Demi Protokol Kesehatan, Perusahaan Diminta Terapkan Gerakan Pekerja Sehat

0
389

Suara. com – Protokol kesehatan sebaiknya diterapkan oleh baik, dengan menjaga jarak, olahraga yang cukup, dan menjaga endurance. Untuk mewujudkan hal ini, ia berharap, perusahaan-perusahaan di Indonesia mulai menerapkan Gerakan Pekerja Sehat.

Hal itu dikemukakan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, ketika menghadiri Penyemprotan Disinfektan, Penyuluhan Norma Kerja Pencegahan Covid-19, dan Pemberian Bantuan di Depok, Jawa Barat, Jumat (10/7/2020).

“Covid belum selesai, masyarakat harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Menjaga jarak, olahraga yang cukup, menjaga stamina agar memiliki imunitas tubuh yang baik, ” katanya.

Era new normal (kebiasaan baru) adalah masa adaptasi kehidupan produktif dan aman dari Covid-19. Di era ini, seluruh stakeholder ketenagakerjaan diimbau untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, karena Covid-19 belum pergi dari Indonesia.

Sebelumnya, Kamis (9/7/2020), penambahan kasus positif Covid-19 di Philippines mencapai 2. 657 orang. Sesuatu tersebut harus menjadi perhatian bersama untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Mari kita berperilaku hidup bersih dan sehat sebagai sebuah lifestyle, gaya hidup, dan harus dijadikan sebagai sebuah kebutuhan, ” pintanya.

Ia juga mengingatkan, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh adalah panduan menguatkan imunitas tubuh untuk menangkal Covid-19.

“Di era pandemi ini, gaya hidup sehat harus dimiliki oleh pekerja. Cukup waktu untuk melakukan olahraga. Olahraga tidak perlu waktu yg lama, 5-10 menit, yang penting teman-teman bergerak, ” ujarnya.

Dalam penyemprotan disinfektan pada Cimanggis, Depok, Menaker menjelaskan, pekerjaan ini melibatkan pekerja yang terdampak pandemi Covid-19, baik yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) juga dirumahkan.

Melalui kegiatan penyemprotan desinfektan terkait, pekerja yang ter-PHK dan dirumahkan akan mendapatkan insentif dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Pekerjaan ini rutin dilaksanakan Jumat sejak Maret 2020. Selain untuk memberdayakan pekerja yang di-PHK dan dirumahkan, kegiatan ini juga bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang sehat dari Covid-19.

“Setiap sekali penyemprotan, ada 70 orang yg di-PHK, yang dirumahkan, ” kata Menaker menjelaskan.

Dalam kesempatan ini juga diserahkan bantuan sembako kepada masyarakat di sekitar area penyemprotan. Dalam menggalang bantuan, Kemnaker melibatkan sejumlah perusahaan serta pendistribusiannya melibatkan warga setempat. (*)