Pastikan Masyarakat Terima Bantuan, Mensos Menimbulkan Dukungan Korda

0
50

Pandangan. com – Menteri Sosial (Mensos), Juliari Batubara, mengambil agar masyarakat terdampak pandemi mendapatkan bantuan melalui Program Jaring Tentara Sosial (JPS) dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Para Koordinator Daerah (Korda) diharapkan mendukung program-program itu, bersama dengan pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat sipil.

“Para peserta kegiatan pengukuhan kapasitas kali ini bertugas untuk memastikan program-program Kemensos berjalan molek. Saya berpesan bahwa Korda kudu memastikan Program Sembako patuh di dalam prinsip 6 T, yaitu Positif Sasaran, Tepat Jumlah, Tepat Masa, Tepat harga, Tepat Kualitas, & Tepat Administrasi, ” katanya, usai menutup kegiatan Penguatan Kapasitas Korda, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (5/9/2020).

Mensos menekankan, selain mempunyai tugas pokok mengawal pelaksanaan lingkup program penanganan fakir miskin, Korda diharapkan mampu mendukung kelancaran pelaksanaan program tumpuan sosial lainnya di daerah.

“Mereka menangani dan menyelesaikan berbagai permasalahan di lapangan, mulai dari memastikan layanan e-Warong, karakter barang, dan suplai barang. Selain itu juga menangani kartu dengan rusak, tidak berfungsi, dan saldonya kurang, dan sebagainya. Ini pekerjaan yang tidak mudah karena KPM kita ada 20 juta orang, ” katanya.

Di dalam Program JPS, Kemensos telah melakukan Program Bantuan Sosial Reguler, berupa perluasan Program Sembako dari 15, 2 Juta KPM menjadi 20 juta KPM selama setahun dan perluasan Program PKH dari 9, 2 Juta KPM menjadi 10 juta KPM.

Lalu ada juga Program Bantuan Sosial Penanganan Covid-19, yaitu Bantuan Baik Tunai (BST) bagi 9 Juta KPM, Bantuan Sosial Tunai Surat Sembako non-PKH bagi 9 juta KPM, Bantuan Presiden berupa sembako di Jabodetabek, dan Bantuan Baik Beras bagi 10 juta KPM PKH.

Dirjen Penanganan Fakir Miskin, Asep Sasa Purnama menyatakan, tahun 2020 Program Sembako memperluas jenis komoditi yang didapatkan oleh KPM, sehingga tidak cuma berupa beras dan telur.

“Hal ini sebagai upaya dari pemerintah untuk memberikan akses bagi KPM terhadap pelajaran pokok dengan kandungan gizi yang lain. Adanya Program Sembako diharapkan sanggup mempercepat penurunan angka kemiskinan dan mengurangi beban pengeluaran rumah nikah KPM, sehingga mampu mendorong pelepasan kebutuhan dasar masyarakat miskin, ” kata Asep.

Perluasan jenis bahan pangan dari program ini, diharapkan juga dapat memajukan nutrisi/gizi masyarakat terutama sejak leler dini, agar berperan nyata dalam menurunkan angka stunting di Nusantara.

“Dalam rangka mensukseskan Program Sembako diperlukan gerak langkah dan pemahaman dengan sama antara setiap pihak, beserta karakter SDM yang kuat di dalam pelaksanaan, sehingga diharapkan 153 pembantu di sini lebih siap, ” katanya.