Ustaz Hilmi Dicaci Buzzers Lebih Kasar dari Anjay, Dibalas Pakai Nafsu

0
58

Suara. com semrawut Pemakaian kata anjay yang muasalnya dari kata anjing baru-baru ini dilarang oleh Komite Perlindungan Anak Indonesia, khususnya pada kalangan anak-anak. Kata yang oleh kalangan milenial dianggap gaul itu aslinya bermakna nggak sopan dan merendahkan orang lain.

Bahkan kalau menurut Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait kata itu mengandung unsur kekerasan dan orang yang memakainya berpotensi kena pidana.

Pengasuh Pondok Penghafal Al Qur’an Yatim Dhuafa Baitul Qur’an Ustaz Hilmi Firdausi mengaku sering direndahkan, bahkan pakai kata-kata lebih kurang dari anjay.

Tapi, dia mengaku selalu woles sekadar menanggapi serangan verbal semacam itu. Dia justru mendoakan para penyerangnya supaya segera diberi pencerahan.

“Wah… Buzzer mencaci maki saya lebih sadis dari itu, tapi sedikitpun saya ga berkehendak pidanakan. Justru saya balas dengan cinta dan kelembutan agar itu taubatan nasuha, ” kata Hilmi Firdausi melalui akun Twitter @Hilmi28.

Menanggapi polemik soal anjay — yang baru-baru ini dilaporkan artis sinetron Lutfi Agizal ke KPAI — Hilmi Firdausi pun tak mau ikut-ikutan panas. Dia selow saja, bahkan menginspirasinya untuk menciptakan kepanjangan untuk prawacana anjay.

“Btw, bukannya ANJAY itu singakatan dari AsyikiN aJA saY??? ” kata Hilmi Firdausi.

Berbeda dengan tanggapan Persaudaraan Alumni 212 yang menyatakan setuju dengan pembatasan penggunaan kata anjay.

“Sangat setuju karena kata-kata tersebut sangat tidak mendidik dan jauh dari ajaran agama Islam sama dengan Rasulullah sabdakan ‘barang siapa percaya kepada Allah dan hari akhir maka bicaralah yang baik kalau tidak diam saja, ” cakap Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin kepada Suara. com , Minggu (30/8/2020).

MENYERANG 212 setuju dengan pelarangan penerapan kata anjay bukan hanya dalam kalangan anak-anak, melainkan juga seluruh kalangan.