Home Blog Page 33

Angka Kasus Positif Covid-19 Terbesar di Jakarta dan Jawa Barat

0

Suara.com – Angka kasus positif Covid-19 di Indonesia kian bertambah menjadi 1.285 orang. Setidaknya, dari sehari sebelumnya terdapat penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 130 orang pada Minggu, (29/3/2020).

Berdasar data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang diterima Suara.com, dari 130 kasus baru yang ditemukan hari ini, sebanyak 48 kasus berasal dari wilayah DKI Jakarta. Secara kumulatif hingga kekinian diketahui terdapat 675 kasus positif Covid-19 di Jakarta.

Selanjutnya, wilayah penyumbang kasus positif Covid-19 terbesar lainnya yakni Jawa Barat. Sebanyak, 30 kasus baru ditemukan per hari ini. Secara kumulatif terdapat 149 kasus positif Covid-19 di Jawa Barat.

Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengemukakan bahwa semakin bertambahnya kasus positif Covid-19 di Indonesia menggambarkan bahwa masih adanya masyarakat atau pasien positif Covid-19 di luar yang belum melakukan isolasi.

Di sisi lain, kata dia, hal itu bisa menjadi gambaran bahwa masih ada pula masyarakat yang tidak mengikuti anjuran pemerintah untuk berdiam diri di rumah hingga mencuci tangan dengan sabun secara bersih.

“Mari kita jadi pahlawan untuk melindungi diri, untuk melindungi orang lain, dan untuk melindungi seluruh bangsa ini. Kami yakin, kami optimis pasti kita akan bisa,” kata Yuri dalam keterangan resmi yang disiarkan akun Youtube BNPB, Minggu (29/3/2020) sore.

Untuk diketahui, angka kasus positif Covid-19 di Indonesia kian bertambah sebanyak 130 orang. Hingga Minggu (29/3/2020) sore tadi tercatat sebanyak 1.285 orang dinyatakan positif Covid-19. Lanjut baca Jayatogel

Disisi lain jumlah pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh juga bertambah sebanyak 5 menjadi total 64 orang. Meski, angka kematian akibat Covid-19 juga bertambah 12 dengan total keseluruhan berjumlah 114 orang.

RS Selektif Rawat Pasien Usia Rentan, Jubir Covid-19: Jangan Diskriminasi

0

Suara.com – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan layanan perawatan rumah sakit secara selektif diperuntukan bagi pasien yang tidak dapat melakukan isolasi diri.

Yuri lantas meminta masyarakat tidak mendiskriminasi orang dengan status positif Covid-19 dan diharapkan dapat memberi dukungan kepada mereka saat menjalani proses isolasi diri.

Menurut Yuri, rumah sakit secara selektif akan merawat pasien terindikasi Covid-19 yang dinilai tidak memungkinkan untuk melakukan proses isolasi diri. Misalnya, kelompok rentan lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, jantung, paru-paru dan sebagainya.

“Kita tidak punya cara lain. Perawatan di rumah sakit akan selektif dilakukan untuk yang memang betul-betul terindikasi penyakit dan tidak memungkinkan melaksanakan isolasi diri,” katanya dalam keterangan resmi yang disiarkan akun Youtube BNPB pada Minggu (29/3/2020) sore.

“Inilah yang kami siapkan di rumah sakit. Memang kekuatan terbesar kita adalah bagaimana bersama masyarakat bisa memutuskan rantai penularan dengan sebaiknya.”

Berkenaan dengan itu, Yuri lantas mengingatkan masyarakat untuk tidak mendiskriminasi atau mengucilkan orang dengan status positif Covid-19 yang tengah menjalani masa isolasi diri. Dia justru meminta masyarakat untuk membantu dengan memberi dukungan dan perlindungan kepada mereka.

“Kita lindungi yang sakit. Jangan didiskriminasikan. Jangan distigmatisasi. Lindungi dia agar bisa melakukan isolasi diri dengan baik di rumahnya. Bukan untuk dikucilkan, tetapi dibantu agar dia betul-betul bisa melaksanakan isolasi diri dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Sebelumnya, Yuri menyampaikan angka kasus positif Covid-19 di Indonesia kian bertambah sebanyak 130 orang. Hingga Minggu (29/3/2020) sore tadi tercatat sebanyak 1.285 orang dinyatakan positif Covid-19.

Disisi lain jumlah pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh juga bertambah sebanyak 5 menjadi total 64 orang. Meski, angka kematian akibat Covid-19 juga bertambah 12 dengan total keseluruhan berjumlah 114 orang.

Lihat juga Data HK

Restoran Masakan Padang Beri Nasi Salut untuk Driver Ojol, Ini Syaratnya

0

Keluaran HK Waralaba restoran masakan padang terkenal “Sederhana” memberikan layanan cuma-cuma kepada pilot ojek online (ojol).

Tempat makan tersebut memberikan terbengkalai gratis kepada driver ojol buat setiap pemesanan.

Peristiwa ini sebagaimana ditulis dalam pengumuman yang diunggah ke akun Instagram @sederhana. satrio pada Minggu (29/3/2020).

“Untuk di setiap pemesanan via aplikasi online GOJEK dan GRAB, kami akan menyampaikan 1 Nasi Bungkus kepada pilot, ” tulisnya.

Pihak restoran menambahkan, “Pastikan untuk membuang bungkus kemasan, cuci tangan, dan panaskan kembali makanan untuk kesehatan dan keselamatan Anda”.

Layanan ini tersedia untuk menolong kampanye #dirumahaja yang berusaha meminimalisir tingkat penyebaran virus corona ataupun Covid-19.

Menurut “Sederhana”, layanan ini tersedia selama kamar April dengan jumlah nasi salut yang dibagi akan berbeda di dalam setiap outlet.

Nasi bungkus gratis untuk driver ojol ini hanya tersedia di dalam beberapa outlet di Jakarta serta Bandung.

Sejumlah warganet berharap agar pihak restoran tidak membatasi jumlah nasi bungkus dengan dibagikan.

Untuk diketahui, imbas pandemi virus corona mengakibatkan banyak sendi makan dan perkantoran ditutup. Untuk, pengemudi ojek online hal ini membuat pendapatannya berkurang drastis.

Menyikapi situasi seperti tersebut, Dua CEO Gojek, Andre Soelistyo dan Kevin Aluwi, akan memangkas gaji mereka selama 12 bulan ke depan untuk disumbangkan kepada para mitra pengemudi yang terdampak secara ekonomi oleh pandemi Covid-19.

Andre dan Kevin akan menyerahkan 25 persen gajinya selama 12 bulan ke pendahuluan ke dana bantuan yang dikelola yayasan yang baru dibentuk Gojek khusus untuk membantu para pengemudi yang mengalami kesulitan akibat lesunya perekonomian selama pandemi global tersebut.

Selain dari Andre dan Kevin, Dana Bantuan Pacar Gojek (Gojek Partner Support Fund) yang dikelola oleh Yayasan Anak Bangsa Bisa itu akan menampung sumbangan dari manajemen seniro Gojek, pengalihan seluruh anggaran kenaikan gaji karyawan Gojek, dan donasi sebab pihak lain.

“Di Gojek, pandemik telah memaksa awak untuk bekerja dari rumah, membawa kami keluar dari zona nyaman untuk menjalankan bisnis secara berbeda, dan menciptakan banyak tantangan saat kami berupaya menyesuaikan diri, ” kata duo CEO Gojek, Andre dan Kevin dalam pernyataan bergabung, Selasa (24/3/2020).

“Tapi jujur saja, masalah awak tidak seberapa dibandingkan dengan apa yang dihadapi mitra driver, merchant dan service provider kami, di mana mata pencahariannya sangat berpegang pada perputaran roda ekonomi, dengan kini tengah melambat akibat pandemi ini, ” kata mereka.

Selain dua petinggi Gojek, beberapa artis dan publik wujud juga ikut menyumbang untuk para driver ojol dengan caranya masing-masing.