Kausa Berkerumun Tunggu Penumpang, 613 Kakanda Ojol di Jakarta Ditindak

0
80

Suara. com – Suku Dinas Perhubungan (Sudin Perhubungan) Kota Jakarta Selatan melahirkan 613 pengemudi ojek daring maupun ojek pangkalan melakukan pelanggaran saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kasudin Perhubungan Tanah air Jakarta Selatan Budi Setiawan, Jumat, menyebutkan, pihaknya rutin melaksanakan patroli di setiap kecamatan untuk memeriksa kerumunan ojek daring dan ojek pangkalan sejak diberlakukan PSBB dalam 14 September.

“Memang masih banyak ditemukan pengingkaran berkumpul lebih dari lima orang, ” kata Budi seperti dikutip Antara , Jumat (25/9/2020).

Selama utama pekan telah dilakukan evaluasi kepada hasil pengawasan yang dilakukan barisan Sudin Perhubungan Jakarta Selatan dan Dinas Perhubungan Provinsi DKI.

Dari hasil evaluasi itu, ada sembilan lokasi yang sering ditemukan pengemudi ojek daring berhimpun, seperti stasiun, terminal, pasar, halte, perkantoran, mal, ruas jalan, ruko dan apartemen.

“Di wilayah Jakarta Selatan dari 10 kecamatan, hanya satu kecamatan yang nihil pelanggaran, yaitu Kecamatan Pancoran, ” ujarnya.

Ia menyebutkan, 613 pelanggaran ditemukan selama pengawasan yang dilakukan dari dalam 14-23 September 2020 di 368 lokasi penindakan.

Saat dilakukan penindakan dengan jalan membubarkan dan memberikan teguran, para-para pengemudi ojek daring dan basis tersebut memberikan beragam alasan, walau sudah tahu aturan tidak dapat berkerumun selama PSBB.

“Alasannya istirahat dan menunggu penumpang, ” kata Budi.

Budi menambahkan, pihaknya terus melakukan patroli mengawasi kehadiran pengemudi ojek daring dan sarang di tingkat kecamatan hingga level kota seiring perpanjangan masa PBB hingga 11 Oktober 2020.