Home Blog Page 43

Tanda Operasional KRL Ditambah Hingga Pukul 9 Malam di Masa PSBB Transisi

0

Suara. com – PT Andong Commuter Indonesia (KCI) menambah tanda operasional KRL Commuterline mulai memukul 04. 00 hingga 20. 00 WIB menjadi pukul 04. 00—21. 00 WIB selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pertukaran mulai Senin (8/6/2020).

Jam operasional tersebut akan mengakomodasi pengguna KRL yang beraktivfitas kembali sehingga KCI mengimbau untuk merencanakan perjalanan dengan cermat.

“Kemungkinan adanya antrean pengguna sehubungan aturan jaga jarak aman & batasan kapasitas di dalam kereta bisa saja terjadi, ” kata pendahuluan VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba di Jakarta, ditulis Senin (8/6/2020).

Agar tidak tergesa-gesa dalam menggunakan KRL, KCI mengimbau para pengguna merencanakan perjalanan dengan cermat, terutama tiba Senin (8/6).

Secara jam operasional yang diperpanjang, introduksi Anne, perjalanan KRL juga berserang dari 784 perjalanan menjadi 935 perjalanan setiap harinya.

Penambahan tersebut akan menjadi penyelesaian meminimalisasi kemungkinan kepadatan pada setiap rangkaian kereta.

Tetapi, kata Anne, antrean maupun kepadatan diperkirakan sulit dihindari bila pola aktivitas para pengguna KRL terpusat pada jam-jam sibuk pagi serta sore hari.

PT KCI pun tidak menekan jarak waktu antarkereta atau headway, terutama pada jam-jam sibuk.

Di lintas Bogor, headway pada jam sibuk tetap 5 menit dengan 124 perjalanan KRL pada jam sibuk pagi keadaan dan 126 perjalanan pada sore hari.

Lintas Bekasi, headway pada tanda sibuk adalah 10—15 menit dengan 51 perjalanan KRL pada jam sibuk pagi hari dan 55 perjalanan pada sore hari.

Di lintas Rangkasbitung/Serpong, headway pada jam sibuk adalah 10—15 menit dan 30 menit untuk kereta-kereta pemberangkatan maupun tujuan Rangkasbitung dengan keseluruhan 58 perjalanan di dalam jam sibuk pagi hari & 67 perjalanan pada sore keadaan.

Sementara itu, di lintas Tangerang, headway pada jam sibuk adalah 18—20 menit dengan 26 perjalanan pada jam giat pagi hari dan 31 kunjungan pada sore hari.

“Jumlah frekuensi perjalanan dan jarak waktu antarkereta saat ini sudah dimaksimalkan. Di lintas Bogor, misalnya, sudah sangat sulit menambah penjelajahan kereta karena headway sudah maksimal sesuai dengan kapasitas prasarana perkeretaapian yang tersedia, ” katanya.

Sebagian jalur rel selalu masih dipakai bersamaan dengan jenis kereta lain, misalnya KLB (kereta luar biasa) antarkota dan kereta yang mengangkut logistik.

Dengan frekuensi perjalanan yang tidak dapat berubah banyak, PT KCI memperpanjang rangkaian kereta menjelma mayoritas 10 dan 12 gerobak dalam satu rangkaian.

KCI saat ini memiliki 36 rangkaian kereta dengan formasi 12 kereta, 41 rangkaian kereta dengan formasi 10 kereta, dan 35 rangkaian kereta dengan formasi 8 kereta. Setiap harinya 88 rangkaian KRL beroperasi melayani masyarakat.

Adapun sisanya merupakan gerobak cadangan untuk pengganti saat tersedia kereta yang mengalami kendala teknis, antisipasi saat perlu mengeluarkan kereta tambahan, dan rangkaian kereta dengan sedang menjalani perawatan rutin.

Pada masa transisi tersebut, KCI masih mengikuti aturan sejak pemerintah mengenai jumlah pengguna yang diizinkan dalam satu kereta yakni 35 persen dari kapasitas penuh.

Dengan demikian, buat menjaga kapasitas dan jarak tenteram (physical distancing) di dalam kereta, kata Anne, pengguna akan diatur melalui beberapa titik penyekatan sebelum masuk ke peron untuk naik kereta.

Penyekatan itu juga sudah berlangsung selama kala PSBB, saat jumlah pengguna KRL turun lebih dari 80 upah.

Penyekatan untuk mendahulukan physical distancing di dalam andong ini terkadang membawa konsekuensi logis, yaitu adanya antrean pengguna di stasiun-stasiun.

Secara PSBB transisi, jumlah pengguna KRL akan kembali meningkat. Maka, peluang akan terjadi juga antrean pengguna pada jam-jam sibuk.

“Untuk itu, KCI telah merancang petugas yang mengatur antrean biar tetap menjaga jarak. Di sebanyak stasiun dengan jumlah pengguna tertinggi, anggota TNI dan Polri pula hadir guna memastikan antrean berlaku tertib dan sesuai dengan aturan COVID-19, ” kata Anne.

PT KCI telah melengkapi lokasi penyekatan di stasiun secara marka antrean. Marka dibuat sebagai pedoman dalam mengantre dan biar pengguna tidak perlu selalu berinteraksi dengan petugas, demi meminimalisasi risiko penularan.

Selain bersiap merencanakan perjalanan, KCI kembali mengingatkan pengguna untuk melengkapi diri dengan perlindungan kesehatan yang dirasa perlu. Pengguna tetap diwajibkan untuk mematuhi masker dan mengikuti pengukuran suhu tubuh.

Pengguna pula dianjurkan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun sebelum dan sesudah naik KRL. Manfaatkan sarana wastafel tambahan yang telah ada di 72 stasiun.

Untuk meminimalkan risiko, pengguna juga dapat memakai pelindung wajah (face shield), membawa cairan pembersih tangan (hand sanitizer), dan menggunakan menyarung tangan. (Antara)

Puji Tuhan! Angka Kesembuhan Pasien Corona di Papua Barat Meningkat

0

Suara. com – Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Papua Barat mencatat nilai kesembuhan pasien positif corona dalam daerah tersebut meningkat dalam kira-kira pekan terakhir.

Ujung Bicara Pemprov Papua Barat untuk Penanganan COVID-19, Arnoldus Tiniap di Manokwari, Sabtu, mengutarakan bahwa had saat ini sudah sebanyak 74 orang atau 41, 6 tip pasien yang berhasil sembuh.

“Di sisi lain penambahan jumlah pasien positif cenderung melandai sekitar 16 persen. Nanti tim akan melakukan kajian secara mendetil, termasuk akan kita klasifikan bagi daerah, ” katanya sebagaimana dilansir Antara .

Pada jumpa pers dengan virtual tersebut, Arnoldus mengutarakan di dalam Sabtu 6 Juni 2020 berlaku penambahan konfirmasi positif di Papua Barat sebanyak tiga kasus. Penambahan itu berasal dari Kabupaten Teluk Bintuni.

Hingga saat ini jumlah warga positif COVID-19 di Papua Barat sebanyak 178 orang. Kasus terbanyak terjadi di Kota Sorong mencapai 58 karakter, Teluk Bintuni 48, Kabupaten Dorong 41, Raja Ampat 16, Manokwari delapan, Teluk Wondama tiga, Fakfak dua, Manokwari Selatan dan Kaimana masing-masing satu kasus.

Sedangkan untuk pasein yang berhasil sembuh tertinggi terjadi di Teluk Bintuni sebanyak 35 orang, Kabupaten Sorong 19, Raja Ampat 12, Manokwari enam, Kota Sorong mulia, Manokwari Selatan satu serta Fakfak satu.

Tiniap menuturkan angka kesembuhan pasien positif pada Papua Barat semula cenderung stagnan, namun belakangan jumlahnya terus meningkat bahkan di beberapa daerah menikmati peningkatan cukup drastis.

“Seperti di Kabupaten Sorong, awalnya hanya satu orang yang sembuh. Selang waktu beberapa pasar bertambah lagi satu, dan kemarin naik drastis sebanyak 17 karakter yang berhasil sembuh, ” ucap Arnoldus.

Ia menambahkan bahwa angka kesembuhan pasien di Papua Barat belum terjadi secara merata di sembilan daerah yang terpapar COVID-19.

“Seperti Kaimana dan Teluk Wondama sejauh ini belum melaporkan data pasien yang sembuh. Pada Kota Sorong, dari 58 pengesahan positif baru satu yang sehat, ” ujarnya lagi.

Pihaknya berharap, jumlah pasien yang sembuh di provinsi ini tetap mengalami peningkatan dan merata pada seluruh daerah.

“Kita pun bersyukur untuk pasien membangun yang meninggal dunia tidak ada penambahan. Sejauh ini baru perut, mudah-mudahan yang lain sembuh semua, ” katanya.

Cari Kerja saat Covid-19: Selalu Positif, Semua Pengalaman Kerja Berharga

0

Suara. com – Lulusan tahun ini menghadapi persaingan yang lebih ketat untuk mendapat pekerjaan karena pandemi Covid-19.

Sekitar 400. 000 mahasiswa meraih gelar sarjana dalam 2020 dan langsung melihat jalan menguap dalam semalam.

12 tahun yang lalu, lulusan universitas menghadapi kecemasan yang serupa ketika krisis keuangan global menjadikan resesi. Bank runtuh, bisnis berantakan, dan jutaan orang kehilangan order mereka.

Tapi kursus apa yang dapat diturunkan oleh lulusan 2008 kepada lulusan 2020? Kami meminta tiga lulusan 2008 untuk berbagi dengan rekan itu yang lebih muda.

Lindsay Cash, 35: ‘Coba kejadian baru dan ambil manfaatnya’

Saya pikir saya lupa satu dari mereka yang bermanfaat dari lulusan 2008.

Saya belajar hukum di Warwick University. Saya sedang menyelesaikan pelajaran praktik hukum saya (LPC) kala firma hukum mulai menghubungi teman-teman untuk menunda kontrak pelatihan itu.

Teman-teman beta dan saya berada dalam situasi yang sama. Jadi, ketika telepon berdering, saya sudah tahu barang apa yang mereka katakan. Kontrak pelatihan saya ditangguhkan selama dua tahun, tapi untungnya perusahaan menawari beta pekerjaan sebagai paralegal.

Gaji yang diberikan lebih rendah, tapi saya bekerja di bagian kepailitan dan litigasi pada zaman itu jadi saya selalu sibuk.

Pada saat saya selesai masa persetujuan tahun 2012, mereka memecat banyak orang. Tidak ada pekerjaan dalam bidang yang ingin saya masuki, jadi saya meninggalkan firma patokan itu dan memutuskan untuk tahu dunia luar.

Saya akhirnya tinggal di Australia, tahu bekerja di jasa keuangan & sekarang sebagai manajer komersial di perusahaan IT.

Orang bertanya tentang berapa lama beta bisa bertahan dalam satu order. Saya pernah ditanya: Apakah aku kutu loncat? Dan saya hanya mengatakan bahwa CV saya ialah produk dari krisis keuangan.

Saya mengambil pekerjaan yang membantu saya membangun keterampilan dengan akan saya gunakan di kala depan. Saya tidak pernah bersandar menunggu untuk diberikan sesuatu. Dan terutama mereka dari generasi dengan lebih tua bisa memahami dasar itu.

Ada lektur yang hebat dari Steve Jobs (salah satu pendiri Apple) yang mengatakan, “Anda tidak dapat memper titik-titik sambil melihat masa pendahuluan; Anda hanya dapat menghubungkan mereka setelah melihat ke belakang. ”

Ketika aku melihat ke belakang saya menyadari bahwa segala sesuatu tidak selalu berhasil. Tapi Anda bisa berceloteh: apa yang harus saya lakukan untuk bergerak maju?

Scott Wilson-Laing, 33: ‘Selalu meyakinkan, semua pengalaman kerja berharga’

Saya berusia 11 tahun ketika saya tahu saya ingin menjadi pilot. Saya bahkan berputar untuk langsung melamar ke Bala Udara (RAF). Tapi penasihat karier saya mengatakan kepada saya kalau gelar universitas akan terlihat lebih baik pada formulir lamaran. Aku akan digaji lebih tinggi dan dipromosikan lebih cepat. Jadi hamba memutuskan masuk ke Universitas Wales untuk mempelajari sejarah dan arkeologi.

Pada saat aku lulus pada 2008, peluang sudah kering. Kantor perekrutan RAF mengatakan bahwa mereka tidak merekrut posisi tertentu seperti pilot. Saya apalagi tidak bisa menunggu satu tarikh untuk melamar lagi karena aku akan terlalu tua. Saya patah hati.

Tidak ada pekerjaan di kota asal saya di Sunderland. Jadi saya melamar apa pun yang ada. Pada akhirnya saya bekerja di call centre selama setahun. Setelah tersebut, saya bekerja di sebuah mercu suar selama enam bulan serta kemudian pabrik baja. Selama enam tahun saya bekerja dari garis produksi untuk penjualan dan operasi, sebelum pindah ke sebuah perusahaan IT.

Saya berjalan untuk orang lain selama satu dekade. Saya punya anak hawa yang berusia 10 tahun sekarang. Hal kecil seperti harus menodong liburan satu hari hanya untuk melihat pertunjukan sekolahnya membuat hamba memikirkan kembali karier saya.

Jadi saya menggunakan piawai saya untuk mendirikan WL Distillery di County Durham tahun berarakan. Kami memproduksi gin premium.

Dan kemudian pandemi datang. Sebuah pabrik di China membuat beberapa peralatan kami jadi kami tidak bisa membuat gin. Tapi kami melihat ada kehinaan pembasmi kuman tangan yang gembung, jadi kami memutuskan untuk memakai bahan kami untuk memproduksi di jumlah kecil untuk layanan kesehatan Inggris (NHS), sekolah dan UMKM.

Saran saya untuk lulusan baru adalah untuk langgeng positif yang Anda bisa serta berhenti memikirkan hal yang tidak sesuai angan. Saya kira tumbuh saya sudah jelas: pergi ke universitas, mendapatkan pekerjaan dan memperoleh paket pensiun bagus. Tapi kisah hidup semacam itu bukan lagi bagian dari dunia di mana kita tinggal sekarang.

Bukalah hati untuk peluang yang jadi di luar rencana. Bekerja di sebuah pusat panggilan adalah dalam mana saya belajar cara yang tepat untuk berbicara dengan pekerja. Sungguh menakjubkan keterampilan yang Anda dapat dari pekerjaan, bahkan tanpa Anda sadari.

Harriet Nicholson, 33: ‘Jangan mengesampingkan pekerjaan non-sarjana’

Saya noda untuk mengatakannya sekarang, tapi ketika saya lulus pada 2008 kupikir orang akan melemparkan kesempatan di saya. Saya tahu ada genting keuangan terjadi, tapi saya percaya pasar berutang pekerjaan pada kami. Saya punya gelar sarjana sejarah dari Universitas Oxford dan tetap berprestasi. Saya sangat sombong.

Bilamana itu saya mau langsung bekerja di perusahaan raksasa seperti Unilever dan Reckitt Benckiser. Ketika saya tidak mendapatkan di mana pun, saya mulai melamar ke agen periklanan, dan penjaja besar seperti Tesco. Saya pikir saya mengirim sekitar 10 permintaan. Saya mendapat lima wawancara.

Setelah empat bulan membuktikan dan tidak ada tanda-tanda nyata, saya akhirnya pindah kembali ke Southampton di mana saya mengambil pekerjaan sebagai resepsionis bidang medis.

Saya merasakan malu dan telah kehilangan kepercayaan diri. Pekerjaan itu membuat beta menyadari saya tidak sebaik dengan saya pikir. Begitu banyak orang yang bisa melakukan pekerjaan aku dengan lebih baik.

Setelah itu saya mendapat kesempatan magang di Oxfam. Kesempatan itu sangat berguna karena saya mendapat banyak kontak dan akhirnya meneruskan studi untuk mendapat gelar magister manajemen. Studi itu mengantar saya pada pekerjaan saya saat tersebut di sebuah konsultasi digital. Dalam kantor yang sekarang saya bersemuka suami saya!

Melihat ke belakang, saya memegang menggelar sarjana dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi, dan itu benar konyol. Sebagai contoh, ketika aku tidak berhasil mendapat pekerjaan dalam Unilever, saya menyerah. Saya tak berpikir mencari pekerjaan entry-level.

Saya akan mengatakan pada lulusan baru: Jangan takut untuk meminta bantuan, dan mengambil keuntungan dari hal-hal yang Anda renggut. Kembali ke 2008, kami mengambil pasar kerja sebagai pengguna mula Facebook dan Twitter, sehingga kami dapat mendidik perusahaan tentang jalan menggunakan platform tersebut.

Bisnis saat ini masih memeriksa untuk mencari tahu TikTok, siap jangan meremehkan kekuatan pengetahuan digital Anda.

Pasien di India Berjuang Bernapas Sudah 36 Hari Pakai Ventilator

0

Suara. com – “Dia mungkin tidak hendak bisa selamat malam ini. Kondisinya tiba-tiba memburuk sekali, ” rata Dr Saswati Sinha kepada hidup seorang pasien melalui telepon kala ia menuju kembali ke vila sakit melewati jalanan sepi dalam kota Kolkata, India.

Percakapan tersebut berlangsung pada 11 April malam. India saat itu berada dalam pergolakan lockdown, ataupun karantina wilayah, untuk mencegah penyebaran virus corona baru.

Penuturan Dr Sinha menyangkut kadar seorang pasien bernama Nitaidas Mukherjee. Dia telah berjuang melawan Covid-19 selama hampir dua pekan di Rumah Sakit AMRI di Kolkata, tempat Dr Sinha bekerja sebagai konsultan perawatan kritis.

Mukherjee berprofesi sebagai pekerja baik organisasi nirlaba yang membantu tunawisma dan warga miskin, terinfeksi Virus Corona. Pria berusia 52 tarikh itu berjuang untuk hidupnya di perawatan kritis sehingga saluran pernapasannya dibantu sebuah ventilator (alat bantu napas).

Sebelumnya, dia tiba di rumah sakit pada 30 Maret malam. Saat tersebut ia mengalami gejala demam tinggi kesulitan bernapas.

‘Kami jadi pahlawan tapi mereka telah melupakan kami’, curhat tenaga medis Italia usai pandemi mereda: Sejarah lima perawat di empat tempat yang memerangi Covid-19: ‘Saya bangga dengan pekerjaan saya’ Penyebaran virus corona di New York semacam ‘kereta peluru’

Buatan pemeriksaan Sinar-X tampak “sangat buruk”. Paru-parunya terlihat berwarna putih akibat dibanjiri sel-sel yang meradang. Cairan terlihat putih saat dirontgen. Kantung udara dipenuhi cairan yang menyekat aliran oksigen ke organ-organ tubuh.

Malam tersebut, dokter menggunakan masker aliran mulia untuk meningkatkan kadar oksigennya, memberinya obat diabetes, dan mengambil usap pada bagian tenggorokan untuk ulangan Covid-19.

Malam berikutnya, Mukherjee dilaporkan positif mengidap aib itu.

Ia semakin sulit bernapas & bahkan, melepaskan alat bantu oksigen untuk minum seteguk air pula menjadi tantangan.

Level saturasi oksigen yang normal untuk kebanyakan orang adalah antara 94% dan 100%, tetapi tarafnya telah turun menjadi 83%. Frekeunsi bernapas sebanyak 10 hingga 20 napas per menit adalah normal, tetapi Mukherjee bernapas lebih dari 50 kali per menit.

Saat itulah dia dibius serta dipasangkan ventilator. Ia tidak bangun lagi sampai tiga minggu lalu. Bahkan, butuh waktu yang lebih lama lagi sebelum Mukherjee luput dari alat bantu napas.

Tidak banyak pasien Covid-19 yang sakit kritis beruntung laksana Mukherjee.

Sekitar seperempat dari seluruh pasien yang memerlukan ventilator di New York meninggal dalam beberapa minggu pertama pembelaan, menurut sebuah studi. Sebuah studi di Inggris menemukan dua pertiga pasien Covid-19 yang memakai ventilator akhirnya meninggal.

Ada juga laporan ventilator yang ongkang-ongkang dengan baik pada anak obat Covid-19.

“Dalam kira-kira kasus mereka telah menemukan hasil yang mengerikan dengan ventilasi teknikus. Mungkin ada kerusakan paru-paru kalau ventilasi tidak optimal – pertama ketika orang berpikir bahwa kegagalan pernapasan selalu dikaitkan dengan ARDS atau sindrom gangguan pernapasan akut, ” Jean-Louis Vincent, profesor obat perawatan intensif di Rumah Rendah Erasme Univ Belgia, mengatakan kepada BBC.

Selama Mukherjee menggunakan ventilator, ia juga memakai pelemas otot – obat yang melumpuhkan otot sehingga pasien tidak mencoba bernapas sendiri.

Pada suatu malam di bulan April, keadaannya semakin memburuk.

Demamnya melonjak, detak dalaman menurun, dan tekanan darah turun drastis. Semua ini menunjukkan gejala infeksi baru.

Sambil dikejar waktu, dalam perjalanan balik ke rumah sakit, Dr Sinha membacakan instruksi di telepon kepada timnya dalam perawatan kritis.

Ketika dia tiba, pertarungan untuk menyelamatkan Mukherjee sudah berlaku.

Dr Sinha dan timnya memberikan antibiotik dengan ampuh sebagai pilihan akhir untuk membunuh infeksi langsung ke saluran darahnya, bersama dengan pelemas urat tambahan dan obat-obatan untuk menstabilkan tekanan darah.

Kemaluan tiga jam bagi badai untuk berlalu.

“Ini ialah pengalaman yang paling menguras gaya saya, ” kata Dr Sinha, yang telah menghabiskan 16 dibanding 21 tahun sebagai dokter sebagai konsultan perawatan intensif, kepada BBC.

“Kami harus bekerja cepat dan mengerjakannya. Itu memerlukan presisi. Kami berkeringat deras menggunakan alat pelindung kami [gaun ritsleting, sarung tangan ganda, pelindung kaki, kacamata, pelindung wajah] dan penglihatan kami kelam. Kami berempat bekerja tanpa henti selama tiga jam malam itu, “katanya.

“Kami melihat monitor setiap menit dan memeriksa apakah dia mengalami kemajuan. Saya mengatakan pada diri sendiri, awak ingin orang ini bertahan. Dia tidak sakit parah. Dia merupakan satu-satunya pasien Covid-19 dalam perawatan intensif saat itu. ”

Ketika Mukherjee menjadi tetap, saat itu pukul 02: 00 waktu setempat. Dr Sinha meninjau teleponnya.

Ada 15 panggilan tak terjawab dari istri Mukherjee dan saudara iparnya, seorang peneliti penyakit pernapasan yang susunan di New Jersey.

“Itu adalah malam menyesatkan mengerikan dalam hidup saya. Hamba pikir saya telah kehilangan suami saya, ” Aparajita Mukherjee, seorang manajer sumber daya manusia, mengutarakan kepada BBC.

Dia saat itu berada di panti, ditengah lockdown dan dikarantina, beserta dengan ibu mertuanya yang bersusia 80 dan terbaring di tempat tidur, beserta seorang bibi dengan difabel, tidak ada yang dinyatakan positif Covid-19.

Potensi terburuk telah dihindari, tetapi iklim Mukherjee masih tetap serius serta tidak stabil.

Mukherjee adalah seseorang dengan bobot institusi yang cukup berat dan pasien yang lebih berat lebih sulit untuk dibalikkan tubuhnya, demi memadamkan napas mereka.

Sinse memberinya hydroxychloroquine, obat yang biasanya digunakan untuk mengobati malaria, bergabung dengan vitamin, antibiotik dan obat penenang. Demamnya tetap tinggi.

Alarm terus berbunyi di unit perawatan intensif setiap suangi di tempat tidur Mukherjee. Terkadang saturasi oksigen akan turun. Sinar-X pada mesin portabel menunjukkan bagian putih di paru-paru tetap ada.

“Ada sedikit kemajuan tetapi itu pun lambat, ” sekapur Dr Sinha.

Akhirnya, sebulan setelah dirawat, Mukherjee menunjukkan tanda-tanda mengalahkan infeksi.

Virus corona: Perkembangan dari penyakit pernapasan ke serangan bervariasi organ tubuh Enam vaksin virus corona yang sudah diuji coba pada manusia ‘Jari kaki Covid’, salah satu kondisi klinis dengan mungkin gejala baru Covid-19?

Dia terbangun dari koma yang diinduksi secara medis. Masa itu Minggu. Ketika istri dan saudara ipar perempuannya melakukan panggilan video kepadanya, dia hanya menentang layar ponsel yang bercahaya.

“Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi. Semuanya tidak jelas. Saya melihat seorang wanita dengan celemek biru berdiri di depan saya, yang kemudian hamba ketahui adalah dokter saya, ” kata Mukherjee kepada BBC.

“Kau tahu, aku tertidur nyenyak selama lebih dari tiga minggu. Aku tidak tahu kok aku berbaring di rumah rendah. Itu adalah ingatan yang lenyap.

“Tetapi saya ingat sesuatu. Saya pikir saya berhalusinasi ketika saya dalam keadaan koma. Saya dikurung di suatu tempat, diikat tali, dan orang-orang mengucapkan kepada saya bahwa saya tidak sehat, dan mereka mengambil kekayaan dari keluarga saya, dan aku tidak dibebaskan. Dan saya mati-matian berusaha menghubungi orang untuk membangun saya. ”

Dalam akhir April, dokter melepasnya dibanding ventilator selama setengah jam & Mukherjee bernapas sendiri untuk perdana kalinya dalam hampir sebulan. Metode itu tidak mudah. Dokter mengutarakan Mukherjee sering mengalami “kepanikan” & menekan bel darurat di tepi tempat tidur karena berpikir tempat tidak akan bisa bernapas tanpa mesin itu.

Di 3 Mei, mereka mematikan ventilator, dan lima hari kemudian, mengirimnya pulang.

“Prosesnya itu panjang sekali. Dia menderita ARDS parah. Dia demam tinggi semasa empat minggu. Dia tidak bisa bernapas sendiri. Virus itu membuat malapetaka, ” kata Dr Sinha.

Sekarang di sendi, Mukherjee memulai kehidupan baru.

Dia mulai berjalan teristimewa tanpa bantuan. Bahkan beberapa ingatannya kembali.

Dia telah batuk selama beberapa hari sebelum dibawa ke rumah sakit, & telah mengunjungi dokter yang mendiagnosisnya sebagai infeksi tenggorokan. Waktu tersebut, dia masih bekerja, mengenakan masker, membantu kaum miskin dan bapet dari jalanan.

Dia telah mengunjungi rumah sakit, kantor polisi dan rumah perlindungan pada tempat kerja. Dia beberapa kali tidak minum obat diabetesnya, yang menjelaskan mengapa kadar glukosa darahnya yang tinggi pada saat masuk. Dia minum antibiotik dan menghirup nebuliser, seperti yang dia lakukan ketika dia menderita batuk setiap tahun ketika musim berubah.

“Tapi aku merasakan ada sesuatu yang salah ketika dia mengeluh dehidrasi dan mulai tidur berjam-jam. Dia sangat lelah. Dan kemudian dia mulai mengalami kesulitan bernapas dan kita menempatkannya dalam kursi roda dan membawanya ke rumah sakit, ” kata istri Mukherjee.

Pekan berantakan, Dr Sinha mengambil cuti sehari setelah 82 hari beraksi pada perawatan intensif, yang kini sempurna dengan pasien Covid-19.

Lebih dari 100 foto hp yang diambil oleh stafnya mengingatkan dia dan timnya tentang perjuangan mereka untuk menyelamatkan Mukherjee.

Ada foto para perawat yang letih saat masih menggunakan alat pelindung di stasiun pembelaan; berjaga konstan di dekat tempat tidur Mukherjee; kegembiraan dan kelegaan di hari ketika pasien, sambil tersenyum lemah, terlepas dari ventilator serta foto dia meninggalkan rumah kecil.

“Kami, sebagai suatu tim, pada akhirnya semua melaksanakan pekerjaan kami, ” katanya.

Mukherjee hanya bersyukur dia bernapas sendiri lagi.

“Aku tahu aku melawan penyakit ini, tetapi para dokter dan perawat yang melawan penyakit menyelamatkan hidupku. Korban perlu menceritakan sejarah mereka. Virus yang ganas mampu dikalahkan. ”

Keuskupan Agung Jakarta Matangkan Protokol Peribadatan Sebelum Buka Gereja

0

Suara. com – Gereja-gereja Katolik di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi yang berada dalam bawah wewenang Keuskupan Agung Jakarta akan siap dibuka kembali dalam masa Normal Baru usai berhentinya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena wabah Covid-19.

Sekretaris Keuskupan Agung Jakarta Unggul Prasojo mengatakan, pihaknya memastikan kesiapan peribadatan sehubungan dikeluarkannya surat edaran Menteri Agama.

“Kami sedang mematangkan protokol peribadatan pada masa tatanan normal baru (new normal) yang sedang disusun, ” ujar Adi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Keuskupan Agung Jakarta selalu akan memastikan kesiapan setiap paroki dalam menjalankan protokol peribadatan privat tersebut. Persiapan tersebut dilakukan secara seksama mengingat wilayah pelayanan Keuskupan Agung Jakarta terdiri atas DKI Jakarta, Tangerang dan Bekasi.

“Karena itu sebagai bagian dari memastikan kesiapan paroki-paroki tentu perlu dilihat sesuai dengan tulisan edaran Menteri Agama, yaitu permisi dari kepala daerah serta Satuan Gugus Tugas setempat. Itu yang sedang kami lakukan, kami komunikasikan dengan paroki, ” ujar dia.

Keuskupan Agung Jakarta perlu memastikan kesiapan paroki-paroki untuk menjalankan protokol peribadatan, diantaranya medium dan prasarana, sumber daya manusia. dan mitigasi risiko.

“Pada waktunya apabila protokol peribadatan sudah siap dan paroki-paroki sudah siap, tentu kami akan mulai membuka rumah ibadah sesuai dengan protokol yang diarahkan oleh pemerintah, ” katanya.

Menggugat Tembak Wartawan, Seorang Warga Aceh Dituntut Hukuman Percobaan

0

Suara. com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Aceh Barat, menuntut terdakwa Akrim bin almarhum Nurdin warga Meulaboh, Aceh Barat dengan kejahatan kurungan penjara selama enam kamar dengan masa percobaan selama mulia tahun.

Ia didakwa terbukti bersalah secara sah & meyakinkan melakukan pengancaman menggunakan bukan senjata api melainkan senjata api jenis mancis terhadap wartawan Modus Aceh, Aidil Firmansyah yang terjadi pada tanggal 5 Januari 2020 lalu.

“Menuntut tersangka Akrim bin alm Nurdin dengan pidana penjara selama enam bulan dengan masa percobaan selama mulia tahun, ” kata Jaksa Penggugat Umum (JPU) Yusni Febriansyah dalam ruang sidang Pengadilan Negeri Meulaboh, Aceh Barat, Selasa(2/6/2020).

Sidang ini berlangsung secara daring dipimpin oleh majelis hakim yang diketuai Zulfadly P dan hakim anggota masing-masing Muhammad Tahir dan Irwanto, serta panitera Mawardi.

Dalam tuntutannya, JPU Yusni Febriansyah menyatakan terdakwa Akrim terbukti bersalah melakukan tindak pidana risiko kekerasan yang melawan hukum dengan ancaman terhadap saksi Aidil Firmansyah.

Sedangkan mancis–korek api merek Cyclon warna Grey yang merupakan alat yang digunakan terdakwa saat melakukan pengancaman, dirampas buat negara untuk dimusnahkan.

Yusni Febriansyah juga menyatakan hal yang memberatkan terdakwa Akrim tidak ada, sedangkan hal yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa Akrim di hadapan menawan hakim mengaku bersalah dan mengiakan perbuatannya.

Ia juga berjanji tidak akan mengulangi tanduk tindak pidana di kemudian hari.

Sesudah mendengarkan tuntutan JPU, majelis ketua yang dipimpin oleh Zulfadly P menutup persidangan tersebut, dan sesi ditunda serta akan dilanjutkan di dalam Selasa, 9 Juni pekan pendahuluan.

Sumber: Antara

Disesalkan Nama Muhammadiyah Dicatut dalam Perbincangan Pemakzulan Presiden

0

Bahana. com – Kepala Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas menyesalkan nama organisasi Muhammadiyah dibawa-bawa dalam diskusi tentang aspek konstitusional pemakzulan presiden di tengah pandemi Covid-19 yang digelar di Yogyakarta.

Ia menilai perbincangan soal konstitusionalitas pemakzulan presiden pada era pandemi Covid-19 merupakan topik yang sensitif, demikian dilansir sebab kantor berita Antara.

“Hendaknya jangan dahulu membawa-bawa nama organisasi kemasyarakatan Muhammadiyah dalam topik sensitif itu sebelum bertanya dan berkonsultasi dahulu dengan Pimpinan Sentral dan/atau Pimpinan Wilayah Muhammadiyah setempat, ” kata Anwar dalam pemberitahuan yang diterima di Jakarta, Senin.

Menurut dia, topik itu menyangkut hal yang betul sensitif dan oleh pihak penguasa dan/atau para pendukung rezim tentu bisa diartikan bermacam-macam. Hal itu bisa merusak nama baik serta mempersulit posisi Muhammadiyah dalam melakukan fungsi dan tugasnya dengan bagus.

Kendati demikian, Anwar mengaku tidak keberatan kalau tersedia orang atau para pihak bicara dalam diskusi itu. Apalagi, pada negeri ini kebebasan berbicara dijamin dan dilindungi oleh undang-undang.

Untuk itu, Anwar dengan juga Sekretaris Jenderal Majelis Ustazah Indonesia itu mengimbau agar ke depan harus meminta konsultasi kepada Pimpinan Pusat dan Pimpinan Provinsi Muhammadiyah setempat jika akan menyelenggarakan acara yang akan menyeret-nyeret tanda Muhammadiyah ke ranah politik.

Penuh Penolakan SIKM, JALA Bantu PRT Lakukan Rapid Test

0

Suara. com – Banyak Penolakan SIKM, JALA Bantu PRT Lakukan Rapid Test

Koordinator Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Keluarga (JALA PRT), Lita Anggraeni, mengucapkan saat ini pihaknya telah mengupayakan rapid test terhadap para PRT yang kedapatan mudik dan belum bisa kembali ke kota masing-masing tempat mereka bekerja.

Hal itu seiring dengan ditolaknya 12. 710 permohonan Surat Persetujuan Keluar Masuk atau SIKM dengan antara lain mereka para PRT karena tak memenuhi syarat.

Lita menilai seharusnya rapid test diberikan kepada seluruh warga termasuk PRT.

“Karena PRT adalah pekerja dan warga negeri dengan income terendah. Maka mampu dibayangkan kalau kehilangan pekerjaan serta tidak ada perlindungan sosial. Sebab sudah seharusnya ada akses kesehatan tubuh dan perlindungan sosial bagi seluruh warga terutama seperti pekerja secara income rendah termasuk PRT, ” kata Lita dalam keterangannya, Minggu (31/5/2020).

Selain lantaran pemerintah, Lita menilai pemberi kerja juga seharusnya ikut menanggung kos rapid test terhadap para PRT.

“Demikian pula sponsor kerja seharusnya menanggung rapid test-nya dan semua biaya pengurusan persyaratan, ” kata Lita.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mengungkapkan sebanyak 12. 710 tuntutan Surat Izin Keluar Masuk atau SIKM ditolak karena tak menutup syarat.

Hingga Jumat (29/5/2020) ada 25, 664 orang telah mengajukan permohonan SIKM serta 12. 710 di antaranya ditolak karena tak memenuhi kriteria serasi Pergub DKI Jakarta.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Utama Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta, Benni Aguscandra, mengungkapkan, banyak pemohon mengajukan permohonan untuk Asisten Sendi Tangga (ART) yang akan kembali bekerja di Jakarta.

Adapun sebelumnya para ART itu pergi ke kampung halamannya era Peraturan Pelaksanan PSBB diberlakukan dalam wilayah DKI Jakarta

“Kami masih menemukan banyaknya tuntutan SIKM yang diajukan di asing ketentuan yang sudah ditetapkan pada peraturan perundangan, banyak pemohon mengajukan permohonan untuk Asisten Keluarga (ART) yang akan Kembali bekerja pada Jakarta, ” kata Benni dalam keterangannya, Sabtu (30/5/2020).

Benni menambahkan, tak sedikit serupa ditemukan permohonan yang tidak memerlukan SIKM karena perjalanan pemohon tak memasuki wilayah DKI Jakarta.

Benni kemudian mencontohkan lupa satunya perjalanan pemohon dari Cirebon menuju Bekasi atau dari Surabaya menuju Luar Negeri dengan terlebih dahulu transit di Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang, Banten.

Dia menyebut macam permohonan tersebut tidak diatur di dalam peraturan perundangan terkait perizinan SIKM di wilayah Provinsi DKI Jakarta.

Benni mengatakan biar tak ada SIKM ditolak, terbuka harus mempelajari ketentuan pengajuan kerelaan dan mempelajari perizinan SIKM pada laman https://corona.jakarta.go.id/id/izin-keluar-masuk-jakarta dan media sosial @layananjakarta, sebelum mengajukan permohonan.

“Dengan begitu seluruh pihak dapat membantu kami agar mengakhiri pemrosesan perizinan SIKM dengan lekas dan tentunya juga membantu awak yang benar-benar memerlukan SIKM itu, ” tutup dia.

Sebesar 12. 710 Permohonan SIKM Ditolak, Banyak di antaranya ART

0

Suara. com – Pemprov DKI Jakarta mencuaikan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mengungkapkan sebanyak 12. 710 permohonan Surat Izin Keluar Masuk atau SIKM ditolak karena tak memenuhi kondisi.

Hingga Jumat (29/5/2020) ada 25, 664 orang telah mengajukan permohonan SIKM dan 12. 710 di antaranya ditolak karena tak memenuhi kriteria sesuai Pergub DKI Jakarta.

Kepala Biro Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta, Benni Aguscandra, mengungkapkan, penuh pemohon mengajukan permohonan untuk Asisten Rumah Tangga (ART) yang bakal kembali bekerja di Jakarta.

Adapun sebelumnya para ART tersebut pergi ke kampung halamannya saat Peraturan Pelaksanan PSBB diberlakukan di wilayah DKI Jakarta

“Kami masih menemukan banyaknya permohonan SIKM yang diajukan pada luar ketentuan yang sudah ditetapkan dalam peraturan perundangan, banyak pemohon mengajukan permohonan untuk Asisten Sendi Tangga (ART) yang akan Kembali bekerja di Jakarta, ” kata Benni dalam keterangannya, Sabtu (30/5/2020).

Benni menambahkan, tidak sedikit juga ditemukan permohonan yang tidak memerlukan SIKM karena penjelajahan pemohon tidak memasuki wilayah DKI Jakarta.

Benni lalu mencontohkan salah satunya perjalanan pemohon dari Cirebon menuju Bekasi ataupun dari Surabaya menuju Luar Negeri dengan terlebih dahulu transit di Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang, Banten.

Tempat menyebut jenis permohonan tersebut tak diatur dalam peraturan perundangan terpaut perizinan SIKM di wilayah Provinsi DKI Jakarta.

Benni mengatakan agar tak ada SIKM ditolak, publik harus mempelajari keyakinan pengajuan izin dan mempelajari perizinan SIKM di laman https://corona.jakarta.go.id/id/izin-keluar-masuk-jakarta & media sosial @layananjakarta, sebelum mengajukan permohonan.

“Dengan begitu seluruh pihak bisa membantu kami agar menyelesaikan pemrosesan perizinan SIKM dengan cepat & tentunya juga membantu warga yang benar-benar memerlukan SIKM tersebut, ” tutup dia.

Tolak New Normal, Bupati Bintan Gaungkan Istilah Ini

0

Perkataan. com – Penerapan istilah New Normal untuk menggambarkan tatanan baru dalam hidup bersama Covid-19 yang digaungkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat penolakan daripada Pemerintah Kabupaten Bintan, Provinisi Kepulauan Riau.

Pemkab Bintan menolak penggunaan tersebut lantaran khawatir bakal menimbulkan permasalahan di pusat masyarakat.

Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan, masyarakat berpikiran New Normal sebagai kondisi wajar setelah pandemi Covid-19. Anggapan ini dapat menimbulkan permasalahan jika diimplementasikan dalam aktivitas sehari-hari.

“Anggapan New Normal sebagai posisi normal, tentu tidak benar. Ini berbahaya bila diimplementasikan dalam kesibukan sehari-hari, ” katanya seperti dilansir Antara pada Jumat (29/5/2020).

Apri, yang juga Pemimpin Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bintan, menegaskan mengganti istilah New Normal dengan kalimat beradaptasi secara kehidupan baru. Dia menilai, kalimat itu relatif lebih mudah dipahami masyarakat, terutama yang tinggal di pulau-pulau.

Beradaptasi secara kehidupan baru berarti masyarakat berangkat menyesuaikan diri dengan kondisi yang dihadapi sekarang. Untuk mencegah tak tertular Covid-19, masyarakat tetap harus melaksanakan protokol kesehatan dalam beraktivitas.

“Penggunaan istilah yang mudah dipahami masyarakat dibutuhkan karena itu berhubungan dengan aktivitas sehari-hari, apalagi tingkat pemahaman masyarakat tak selalu sama, ” ucapnya.

Apri mengemukakan kegiatan masyarakat akan dimulai lagi, tidak dibatasi, namun tetap harus mengindahkan protokol kesehatan agar tidak tertular Covid-19. Protokol kesehatan mengatur kehidupan masyarakat dalam beraktivitas.

Protokol kesehatan yang harus dijalankan seperti jaga jarak fisik, penggunaan masker dalam beraktivitas, penyediaan tempat mencuci tangan dan sabun, & menggunakan sarung tangan bagi praktisi yang berinteraksi dengan konsumen.

“Pengawasan ana perketat di ruang publik, serta tentu ada sanksi bagi pelanggarnya, ” katanya. (Antara)