Target Dua Tahun, Iwan Ditangkap Tekab di Pinggir Jalan

0
432

Suara. com – Team Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polres Lampung Tengah, Terkatung-katung, berhasil membekuk pelaku pencurian dengan pemberatan (curat), HWD alias Iwan Benu.

Pelaku sudah menjadi buronan sejak dua tarikh lalu. Warga Dusun I Terbanggi Agung, Kecamatan Gunung Sugih itu dibekuk di pinggir jalan dalam Dusun Tani Maju, Kampung Dunia Ratu, Kecamatan Bumiratu Nuban, Minggu (3/5/2020) sekitar pukul 10. 30 WIB.

Kasat Reskrim Polres Lamteng AKP Yuda Wiranegara, mewakili Kapolres AKBP I Made Rasma mengatakan, Iwan Benu ialah DPO sejak 2018 lalu.

Sementara satu orang pasar pelaku yakni ASD sudah terlebih dahulu diamankan dan menjalani aniaya.

Yuda mengatakan pelaku Iwan Benu diamankan berdasarkan masukan JMN warga Kampung Bulusari, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Lamteng dengan Nomor Laporan: LP/377-B/XII/2018/Polda LPG/Res Lamteng/Sek Gunsu, tanggal 07 Desember 2018.

Pelaku beserta rekannya terlibat aksi curat pada Jumat 7 Desember 2018 lalu secara korban JMN.

“Keduanya membobol bengkel milik JMN dengan cara merusak kunci gembok. Kemudian mengambil barang-barang berupa 4 unit accu, 1 unit trafo lass, 1 unit jeksu/mesin bor, & 1 unit lotter, ” terang Yuda, Senin (4/5/2020).

Tidak cukup sampai disitu, pelaku lantas masuk ke di dalam rumah korban dengan cara mencongkel jendela kamar mengambil CPU, dan CCTV rumah korban.

Saat kejadian, istri korban terjaga, pelaku selanjutnya menodongkan senjata garang dan berhasil melarikan diri.

“Atas peristiwa ini, korban mengalami kerugian sebesar Rp 10 juta rupiah, ” terangnya dilansir dari Saibumi. com —jaringan Suara. com .

Yuda menambahkan, setelah melaksanakan penyelidikan dan mendapatkan informasi kehadiran pelaku, tim Tekab yang dipimpin Kanit Jatanras Polres Lamteng Ipda M. P Ramdoni, melakukan interpretasi.

Selain tersangka bahan bukti yang ikut diamankan yaitu 1 unit mesin lotter, dan 1 unit mesin bor listrik.

“Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku kita jerat dengan pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara, ” pungkasnya.