Dongeng Petugas Kremasi Jenazah Corona, Dijauhi dan Dilarang Bertemu Keluarga

0
62

Suara. com – Seorang pria di India tetap memilih untuk menjadi petugas kremasi jenazah pasien Covid-19 walaupun ia dijauhi oleh sekelilingnya & dilarang bertemu dengan keluarga.

Menyadur India Times , Minggu (4/10/2020), Ramananda Sarkar mengaku tak punya pilihan lain. Alasan yang paling berpengaruh untuk membuatnya bertahan menggeluti pekerjaan ini adalah kondisi ekonomi anak.

Pria berumur 43 tahun ini terlilit pinjaman. Belum lagi ia harus menghidupi tiga anak dan istrinya yang tinggal di sebuah desa terisolasi di negara bagian Assam.

Berawal dari usaha buat mencari penghasilan lebih guna menutup pinjaman modal berdagang jus tebu dengan gerobak kayu yang tidak berjalan lancar, Sarkar kini menjelma petugas kremasi khusus pasien Covid-19 yang berada di bawah bimbingan pemerintah kota.

Meski kini mendapatkan sumber penghasilan tetap, namun hal tersebut tak serta merta membuat hidup Sarkar bertambah mudah, terutama soal bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

Warga di kampungnya belakangan menjauhi adam ini lantaran ia bekerja mengatur jasad orang yang terinfeksi virus corona. Acapkali ia dihina.

Di awal-awal, ayah 3 anak ini bahkan diminta buat melakukan karantina ketat di bawah pemerintah negara bagian. Namun, alhasil diizinkan kembali lantaran tak tersedia orang lain yang bersedia mengoper pekerjaannya.

“Saya tidak mengerti mengapa orang memburukkan saya. Hanya karena saya memanas-manasi mayat? Jika saya tidak melakukan ini, lalu siapa lagi, ” ujar Sarkar.

Berbekal masker yang selalu menutup mulutnya yang senantiasa melantunkan doa, pria ini sehari-hari mengkremasi jenazah dengan dibawa oleh segelintir kerabat yang memakai setelan alat pelindung diri.

Metode ini digambarkan sebagai tergesa-gesa, dikerjakan dengan ritual minimal di kolong pedoman pemerintah negara bagian.