahwa pada waktu pergolakan menyentuh kemerdekaan semua umat agama dalam Indonesia terlibat berjuang sehingga penting ukhuwah wataniah ini dibangkitkan balik.

Baca Juga: Harta Kekayaan 6 Menteri Baru Jokowi, Sandiaga Uno Paling Tajir

“Agar tidak ada satu kelompok pun, satu agama apa pun yang mengklaim memiliki negeri ini, semua berhak memiliki negara ini, ” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya ukhuwah basyariah, persaudaraan atau persatuan sesama umat manusia.

“Saya sering mengutip apa yang disampaikan oleh sahabat Nabi, sahabat Ali Karramallahu Wajhah bahwa barang siapa mereka yang tidak saudara di iman adalah saudara dalam kemanusiaan ini saya kira penting untuk menjadi kesadaran bagi seluruh masyarakat bangsa ini, ” katanya.

Jika ini dilakukan, Gus Yaqut meyakini ke depan Nusantara ini akan jauh lebih sejahtera dan pembangunan akan berjalan bertambah mudah untuk diwujudkan.

“Yang tidak kalah penting merupakan bagaimana memajukan pendidikan-pendidikan agama di lingkungan Kementerian Agama, pendidikan pegangan apa pun, termasuk di dalamnya pondok pesantren, ” kata tempat.

Ia mau agar pondok pesantren didorong untuk mandiri dan pada akhirnya bisa melahirkan kader-kader terbaik bangsa dan kader-kader terbaik yang bisa menyampaikan sumbangsih kepada bangsa dan negara ini.

“Yang belakang saya mohon doa restu pada bapak ibu sekalian dan seluruh rakyat Indonesia agar amanah ini bisa saya laksanakan dengan sebaik-baiknya, istikamah dalam kebaikan dan tentu saja membawa kemajuan kepada keturunan dan negara, ” katanya.