Jokowi Marah-marah, Fahri Hamzah: Kok Nggak Ada yang Follow Up?

0
398

Suara. com – Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengomentari kemarahan Presiden Jokowi dengan baru-baru ini jadi sorotan kelompok. Ia merasa heran lantaran nafsu tersebut seolah-olah tidak ditanggapi sebab para pejabat tinggi negara.

Melalui akun Twitter-nya @Fahrihamzah, ia pun mempertanyakan keberlanjutan lantaran kemarahan Jokowi di depan para-para menteri dan pejabat pemerintahan.

Marah besar Presiden @jokowi 11 hari lalu di Istana Negara di depan para pejabat negara siapa yang harus menanggapi ya? ” katanya via Twitter.

Fahri Hamzah sentil kemarahan Presiden Jokowi (Twitter).

Pasalnya, video tersebut dibuat sebelas hari yang lalu namun, Fahri menilai hingga saat ini belum terlihat ada tindak lanjut dari pihak-pihak terkait.

Kan marahnya serius masak nggak ada follow up? Ada yang tahu? ” ujarnya.

Baca Juga: Jokowi Marah-marah, Penggugat UU Corona: Sejalan dengan Alasan Kami

Dalam cuitan terpisah, Fahri juga menyindir Jokowi yang menggunakan teks pidato ketika insiden marah-marah tersebut. Ia pun menyindir dengan tajam siapa yang menyiapkan teks pidato tersebut.

Siapa yang menyiapkan bahan untuk marah. Siapa yang dimarahi. Apakah yang marah dan yang dimarahi ada dalam satu gelombang? Karena setelah dimarahi kok nggak kayak dimarahi, ” kata Fahri via akun Twitter-nya @FahriHamzah.

Fahri Hamzah sentil kemarahan Presiden Jokowi (Twitter).

Dua cuitan itu pun sontak mengundang reaksi warganet. Mereka memberikan beragam komentar guna menanggapi pertanyaan yang dilontarkan oleh Fahri Hamzah.

Baca Juga: Alasan Video Jokowi Marah Baru Diunggah Setelah 10 Hari

Marahnya seperti tidak ada menanggapi serius, seperti tidak ada makna dia sebagai pemimpin di depan pembantu-pembantunya, ” tulis @MohamadKhoiri13.

Baru aja mau nanya, kenapa nggak ada yang follow up padahal sudah 12 hari yang lalu. Kucing aja kalau marah pasti direspon sama kucing, ” kata @DaeIskandar.

Sebelumnya, video Presiden Jokowi marah-marah di depan para menteri sempat viral di media sosial. Jokowi marah besar hingga mengancam akan melakukan reshuffle kabinet. Namun, pidatonya itu disampaikan pada tanggal 18 Juni lalu dan videonya baru diunggah sepuluh hari kemudian yakni tanggal 28 Juni sehingga menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat.