Sedang Utang, DKI Minta Negeri Pusat Sediakan Lagi Hotel Jadi Tempat Isolasi

0
98

Suara. com – Pemprov DKI Jakarta meminta agar Pemerintah Pusat kembali menyimpan tempat isolasi di hotel. Kekinian kebijakan itu dihilangkan karena BNPB masih mempunyai utang kepada para pengusaha hotel.

Penulis Daerah Provinsi DKI Jakarta Marullah Matali mengatakan kebijaksanaan tersebut perlu dilakukan balik. Terlebih lagi angka penularan Covid-19 di ibu praja terus meroket sekarang tersebut.

“Jika memungkinkan, hotel untuk OTG dihidupkan kembali, dalam luar lokasi yang disiapkan pemerintah daerah. Ini masukan kami, ” ujar Marullah dalam tayangan Youtube Pusdalops BNPB, Senin (28/6/2021).

Sejumlah hotel dalam Jakarta sempat disulap maka tempat isolasi oleh BNPB. Namun dihentikan karena urusan pembiayaan.

Baca Juga: DKI Buka Donasi Perabotan Rusun, Uki: Digaji Rakyat kok Minta Sumbangan Rakyat?

Marullah menghargai kebijakan ini diperlukan buat menambah daya tampung penderita Covid-19.

“Beberapa waktu yang lalu ana mendapatkan bantuan seperti dibanding BNPB. Mudah-mudahan, pada kurun ke depan, sudah tersedia tambahan-tambahan hotel untuk ana melakukan isolasi mandiri bagi OTG, ” jelasnya.

Seiring dengan seruan menjadikan hotel kembali jadi tempat isolasi, pihaknya selalu berupayan menambahnya di tempat lain. Sejumlah Rumah Susun dan wisma telah dipilih untuk menjadi tempat isolasi terkendali sementara.

“Fasilitas isolasi di Rusun Nagrak dan Pasar Rumput dapat segera dikelola dalam satu kendali bersama RSDC Wisma Olahragawan. Mudah-mudahan, isolasi di ke-2 rusun dapat dikelola selalu dengan baik, ” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Petaka (BNPB) telah memutus pembiayaan kepada sejumlah hotel di DKI yang awalnya diperuntukan sebagai tempat isolasi anak obat Covid-19. Namun tak hanya disetop, ternyata BNPB serupa memiliki utang kepada sebesar hotel di ibu tanah air.

Baca Juga: Pasien Membludak, Bed Isolasi RS Covid-19 Jakarta Sisa 7 Persen, ICU 13 Persen

Hal ini diakui sebab Pelaksana tugas (Plt) Tempat Penanganan Darurat BNPB, Dody Ruswandi. Ia menyebut pihaknya masih memiliki utang sebesar Rp140 miliar kepada 36 hotel isolasi Covid-19 pada Jakarta.

“Kita masih ngutang sama hotel itu. (Biaya isolasi) khusus DKI untuk hotel Rp200. 711. 910. 000 serta baru kita bayar talangan Rp60 miliar, ” perkataan Doddy saat dikonfirmasi, Kamis (10/6/2021).

Karena memiliki utang inilah, pihaknya menyetop pembiayaan untuk isolasi pasien Covid-19 di hotel. Doddy menyebut ini ialah keputusan mendesak yang perlu diambil mengingat kondisi sekarang.

“Kalau diteruskan, kasihan hotelnya karena belum kita bayar semua. Selama ini kan pakai anggaran BNPB, cuma kita kehabisan kemarin. Jadi kita kerap, kita bilang coba (pembiayaan) sampai 15 Juni, ” jelasnya.

Lamun demikian, ia menyebut pihaknya masih mencoba mempertimbangkan melanjutkan kembali pembiayaan di Kementerian Keuangan. Namun sekarang tersebut ia masih akan menyelesaikan utang tersebut.

“Mungkin (biaya isolasi) bisa ditanggung negeri daerah dulu karena kita masih mengusulkan (anggaran) ke kemenkeu. Nanti kalau sudah turun dari Kemenkeu, jika memang (hotel isolasi) dibutuhkan, bisa diusulkan lagi, ” pungkasnya.