Petugas Tangkap Sindikat Penipu Tanah Senilai Rp 6 Miliar

0
603

Suara. com – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menangkap konsorsium penipuan tanah terhadap seorang aki berusia 75 tahun di Pulogadung, Jakarta Timur. Kerugian ditaksir mematok mencapai Rp6 miliar.

Kabid Humas Polda Metro Hebat Konbes Pol Yusri Yunus mengutarakan ada tujuh pelaku yang jadi diamankan dari 10 pelaku yang terlibat dalam kasus tersebut. Itu masing-masing berinisial PA, MSM, SHS, RIG, S, AA, dan NS.

Sementara, perut pelaku lainnya yakni HG & HAG masih dalam kejaran petugas. Sedangkan, satu pelaku lainnya berinisial AYS merupakan seorang narapidana secara kasus serupa.

“Kita berhasil mengungkap kasus pemalsuan akta otentik yang dilakukan sindikat mafia tanah. Mereka terorganisir menggunakan dokumen palsu kejadiannya tahun 2015, ” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (3/12/2020).

Baca Juga: Alaska Diterjang Tanah Longsor, Enam Orang Hilang Puluhan Vila Rusak Berat

Pada kesempatan yang sama, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Hebat Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat menuturkan kasus tersebut berawal masa korban berinisial CAS (75) mulanya meminjamkan sertifikat tanah rumahnya pada satu diantara saudaranya. Ketika itu saudaranya merayu korban agar mau mengadaikan sertifikat tanah rumah untuk menolong usahanya.

“Modusnya dengan cara bujuk rayu agar brevet berpindah tangan ke orang lain dengan notaris, ” ungkap Tubagus.

Saat sertifikat negeri itu berpindah tangan, pelaku kemudian membuat indentitas palsu menyerupai objek. Selanjutnya, mereka mengadaikan sertifikat itu ke bank dengan nominal Rp6 miliar tanpa sepengatahuan korban sebagai pemilik sah sertifikat.

“Si korban yang tidak mengerti apa-apa tiba-tiba asetnya kudu disita. Sementara dia nggak dapat apa-apa dan yang dapat Rp 6 miliar adalah orang lain, ” ungkap Tubagus.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kekinian para-para tersangka tengah mendekam di Rutan Polda Metro Jaya. Mereka dijerat dengan Pasal 28 ayat satu junto Pasal 45 A bagian 2 UU nomor 19/2016 mengenai ITE, Pasal 156 A KUHP dan 160 KUHP dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun.

Baca Juga: Arkeolog Teliti Kapel Bawah Tanah di Nazareth, Mungkin Kediaman Yesus