Mati Digebuki Pakai Palu dan Sekop, Mayat Henri Diikat, Disimpan di Bengkel

0
256

Suara. com – Polisi alhasil telah mengungkap misteri kematian muda bernama Henri (28) yang mayatnya ditemukan di sebuah bengkel mobil dalam kondisi tangan, kaki serta leher terikat.

Dari penyidikan kasus ini, mayat yang ditemukan di Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan pada Jumat (15/5/2020) pekan lalu itu dibunuh perampok.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Ronny Nicholas Sidabutar mengatakan, pembunuhan terhadap korban bernama Henri (28) sudah direncanakan.

“Pembunuhan disertai perampokan ini sudah direncanakan oleh pelaku, ” katanya seperti dilansir Jarang, Rabu.

Dalam kejadian ini, polisi telah menetapkan dua orang berinisial AAH (20) dan AP sebagai tersangka. Kedua pembunuh ini ternyata sudah mengenal target yakni karena hubungan agen mobil dan pemilik bengkel cat mobil.

“Korban sering membenarkan mobil miliknya di bengkel hak tersangka ini, ” katanya.

Peristiwa pembunuhan tersebut berasal pada Rabu (13/5), saat itu korban datang ke bengkel simpulan untuk memperbaiki mobil miliknya yaitu Daihatsu Xenia No. Pol BK 1446 Jl warna biru udara.

Pada saat tersebut juga tersangka AP langsung mengambil kepala korban hingga tak sadarkan diri. Tak sampai disitu, simpulan AP dibantu tersangka AAH balik memukul korban dengan menggunakan palu dan skop.

Selanjutnya tersangka AP mengambil seutas tali berwarna hijau dari jemuran di belakang rumah dan kemudian menipu leher dan mengikat korban maka korban meninggal dunia. Kemudian para-para tersangka menyeret korban dan menyurukkan mayat Hendri di sudut kawasan bengkel dengan kelambu mobil milik korban.

Selanjutnya tersangka AP membawa mobil korban dan menjualnya seharga Rp59 Juta & memberikan Rp200 Ribu kepada simpulan AAH sebelum melarikan diri.

Dalam kasus itu, pihak kepolisian berhasil mengamankan tersangka AAH, sementara tersangka AP masih dalam pencarian.