Advokat Nurhadi: Hadirkan Saksi Amir Tidak Relevan Dengan Dakwaan Jaksa

0
591

Suara. com – Tim Kuasa Hukum terdakwa eks Sekretaris MA Nurhadi, Muhammad Rudjito menyebut bahwa saksi yang dihadirkan Jaksa dari KPK di dalam sidang hanya untuk mencari kesalahan kliennya dalam mencari bukti dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang atau TPPU.

Hal tersebut disampaikan Rudjito, ketika mendengar keterangan Amir Wijaya. Amir usai menyungguhkan untuk terdakwa Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono dalam perkara suap dan gratifikasi di MA pada Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jukat (11/12/2020).

“Konteksnya dengan kesaksian hari ini, KPK itu numpang untuk membuktikan TPPU. Predicate crime dari TPPU-nya yaitu membeli kebun sawit, ” ungkap Rudjito di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat.

Rudjito menyebut bahwa saksi Amir Kejayaan, dalam kesaksiannya sama sekali tidak relevan dengan dakwaan yang telah disusus tim JPU. Kata, Rudjito bahwa jelas dalam dakwaan terhadap Nurhadi dan Rezky dalam tentang suap dan gratifikasi, bukan TPPU.

Baca Serupa: Cekcok sama Saksi di Sidang, Nurhadi: Hebat, Bapak Siapa Bisa Ketemu Saya?

“Ini kan padahal pada dakwaan soal kebun sawit itu tidak ada. Jadi KPK tersebut numpang untuk mencari-cari apakah ada predikat crime dalam perkara ini dalam konteksnya dengan TPPU, ” ujarnya.

“Yang sebetulnya saksi-saksi hari ini tidak relevan dengan Pasal 12 an ataupun Pasal 11 ataupun Pasal 12 B, karena ini berkaitan secara suap, tapi ini engga tersedia kaitannya dengan suap, ” imbuhnya

Sebelumnya, Saksi Amir mengaku pernah bertemu dengan Nurhadi dalam pembelian sebuah lahan parak sawit, di Padang Lawas, Sumatera Utara.

Jaksa KPK menanyakan proses penjualan parak sawit milik Amir kepada Nurhadi untuk menantunya Rezky Herbiyono.

Kemudian, Jaksa kembali meminang Amir, berapa kesepakatan harga parak sawit tersebut disepakati. Amir pula menjawab disepakati harga Rp15 miliar.

Baca Juga: Deal Rp 15 Miliar, Nurhadi Nego Harga Kebun Sawit di Kawasan Hotel Arya Duta

“Ya. Sesudah turun tuh ana buat suatu kesepakatan. Prinsipnya udah deal kami buat satu suara ya soal harga sekian serta aset-aset apa termasuk truk honda danlain-lain total Rp 15 miliar, ” ucap Amir.