Home Blog Page 2

Brigjen Prasetijo Coret Nama Kabareskrim, Tersebut Kata Saksi Ahli Kasus Djoko Tjandra

0

Suara. com – Jaksa Penggugat Umum (JPU) turut menghadirkan seorang saksi ahli bernama AKBP Rita Kundarwati dalam sidang perkara tulisan jalan palsu. Rita merupakan Kepala Sub Bagian Tata Naskah Sekretariat Umum Polri.

Di dalam sidang yang dihelat di Mahkamah Negeri Jakarta Timur, Selasa (17/11/2020), dia menjelaskan mengenai jenis surat dalam lingkungan Polri. Menurutnya, semesta surat harus mengacu pada Peraturan Kapolri No. 7 Tahun 2017 tentang Naskah Dinas dan Metode Persuratan Dinas di Lingkungan Polri.

Keterangan itu disampaikan Rita mengenai surat berkepanjangan yang diduga dipalsukan untuk melancarkan langkah terdakwa Djoko Tjandra mendalam ke Tanah Air. Dalam kejadian ini, Peraturan Kapolri Nomor 7 Tahun 2017 tidak mengatur soal konsep pembuatan surat jalan.

“Adanya surat izin, surat izin jalan, dan surat order perjalanan dinas, ” kata Rita di ruang sidang.

Baca Juga: Nomor Ponsel Sudah Tak Rajin, Djoko Tjandra Ragukan Keterangan Bukti

Rita menjelaskan, pihak-pihak yang mempunyai kewenangan menandatangani surat dinas anggota Polri adalah pejabat utama. Contohnya, Kepala Badan Reserse Kriminal, Kepala Badan Pemeliharaan Ketenangan, atau Inspektorat Pengawasan Umum.

Dalam kasus ini, status terdakwa Brigjen Prasetijo — yang saat itu menjabat Kepala Biro Korwas PPNS Polri — tidak mempunyai kewenangan untuk menandatangani. Kejadian tersebut diungkapkan saat menjawab pertanyaaan yang dilayangkan oleh JPU.

“Biro Korwas? ” tanya JPU.

“Oh, bukan pejabat utama, ” pikiran Rita.

Rita menambahkan, seorang Kepala Biro tidak bisa menandatangani surat atas namanya sendiri. Seharusnya, kewenangan tersebut adalah milik pimpinan sang Kepala Biro — dalam hal ini, pimpunan Prasetijo adalah Komjen Listyo Sigit Prabowo.

Baca Juga: Terkuak! Brigjen Prasetijo dan Anita Pernah Foto Bareng di Atas Udara

“Harus atas nama Kabareskrim, ” ungkap dia.

Selanjutnya, Rita menyebut kalau satuan Biro dalam institusi Polri tidak mempunyai cap maupun mengecap jabatan. Dengan demikian, seorang Kepala Biro tidak dapat menandatangani surat dinas.

“Kalau surat jalan, tidak ada selama tersebut, ” tutupnya.

Coret Nama Kabareskrim

Dalam sidang perdana dengan dihelat pada Selasa (13/10/2020) lulus, JPU menyebut jika Brigjen Prasetijo Utomo mencoret nama Kabareskrim, Komjen Listyo Sigit. Pasalnya, dalam metode pembuatan surat jalan, seharusnya ditandatangi oleh Komjen Listyo.

Oleh Brigjen Prasetijo, nama atasannya dicoret agar surat bulevar palsu bisa segera terbit. Dia yang saat itu menjabat jadi Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri, meminta bawahannya untuk merevisi surat jalan itu.

“Untuk pejabat dengan menandatangani sebelumnya tertulis Kepala Lembaga Reserse Kriminal Polri dicoret dan diganti menjadi Kepala Biro Harmonisasi dan Pengawasan PPNS termasuk tanda Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo dicoret dan diganti menjadi nama saksi Brigjen Prasetijo Utomo & pada bagian tembusan dicoret atau tidak perlu dicantumkan tembusan, ” kata jaksa di ruang pati Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Keterlibatan Brigjen Prasetijo di dalam perkara ini bermula saat Anita Kolopaking — yang saat itu berstatus sebagai kuasa hukum Djoko Tjandra — mengurus Peninjauan Kembali di Pengadilan Negeri Jakarta Daksina.

Saat itu, Djoko Tjandra selaku pihak pemohon diwajibkan hadir untuk mendaftarkan PK tersebut. Djoko Tjandra yang masih berkedudukan buronan saat itu sedang berada di Negeri Jiran, Malaysia.

Berkenaan dengan itu, Anita langsung meminta bantuan pada Brigjen Prasetijo. Selanjutnya, Brigjen Prasetijo mengutus saksi bernama Dody Jaya selaku Kaur TU Ro Korwas PPNS Bareskrim Polri untuk membuat tulisan jalan ke Pontianak, Kalimantan Barat dengan keperluan bisnis tambang.

Terkait perubahan surat tiang tersebut, jaksa menyatakan jika hal itu tidak sesuai dengan Sistem Kapolri Nomor 7 Tahun 2017 tentang Naskah Dinas dan Bahan Persuratan Dinas di Lingkungan Polri. Namun, Brigjen Prasetijo tetap mengutus bawahannya agar tetap melakukan revisi surat.

Dalam kejadian kasus surat jalan palsu, Djoko Tjandra disangkakan melanggar Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP, Pasal 426 KUHP, dan Kausa 221 KUHP. Dia diancam aniaya lima tahun penjara.

Sedangkan, Brigjen Prasetijo disangkakan Pasal 263 Ayat 1 dan 2 KUHP jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1e KUHP, Kausa 426 KUHP, dan/atau Pasal 221 Ayat 1 dan 2 KUHP. Jenderal bintang satu itu diancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.

Sementara, Anita Kolopaking dijerat dengan Pasal 263 Bagian (2) KUHP terkait penggunaan surat palsu dan Pasal 223 KUHP tentang upaya membantu kaburnya tahanan.

KPK Periksa Istri Nurhadi Terkait Mobil Dipakai Dirut PT MIT Era Buron

0

Suara. com – Penyidik Upah Pemberantasan Korupsi atau KPK melakukan pemeriksaan terhadap istri terdakwa bekas Sekretaris MA Nurhadi, Tin Zuraida dalam kasus suap dan gratifikasi perkara di Mahkamah Agung (MA) tahun 2011-2016.

Tin dicecar penyidik antirasuah terkait sepengetahuannya mengenai mobil berplat nomor polisi ‘RFO’ yang digunakan Direktur Utama PT. Multicon Indra Jaya Terminal (MIT), Hiendra Soenjoto ketika sedang menjadi buronan KPK.

“Tin Zuraida terkait perizinan nomor polisi rahasia yang diduga digunakan oleh tersangka Hiendra Soenjoto pada saat pelarian (buron), ” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dikonfirmasi, Senin (16/11/2020).

Selain Tin, pemeriksa turut mendalami keterangan saksi asing yakni eks Ketua DPR RI Marzuki Ali. Ali ditelisik pemeriksa antirasuah mengenai namanya disebut -sebut oleh Hiendra dan kakak kandungnya dalam sebuah komunikasi.

Baca Juga: KPK Awasi Dana Bansos Covid-19 agar Tak Dipolitisasi saat Pilkada 2020

“Marzuki Alie (Mantan Ketua DPR RI) dikonfirmasi terkait dengan penyebutan nama yangbersangkutan dalam komunikasi percakapan antara simpulan HS (Hiendra Soenjoto) dengan Hengki Soebrata, ” ujar Ali.

Sebelumnya, KPK turut meringkus Hiendra terlibat menyuap eks petinggi MA, Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono. Sebelum tertangkap, nama Hiendra dimasukkan ke dalam daftar pekerjaan orang (DPO) sejak 11 Februari 2020 lalu.

KPK menangkap Hiendra saat sedang beruang di apartemen rekannya di zona BSD pada Kamis (28/10/2020) kemarin.

Setelah terperangkap, Hiendra ditahan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur. Namun, dikarenakan masih di pusat pandemi Covid-19, Hiendra menjalani isolasi mandiri selama 14 hari pada Rutan KPK Kavling C1.

Selama buron, KPK sudah menetapkan Hiendra sebagai tersangka bersama dua orang lainnya yang kini tengah menjalani proses persidangan, yaitu mantan sekretaris MA periode 2011-2016, Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono.

Baca Juga: Kasus Korupsi DAK, Pejabat Labuhanbatu Mengetengahkan Agusman Sinaga Ditahan KPK

Nurhadi dan menantunya telah terlebih dahulu ditangkap tim KPK di salah satu kediaman di Jakarta Selatan, Senin (1/6/2020).

Gambar Percakapan Mesum Diduga Habib Rizieq-Firza Husein Beredar Lagi

0

Suara. com – Sejumlah tangkapan layar chat mesum yang diduga antara Habib Rizieq Shihab dengan Firza Husein kembali beredar luas. Kali ini tahanan chat WhatsApp itu dikompilasi dalam sebuah video berdurasi 3. 40 detik.

Video itu kekinian beredar di media sosial maupun grup WhatsApp. Video itu diiringi dengan suara seorang perempuan yang menceritakan persoalan chat kotor antara dirinya dengan seorang dengan ia panggil habib.

Di beberapa detik, video tersebut juga turut menanyangkan sebesar foto wanita.

Sementara itu di twitter video itu turut diunggah akun @hayunala di 13 November 2020. Kekininan, datang dengan sore hari ini video tersebut sudah ditonton sebanyak 918.

Baca Serupa: Doni Monardo: Jika Kembali Langgar Protokol, Rizieq Didenda Dua Kali Lipat

“Ketika melihat Bibib ‘Porn Fugitive’ langsung membayangkan neng Firza Husein, ” tulis akun @hayunala.

Secara terpisah, Juru Bicara FPI Slamet Maarif ikut menyikapi beredarnya video tersebut. Slamet menodong pihak kepolisian untuk mengusut & menangkap penyebar video. Pasalnya, kata pendahuluan Slamet, kasus chat mesum diduga Rizieq sudah SP3.

“Polisi wajib tangkap tuh penyebar Video fitnah, karena kasus itu sudah SP3, ” kata Slamet dihubungi Suara. com, Minggu (15/11/2020) malam.

Diketahui, nama Firza Husein kembali ramai dikaitkan dengan kepulangan Habib Rizieq Shihab ke Indonesia. Siapa Firza Husein? Simak profilnya dalam keterangan berikut.

Tagar #ApaKabarFirzaHusein masuk dalam daftar trending topik di Twitter sejak Selasa (10/11/2020). Pantauan Suara. com, hingga terang hari tagar itu telah dipakai pada lebih dari 3 ribu cuitan warganet.

Baca Juga: Satgas Covid-19 Bagikan 20 Ribu Masker ke Rizieq, Doni Monardo Minta Maaf

Sosok Firza Husein pun balik dikaitkan dengan pulangnya Habib Rizieq ke tanah air. Hubungan keduanya kembali diungkit.

  • «
  • 1
  • 2
  • 3
  • »

Sibak MTQ Nasional Sumbar, Jokowi: Teladani Akhlak Nabi Muhammad

0

Suara. com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganjurkan umat Islam di Indonesia buat meneladani akhak Nabi Muhammad. Teriakan itu ia sampaikan dalam lektur saat resmi membuka MTQ Nasional Sumbar secara virtual, Sabtu (14/11/2020).

Musabaqah Tilawatil Alquran atau MTQ Nasional Sumbar merupakan gelaran yang 28 dan berlangsung di Kota Padang.

Jokowi menyebut bahwa penyelenggaraan MTQ merupakan wujud keinginan kuat untuk membumikan ajaran Alquran mengikuti menegakkan syiar Islam, untuk memperkokoh nilai-nilai agama dalam sendi-sendi kesibukan masyarakat dan berbangsa.

“Bagi kaum muslimin, Alquran ialah sumber petunjuk dan pedoman tumbuh yang aktual sepanjang masa berisi nilai-nilai luhur universal yang sejalan dengan fitrah manusia yang hanif. Alquran mengajak semua manusia untuk bekerja sama dalam ketakwaan dan kebaikan, ” kata Jokowi.

Baca Juga: Peserta MTQ 2020 Asal Riau Harus Tes Swab Covid 19 Dua Kala

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menuturkan, dalam mengamalkan ajaran Alquran, sudah sepatutnya kaum muslimin meneladan awak Nabi Muhammad SAW.

“Kita semua sebagai umatnya kudu meneladan kemuliaan akhlak Nabi Muhammad tersebut, ” ucap dia.

Dalam MTQ ini bakal tampil qari-qariah, hafiz-hafizah dan mufassir-mufassirah terbaik dari seluruh Indonesia. Jokowi memandang para peserta sebagai tingkatan muda yang siap berkompetisi secara sehat, berlomba meraih prestasi, beserta berkontribusi dalam membangun kualitas sumber daya umat yang unggul, kompetitif, dan berkarakter Islami sebagaimana adab Rasulullah.

“Dengan demikian, MTQ tidak semata-mata wahana untuk berlatih dan berlomba membaca Alquran tapi jalan untuk mengedukasi umat untuk semakin mencintai & membumikan Alquran, meningkatkan kesadaran mematuhi yang lebih humanis dan terkuak, dan yang juga sangat penting, sebagai bentuk dakwah untuk menyempurnakan akhlak kaum muslimin dan muslimat, ” kata Jokowi.

Kepala Negara meyakini bahwa dengan pemahaman keislaman yang semakin tertib, bukan hanya akan memperkuat tanda-tanda seorang muslim dan muslimah, tetapi juga akan memperkokoh semangat ukhuwah seperti diajarkan oleh Rasulullah SAW. baik ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, maupun ukhuwah insaniyah.

Baca Pula: Cegah Wabah menghadap MTQ, Ratusan Warga Tanjungpinang Menyimak Rapid Test

Patuh Jokowi, semangat persudaraan dan kepedulian terhadap sesama sebagaimana dicontohkan Rasul Muhammad SAW harus menjadi temperamen bangsa Indonesia di masa pandemi seperti sekarang ini.

KPAI Sayangkan Keterlibatan Anak Dalam Penyabutan Rizieq Shihab

0

Suara. com – Komisioner KPAI Bidang Hak Sipil & Partisipasi Anak Jasra Putra menyayangkan adanya keterlibatan anak dalam penyambutan kedatangan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dengan baru kembali dari Arab Saudi.

Pernyataan tersebut disampaikan lantaran banyak bukti visual dengan menunjukan anak yang diajak di agenda penyambutan tersebut.

“Sangat kita sayangkan kalau ada anak-anak yang terlibat. Beta juga lihat foto-foto apalagi jika anak itu sampai dibawa ke bandara, ” ujar Jasra di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (13/11/2020).

Pasalnya, penjemputan Rizieq Shihab masih dalam situasi pandemi Covid-19. Ia pun mengingatkan kalau anak -anak lebih rentan terpapar Covid-19.

Mengaji Juga: Cuek Penyambutan Habib Rizieq Langgar Prokes Covid-19, Anies Cari Aman?

“Tentu situasi Covid-19 ini kan larangan berkumpul dalam jumlah luhur ya. Apalagi Jakarta kan masih PSBB transisi ya. Tentu kita berharap ini menjadi prinsip yang harus sama. Karena sekali teristimewa keterpaparan anak pada Covid membangun datanya ada dan trennya kan naik, baik yang terpapar ataupun meninggal, ” ucap dia.

Jasra menuturkan seharusnya orang dewasa melindungi anak-anak dengan tak melibatkan atau mengajak anak menyambut kedatangan Rizieq.

Menurutnya, panitia penyambutan maupun pemerintah kawasan memiliki tanggung jawab dalam menyiasati perlindungan anak.

“Semua pihak harus bertanggung berat, baik itu penyelenggara penjemputan kekasih atau pemerintah daerah gitu ya untuk mengupayakan perlindungan anak. Karena ini tanggung jawab kita buat melindung anak-anak. Jadi kita kudu balik. Kita yang melindungi anak-anak, ” tutur Jasra.

Lebih lanjut, Jasra meminta buat selanjutnya semua pihak harus memajukan prinsip perlindungan anak, terlebih di masa pandemi Covid-19.

Baca Serupa: Fasilitas Bandara Rusak Imbas Penyambutan Habib Rizieq Shihab Pulang

“Siapapun dengan melibatkan dalam situasi kerumuman pada tengah pandemi Covid-19 ini tetap tidak kita rekomendasikan. Prinsip benar hidup adalah prinsip utama kalau dia sudah sakit-sakitan sampai katakanlah dengan covid dia meninggal. Tetap kita mengabaikan hak hidup bujang, ” katanya.

Bertentangan Unggah Video Kompilasi Kekerasan Petugas, Polri: Sangat Tendensi

0

Suara. com – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengunggah video kompilasi yang menampilkan beraneka macam bentuk kekerasan yang diluncurkan perseorangan anggota Polri terhadap demonstran menolak Omnibus Law – Undang-Undang Menjadikan Kerja.

Dalam gambar berdurasi 2 menit 23 denyut itu terlihat jelas beberapa perseorangan anggota Polri melakukan kekerasan kepada demonstran seperti menyeret, memukul, menendang, hingga menginjak-injak.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono menilai video yang diunggah Bertentangan sangat tendensius dan mendiskreditkan Polri.

Dia berdalih, bahwa situasi di lapangan tidak langsung seperti yang ada dalam unggahan video KontraS.

Baca Juga: Pria di Medan Dibakar saat Bermaksud Pulang ke Rumah, Diduga Karakter Diciduk

“Mohon maaf jika dalam video tersebut ada oknum yang sangat tendensius dengan Polri, dan tidak diketahui sah maksudnya apa. Namun yang terang dia memotong-motong kegiatan demo dengan ujung-ujungnya mendiskreditkan Polri, tindakan represif yang dilakukan Polri saat pelaksanaan demo, ” kata Awi dalam Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (12/11/2020).

Menurut Awi, tindakan represifitas yang dilakukan anggota Polri terhadap demonstran merupakan peristiwa panjang yang didasari adanya sebab dan akibat.

Dia lantas mengklaim, kalau anggota Polri melakukan tindakan represifitas itu berawal atas adanya aksi dorong-mendorong, lempar-lemparan hingga berujung perusuh.

“Sehingga petugas berupaya jangan sampai pada era polisi menangkap si pelaku terkena lemparan dari massa lainnya sehingga segera ditarik atau diangkat. Hal yang demikian merupakan proses, tengah yang dilihat dalam video merupakan yang dipotong-potong, ” katanya.

Kendati begitu, untuk kesekian kalinya Polri mengklaim akan menjadikan video tersebut sebagai bahan pertimbangan bagi anggotanya dalam mengamankan jalannya aksi demonstrasi.

Baca Juga: Umpat Polisi, Sebut Matikan Rejeki Orang, Pengamen di Cilegon Diamankan

Sehingga, diharapkan kedepannya seluruh anggota dapat mengarungi standar operasional prosedur (SOP) di dalam rangka mengamankan aksi demonstrasi.

Tanda Pramono Anung dan Marzuki Ali Disebut di Sidang Kasus Uang sogok Nurhadi

0

Suara. com – Nama Menteri Sekretariat Kabinet Pramono Anung & Marzuki Ali turut mencuat di dalam sidang dengan terdakwa eks Penulis Mahkamah Agung (MA) Nurhadi serta menantunya Rezky Herbiyono di Meja hijau Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Rabu (11/11/2020).

Fakta sidang itu terungkap, di kesaksian Komisaris PT. Multitrans Logistic Indonesia Hengky Soenjoto. Hengky adalah kakak kandung Heindra Soenjoto dengan menyuap Nurhadi dan Rezky.

Awalnya, Jaksa KPK membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) milik Hengky ketika kasus tersebut masih dalam penyidikan dilembaga antirasuah. Dimana, dalam BAP Hengky bahwa adik kandungnya itu pernah memiliki kedekatan dengan Marzuki Alie.

Kedekatan itu, setelah Hiendra pernah berperkara kasus di Polda Metro terkait perusahaannya PT. Multicon Indra Jaya Terminal (MIT) dengan Azhar Umar selaku Direktur Keuangan PT MIT.

Baca Juga: Minta Bayaran Tunai Ratusan Juta, Mantu Nurhadi Bisa Bantu Kasus pada Polisi

Dalam BAP itu, Hiendra meminta tolong kepada kakaknya agar Marzuki Alie serta Pramono Anung membantu Hiendra tidak dilakukan penahanan di Polda Metro.

“Awalnya antara Hiendra soenyoto dan Marzuki Ali benar dekat, tapi setelah Hiendra Soenjoto melawan Azhar Umar saya pernah dimintai tolong oleh Hiendra biar disampaikan ke Marzuki Ali supaya disampaikan ke Parmono Anung gajah sekretaris negara saat itu supaya penahanan Hiendra ditangguhkan, ” ucap Jaksa dalam membacakan BAP milik Hengky

“Hal tersebut disampaikan di kantor Hiendra dalam daerah Halim komplek pergudangan masa pertemuan pertama dengan marzuki ali namun pada saat itu Hiendra tidak bisa keluar tahanan serupa, ” Jaksa melanjutkan

Masih dalam BAP hak Hengky, ia masih diperintah sebab adiknya itu untuk menawarkan cesie atau surat pembayaran utang sebab UOB sebesar Rp 110 miliar.

Lantas, Hengky kendati disuruh meminta bantuan pembayaran pinjaman itu kepada Marzuki Ali.

Mengaji Juga: Bantahan Nurhadi Didakwa Terima Suap: Punya Usaha Walet Sejak 1981

“Imbalan nanti Marzuki Ali menyelap menggantikan Azhar Umar menjadi komisari PT MIT, ” kata Jaksa kembali membaca BAP

  • «
  • 1
  • 2
  • 3
  • »

Kejadian Positif Mingguan Naik, Satgas Covid-19: Perkembangan yang Kurang Baik

0

Suara. com – Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut kasus positif Covid-19 secara nasional dalam pekan ini mengalami peningkatan 8, 2 persen dibandingkan pekan lalu.

“Di minggu ini terlihat perkembangan kasus covid-19 pada tingkat nasional cenderung ke pedoman yang kurang baik dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Pada tingkat nasional di pekan ini terjadi peningkatan kasus positif sebesar 8, 2 persen, ” ujar Wiku di jumpa pers, Selasa (10/11/2020).

Ia prihatin secara perkembangan kasus Covid-19 pada pasar ini yang cenderung ke ajaran kurang baik, karena kasus meyakinkan mengalami peningkatan.

Logat dia, penambahan kasus positif harusnya terus menurun setiap minggu

Baca Juga: Kerumunan Sambut Rizieq, Negeri: Waspadai Bahaya Corona

“Ini adalah perkembangan ke pokok yang kurang baik karena kejadian positif mengalami peningkatan, ” tutur Wiku.

“Jangan sampai terlihat tren penurunan kasus dengan semu. Tren penurunan kasus Minggu lalu ternyata diakibatkan oleh testing yang juga menurun, ” sambungnya.

Karena itu peristiwa tersebut kata Wiku harus menjadi pembelajaran semua pihak baik dalam tingkat pusat atau di tingkat pemerintah daerah dalam menggencarkan 3T (Testing, Tracing dan Treatment).

“Hal ini menjadi pembelajaran bagi kita semua copot dari adanya masa libur pemerintah pusat dan daerah harus tetap menggencarkan 3 T bagi bangsa untuk melaksanakan protokol 3M, ” tutur Wiku.

Tidak hanya itu, Wiku mengapresiasi lima provinsi yang berhasil keluar dibanding lima besar kasus positif pada pekan ini.

Baca Juga: Menristek Ungkap Keunggulan Vaksin Merah Putih Dibanding Vaksin Negara Lain

Kelima provinsi tersebut yakni Sumatera Barat, kepulauan Riau, D. I Yogyakarta, Papua barat, dan Papua.

  • «
  • 1
  • 2
  • 3
  • »

Nilai Kesembuhan Pasien Corona di Nusantara Lebih dari 82 Persen

0

Suara. com – Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Reisa Brotoasmoro mengatakan jumlah kasus pasien Corona yang sehat dan selesai isolasi mencapai lebih dari 350 ribu kasus.

Angka kesembuhan pasien Corona di Indonesia atau recovery rate , kata Reisa, mencapai lebih dari 82 persen.

“Pemerintah berterimakasih kepada sekitar 29 ribu sinse, terdiri dari dokter umum & spesialis. Menurut data Kementerian Kesehatan tubuh, mereka bersama lebih dari 19. 600 orang relawan tenaga kesehatan, nusatara sehat, dan internship serta hampir 300 orang relawan pandai teknologi laboratorium medik, yang telah berjuang tanpa lelah di periode pandemi ini, ” ujar Reisa, Senin (9/11/2020).

Reisa mengharapkan semua pihak mempertahankan prestasi tersebut dengan cara kompak serta tidak menambahkan kasus positif Covid-19.

Baca Juga: Tambah 716 Orang, Total Pasien Positif Corona DKI Capai 112. 743 Kasus

Apalagi selain Covid-19, masih ada penyakit-penyakit lainnya di Nusantara yang membutuhkan penanganan serius daripada tenaga kesehatan.

Seolah-olah demam berdarah dengue (DBD), rabies, malaria, Avian flu, dan hepatitis.

Tak hanya tersebut, Reisa menambahkan, penyakit-penyakit tidak menular yang juga membutuhkan penanganan betul-betul seperti jantung, kanker, diabetes yang menjadi penyakit mematikan di tengah-tengah masyarakat.

“Bukan saja penyakit-penyakit ini sangat mendalam, pengobatannga juga mahal. Dan menjadikan hari produktif para pasien dan juga keluarga yang merawatnya, ” kata Reisa.

Tentang penyakit tidak menular, Reisa menjelaskan laporan data dari Kementerian Kesehatan tubuh terhadap pasien meninggal Covid-19 karena penyakit penyerta.

Baca Juga: Angka Kesembuhan Covid-19 Menyusun, Sumut Masuk Zona Orange

Diantaranya jantung koroner sejumlah 36, 9 persen, kanker sebesar 9, 7 persen, diabetes melitus (DM) dengan komplikasi sebesar 9, 3 persen dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) sebesar 2, 9 persen.

Sedia Balik ke Indonesia, Habib Rizieq Disebut-sebut Sudah Jalani Tes PCR

0

Suara. com kepala Pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab direncanakan bakal pulang ke Indonesia dalam 10 November mendatang. Rencana kepulangan tersebut menjadi sorotan karena dilakukan di tengah Pandemi Covid-19.

Kendati demikian, Sekretaris Ijmal FPI Munarman mengatakan, Rizieq sudah menjalani swab test pemeriksaan Corona. Pemeriksaan tersebut dilakukan di tempatnya sekarang tinggal sementara, Arab Saudi.

“Beliau test PCR di Saudi, ” perkataan Munarman saat dihubungi Suara. com, Minggu (8/11/2020).

Ia tak menyebutkan rincinya waktu pengoperasian Rizieq melakukan tes. Namun, ia menyatakan hasilnya negatif dan Rizieq sudah siap pulang ke Indonesia.

Baca Selalu: Habib Rizieq Mau Langsung Ditangkap Setibanya di Nusantara? Ini Kata Polri

“Alhamdulillah beliau sehat wal afiah, ” jelasnya.

Munarman menyebut, Tes Corona di Arab Saudi lebih terpercaya dibandingkan pada Jakarta.

Karena itu, menurutnya, masyarakat tak perlu kacau akan penularan corona sepulangnya Rizieq ke tanah air.

“Lebih terpercaya metode serta hasilnya di Saudi, ” katanya.

Sebelumnya, Pengacara Rizieq, Sugito Atmo Prawiro mengklaim kliennya sudah tidak memiliki kasus asas lagi di Indonesia. Semua keterangan yang membuatnya dipanggil aparat kepolisian sudah dihentikan.

Baca Juga: Pengacara Klaim Kasus-kasus yang Menjerat Rizieq Sudah Disetop Petugas

“Kan sudah enggak ada kasus hukum lagi, ” ujar Sugito saat dihubungi Suara. com, Minggu (8/11/2020).