Tenaga Kerja Asing di Indonesia Lebih Sedikit dari TKI di Luar Negeri

0
609

Suara. com – Kepala Awak Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani menyatakan jumlah tenaga kerja asing di negara ini relatif sedikit dibandingkan dengan tenaga kerja atau pekerja migran Indonesia di luar negeri.

Berdasarkan data, jumlah tenaga kerja asing (TKA) dari berbagi negara mencapai 74. 000 orang sedangkan tenaga kerja/pekerja migran Indonesia (TKI/PMI) yang tersebar di berbagai negara mencapai 9 juta orang.

Benny, ketika berbicara dalam deklarasi Barikade 98 Sumatera Selatan di Palembang, Senin (30/11/2020), mengatakan bahwa jumlah pekerja migran Indonesia di China mencapai eighty. 000 orang atau lebih melimpah dari TKA asal Tiongkok pada Indonesia tersebut yang cuma 23. 000 orang.

Melihat fakta tersebut, tidak adil andai ada kelompok masyarakat yang proses aksi penolakan terutama terhadap TKA China yang masuk ke Indonesia untuk melakukan pekerjaan sejumlah proyek dan industri, kata politisi dan aktivis 98 itu.

Baca Juga: Penemuan Jasad TKI Dalam Koper, Polisi Wina Tangkap Dua WNI

Menurut dia, keterbatasan lapangan pekerjaan yang ada pada Indonesia membuat sebagian dari masyarakat untuk memilih mencari penghasilan oleh cara bekerja ke luar negeri menjadi TKI/PMI.

Melihat banyaknya pekerja migran Indonesia di luar negeri dan seringnya timbul masalah, pihaknya berupaya membantu mereka agar bisa bekerja dengan tenang.

Untuk membantu lalu meminimalkan masalah TKI/PMI itu, pihaknya mendorong petugas BP2MI yang ada di setiap daerah untuk proses pembinaan bagi masyarakat yang maka akan bekerja ke luar negeri sehingga mereka berangkat ke negara tujuan secara resmi/prosedural.

“Petugas BP2MI diperintahkan selalu memberikan informasi kepada masyarakat sehingga dapat meminimalkan permasalahan yang dialami dengan PMI di luar negeri terutama yang berangkat secara tidak resmi atau nonprosedural, ” ujarnya.

Keberadaan TKI/PMI tersebut dapat meningkatkan pendapatan devisa negara, tuk itu perlu diberikan pembinaan sebelum berangkat ke luar negeri bahkan ketika sudah bekerja, sehingga dapat dilindungi oleh negara.

Baca Juga: Alman Mulyana, TKI Dapat Rumah Mewah dari Majikan karena Rajin Sholat Subuh

Jika mereka berangkat secara nonprosedural, masalah yang tidak diinginkan dapat terjadi seperti adanya perlakuan tidak manusiawi, gaji tidak dibayar, dan pelecehan, ujar Kepala BP2MI.