Mengintip Pengorbanan Tenaga Medis Covid-19 dalam Wisma Atlet saat Buka Pertarakan

0
427

Perkataan. com – Sebesar video ataupun foto menunjukkan klub yang mengabaikan protokol kesehatan dan aturan pemerintah lainnya demi berbelanja baju lebaran. Padahal di sisi lain ada yang melupakan konvensi baju baru saat merayakan Lebaran karena harus ikut andil pada penanganan virus Corona Covid-19. Antaralain para tenaga medis.

Jangankan memikirkan membeli baju Lebaran, menjalani tugas sebagai tenaga medis Covid-19 pun sudah sangat menguras tenaga dan pikiran mereka.

Contohnya para petugas medis yang bekerja menangani pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Seperti yang sudah diketahui, mereka harus bekerja selama 8 jam dengan menggunakan Alat Penjaga Diri (APD).

Beberapa tenaga medis sempat menunjukkan APD yang mesti digunakan itu tiga lapis beserta sarung tangan, serta kacamata pelindung.

Alat Pelindung Diri (APD) tim medis (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha & twiter @KIMTAE07_)

Sebagian dari mereka pula sempat menceritakan bagaimana susahnya berfungsi dengan menggunakan APD. Untuk buang air kecil pun mungkin mereka harus berpikir dua kali.

Khusus di bulan Bulan berkat ini, mereka pun harus melaksanakan ibadah puasa yang berbeda daripada sebelumnya.

Pemilik akun Twitter @oritha membagikan suatu video yang memperlihatkan para tenaga medis di RSD Wisma Atlet saat berbuka puasa, Selasa (19/5/2020).

“Teman-teman medis, dokter atau perawat yang terakhir turun tugas, ” kata seorang pria yang berbicara dalam video tersebut.

Dalam video itu terlihat para tenaga medis yang mengantre untuk mengambil makanan berbuka puasa.

Namun tersedia yang berbeda dari biasanya, yaitu mereka harus buka puasa lebih lama dari waktu berbuka.

“Jadi kalau yang berpuasa, saat ini jam tujuh lewat mereka baru bisa mamah dan minum karena mereka baru melepas baju APD-nya, ” sambung pria itu.

Mereka baru bisa berbuka puasa ketika jam kerjanya telah habis dan membuka semua lapisan APD-nya.

Salah seorang dokter yang tengah mengambil makanan sempat ditanya soal itu.

“Udah Isya baru buka puasa? ” tanya pria itu.

“Iya, enggak apa-apa, ” tutur seorang wanita yang dipanggil dokter.

Intimidasi Penularan Covid-19

Kondisi itu pun berbanding terbalik dengan masyarakat. Meski sudah ada peraturan pemerintah kepada masyarakat buat tetap diam di rumah, tetapi sepertinya sulit untuk dituruti.

Sejumlah tempat perbelanjaan berangkat dari pasar hingga mal pula malah ramai dikunjungi masyarakat di tengah ancaman penularan Covid-19.

Seperti terlihat dalam gambar viral yang memperlihatkan kondisi rekan di Bogor, Jawa Barat lengkap sesak dengan orang.

Kondisi pasar yang penuh secara penjual dan pembeli ini terang tidak menaati aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan pemerintah.

Semacam dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @bogor24update pada Minggu (17/5/2020).

“Viral kondisi Pasar Anyar, Minggu 17 Mei 2020, siang. Kondisi ramai ini di tengah pemberlakuan PSBB tahap 3 di Kota Bogor, ” tulis akun @bogor24update.