DPR ke Klub Moge: Indonesia Bukan Tempat untuk Petantang-Petenteng

0
69

Suara. com – Anggota Komisi I DPR MENODAI Christina Aryani menegaskan, Indonesia merupakan negara hukum sehingga bentuk kebengisan dan main hakim sendiri tak mendapat tempat.

Hal itu ia utarakan menyusul perilaku arogansi anggota klub moge sebab Harley Owners Group Siliwangi Bandung Siliwangi Bandung Chapter (HOG SBC) yang mengeroyok dua anggota TNI.

“Ini negara hukum, bukan tempat untuk karakter petanteng-petenteng sewenang-wenang terhadap orang lain, ” kata Christina dihubungi Suara. com, Senin (2/11/2020).

Karena itu, ia mendukung agar masalah tersebut dibawa ke ranah hukum guna memberikan efek jera terhadap para pelaku pemukulan.

Baca Juga: Fakta Geng Moge Keroyok TNI, Dari Bunyi Knalpot hingga 5 Jadi Tersangka

“Pelaku harus mendapatkan hukuman sesuai dengan kejahatan yang dilakukannya, ” kata Christina.

Diketahui, kasus penganiayaan yang dilakukan anggota geng moge terhadap prajurit TNI menyeret nama eks jenderal bintang tiga yang disebut jadi beking geng motor itu.

Dugaan keterlibatan pensiunan TNI yang disebut bernama Letnan Jenderal (Purn) Djamhari Chaniago dalam klub moge itu pun menuai desakan dari Indonesia Police Watch (IPW) agar ia minta maaf.

“Sikap Djamhari yang arogan itu tidak pantas ditiru dan akan membuat dirinya dicibir oleh masyarakat luas, yang pada akhirnya akan merugikan dirinya sebagai pensiunan yang seharusnya dihormati publik, ” kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, Senin (2/11/2020).

IPW berharap agar eks jenderal bintang tiga itu berbesar hati untuk meminta maaf. Pun ia menyarankan para pimpinan klub moge mengingatkan anggotanya agar tidak bersikap arogan di jalan.

Baca Juga: Djamari Chaniago, Ini Sosok Jenderal di Balik Klub Moge Kroyok TNI

“Jika pengendara moge bersikap ugal-ugalan seperti geng motor, bukan mustahil masyaraat akan memberi perlawanan kepada mereka, dan pengendara moge akan menjadi musuh masyarakat di jalanan, ” ujar Neta mengingatkan.

  • «
  • satu
  • 2
  • 3
  • »