Polisi Bekuk Pelaku Penyebar Video Hoaks Jalan Cipinang Melayu Lockdown

0
281

Suara.com – Polres Metro Jakarta Timur menangkap pelaku penyebar video berisi informasi bohong atau hoaks yang menyatakan akses Jalan Inspeksi Kalimalang, Cipinang Melayu, Jakarta Timur di-lockdown. Video tersebut sempat beredar di media sosial hingga menjadi viral.

Dalam video berdurasi 21 detik itu tampak seorang pria merekam adanya penutupan jalan. Terlihat pula beberapa petugas proyek di sekitar lokasi jalan yang ditutup menggunakan material seperti seng.

Pria perekam video tersebut lantas menjelaskan, lokasi tersebut merupakan Jalan Inspeksi Kalimalang, Cipinang Melayu, Jakarta Timur yang telah ditutup permanen alias di-lockdown.

“Bos laporan bos, Cipinang Melayu akses sudah ditutup, lockdown. Semua pintu ditutup sudah tidak bisa untuk bebas keluar masuk, sudah ditutup secara permanen sampai waktu yang tidak bisa ditentukan,” kata pria dalam video tersebut seperti dikutip Suara.com, Minggu (29/3/2020).

Kasat Lantas Polrestro Jakarta Timur AKBP Suhli memastikan, informasi yang disampaikan dalam video tersebut tidak benar. Kekinian, pelaku yang menyebarkan video hoaks tersebut pun telah diamankan di Polres Metro Jakarta Timur.

“Pelaku yang memviralkan sudah dibawa ke Polres,” kata Suhli kepada wartawan, Minggu (29/3/2020).

Suhli lantas mengemukakan bahwa akses Jalan Inspeksi Kalimalang, Cipinang Melayu, Jakarta Timur itu telah ditutup warga atas koordinasi RT dan RT setempat sejak Sabtu (28/3/2020) pukul 16.00 WIB. Namun, kata dia penutupan jalan tersebut dilakukan tanpa terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihaknya.

“Tanpa ada koordinasi penutupan jalan ini dengan kepolisian, tidak ada. Kami ke sini juga mengecek adanya video viral,” ujarnya.

Suhli juga mengungkapkan, alasan warga melakukan penutupan jalan tersebut karena kabar yang menyebutkan adanya salah satu warga yang telah berstatus orang dalam pemantauan atau ODP Covid-19. Atas dasar itu, warga berkoordinasi dengan RT dan RW setempat melakukan penutupan jalan tanpa sepengetahuan aparat kepolisian setempat.

“Penutupan ini terkait informasi yang didapat ada satu orang yang sudah ODP Covid-19, jadi mereka mengantisipasi sendiri tanpa ada koordinasi penutupan jalan ini dengan kepolisian,” katanya.

Lanjut baca Pokerrepublik