Jokowi di KTT APEC: Saatnya Membikin Kembali Komitmen Sekuat 1994

0
31

Suara. com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pandemi Covid-19 memberikan disiplin bagi anggota Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) untuk menguatkan pertumbuhan ekonomi dan mempererat komunitas pada negara kawasan Asia-Pasifik.

Jokowi menuturkan, KTT APEC 2020 yang kali pertama digelar secara virtual hari ini merupakan paksa tepat untuk membangun kembali janji kebersamaan ekonomi anggota APEC yang telah dirajut sejak 26 tarikh lalu.

“Saat ini saya berada di Enau, tempat kelahiran ‘Bogor Goals’ 26 tahun yang lalu. Saya balik membaca Bogor Goals dan menjumpai berbagai terobosan besar yang sedang sangat relevan, ” ujar Jokowi saat berpidato dalam KTT APEC tahun 2020 melalui konferensi gambar dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/11/2020) malam.

Jokowi menemukan bahwa Bogor Goals yang merupakan kerangka kerja sama APEC selama 26 tarikh terakhir yang disepakati pada masa keketuaan Indonesia di APEC 1994 tersebut.

Membaca Juga: Jokowi Hadiri KTT APEC 2020 Secara Virtual

Ketika itu Indonesia menekankan pentingnya memperkokoh sistem pasar terbuka dan multilateralisme dengan mengakui adanya perbedaan kondisi antara ekonomi maju dan berkembang serta tebalnya spirit saling membantu, bekerja pas, untuk mencapai tatanan ekonomi yang menguntungkan semua.

Situasi itu kata Jokowi, dirasakan sedang sangat relevan dengan kebutuhan negara2 dewasa ini.

Menurut Jokowi, fondasi kebersamaan yang dibangun di tahun 1994 silam, saat ini cenderung melemah.

Diketahui bahwa selama dua tahun berturut-turut KTT APEC belum sanggup mencapai kesepakatan.

Namun Kepala Negara meyakini bahwa di pertemuan kali ini para atasan APEC akan mengirim pesan meyakinkan kepada dunia.

Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Menteri Luhut Sakit dan Dirawat dalam Belgia?

“Kini saatnya kita membangun kembali komitmen sekuat 1994 untuk merajut visi kita pasca-2020, ” ucap Jokowi.

Tak hanya itu, Jokowi menyebut ekonomi anggota APEC saat ini menghadapi kondisi sulit jadi dampak pandemi Covid-19.

Produk domestik bruto (PDB) APEC mengalami kontraksi hingga 2, tujuh persen, sementara 74 juta penduduk ekonomi anggota APEC kehilangan serampangan pencarian.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun menetapkan bahwa semua pihak harus bersama-sama membalikkan keadaan tersebut.

Karena itu kata Jokowi, ada tiga langkah untuk bersama-sama keluar dari masa sulit saat tersebut. Pertama yakni merajut kembali strategic trust.

Keberhasilan banyak negara selama ini logat Jokowi dimungkinkan melalui kerja setara yang terjalin dengan negara-negara asing.

“Visi APEC pasca-2020 yang diharapkan akan disepakati oleh para pemimpin APEC pada pertemuan tahun ini akan menjadi momentum untuk mempertebal strategic trust berperan mewujudkan kerja sama saling menguntungkan, ” tuturnya.

Kemudian kedua, ekonomi anggota APEC harus dapat mereaktivasi pertumbuhan perekonomian APEC.

Harapannya yakni di 2021 mendatang akan terjadi kemajuan positif setelah sebagian besar negara mengalami pertumbuhan negatif di kala pandemi.

“Upaya kita harus dimulai dari sekarang. Kunjungan bisnis esensial harus didorong tercatat dengan optimalisasi APEC Business Travel Card yang dilengkapi protokol kesehatan tubuh. Kita harus perkuat rantai pasokan di kawasan, konektivitas, dan digitalisasi ekonomi, ” ucap Jokowi.

Ketiga, Jokowi menginginkan APEC harus terus mendorong perdagangan multilateral yang terbuka dan adil.

Langkah tersebut melanjutkan sifat Bogor Goals 1994, reformasi struktural harus dilakukan masing-masing negara untuk dapat mendorong perdagangan multilateral.

“Saat ini tak ada pilihan lain bagi ekonomi anggota APEC untuk tetap beroperasi sama sebagaimana yang telah berhasil disepakati di Kota Bogor dalam 26 tahun silam, ” katanya.