Awasi Warga Tak Bermasker, Satpol PP DKI Targetkan Tindak 50 Karakter Sehari

0
148

Suara. com – Satuan Penjaga Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta mengaku tengah gencar melakukan penindakan terhadap pelanggaran masker dalam tengah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

Bahkan, setiap petugas diberikan bahan harian untuk menindak warga yang tak mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Kepala Satpol PP DKI Arifin mengatakan setiap petugas dalam sehari harus menindak pelanggaran minimal 50 orang. Ia menyebut kebijakan itu diambil demi mendorong semangat para petugas di lapangan.

“Target penindakan itu adalah bagian dari semangat atau motivasi bahan. Itu kalau enggak dikasih target, ukurnya tidak ada tolak ukur, ” ujar Arifin saat dihubungi Suara. com, Kamis (23/7/2020).

Menurutnya para petugas ketika sedang bekerja tidak seluruhnya rajin dalam menindak. Jumlah penindakan tiap aparat variatif, dari 2-10 hingga ratusan pelanggaran yang ditindak dalam sehari.

“Ada yang 10 ada yang dua ada dengan lima, ada mungkin 100-200. Ya itu target itu jadi suatu ukuran orang dalam pekerjaan, ” jelasnya.

Arifin mengucapkan jika tidak mencapai 50 penindakan, pihaknya akan mengevaluasi petugas tersebut. Ia mencontohkan penggunaan masker dalam stasiun KRL yang sudah molek.

Jika pelanggaran masker di stasiun sedikit, oleh karena itu petugas Satpol PP yang berjaga bisa mendapatkan pemakluman.

“Kalau kemudian dia tidak mampu 50 (tindakan) ya mungkin ada penjelasan. Karena mungkin di lingkungannya sudah ada kepatuhan. Kalau benar sudah patuh, enggak sampai 50 hanya 10 ya itu elok, ” tuturnya.

Namun jika lokasi dengan diawasi petugas merupakan tempat umum tak patuh dan kerap tak menggunakan masker, tapi jumlah tindakan dibawah target, maka ia mau melakukan evaluasi kembali terhadap petugas itu.

“Banyak yang tidak disiplin tidak menggunakan kedok hasilnya cuma 10-20 (orang), bermakna peningkatan pengawasannya kurang. Nah itu yang harus ditingkatkan lagi pengawasannya, ” pungkasnya.