Wujud Hunian di Kampung Akuarium, Pemprov DKI Klaim Tak Gunakan APBD

0
286

Suara. com semrawut Pemprov DKI Jakarta membangun kembali hunian di medan Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Memajukan. Kampung tersebut sebeumnya digusur oleh era kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Pengelola Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Sarjoko mengatakan proyek ini tidak akan menggunakan Anggaran Perolehan dan Belanja Daerah (APBD).

Dana tersebut nantinya bersumber dari pengembang saja. Derma ini merupakan kewajiban pembiayaan pendirian rumah susun murah atau elementer yang diberikan kontraktor.

“Iya (tidak pakai APBD). Jika KLB (Koefisien Lahan Bangunan) terkait sanksi. Kalau (anggaran) kewajiban ya pemenuhan pembangunan rusun sederhana akan izin pemanfaatan ruang oleh pengembang, ” ujar Sarjoko saat dihubungi, Rabu (19/8/2020).

Sekitar ini proyek tersebut akan menggunakan dana dari PT Almaron Berani sebesar Rp 62 miliar.

Kendati demikian, uang ini disebut belum tentu cukup sebab pihaknya masih melakukan penghitungan.

“Kebutuhan total anggaran masih perlu dihitung ulang oleh Perencana karena ada penyesuaian kebutuhan dilapangan, termasuk memindahkan atau membangun gres musholla yang awalnya dipojok dipindah ke arah tengah, ” jelasnya.

Jika ternyata dana dari PT Almaron tak mencukupi, maka akan dicari taksiran tambahan dari pengembang lain. Kontraktor yang memiliki kewajiban serupa pula akan ditagih untuk proyek itu.

“Sekiranya nanti alokasi kewajiban dari PT Almaron belum mencukupi, akan diupayakan sumber pembiayaan dari kewajiban pengembang lainnya, ” pungkasnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membangun Kampung Akuarium mulai September 2020 untuk menjalankan amanat Keputusan Gubernur DKI nomor 878 tarikh 2018 tentang Gugus Tugas Pelaksanaan Penataan Kampung dan Masyarakat.