Polri Mesti Usut Kasus Peretasan Novel, SAFEnet: Jangan Sejumlah Hal Biasa

0
65

Suara. com porakporanda Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) mendesak Polri supaya mengusut serangan peretasan yang dialami sejumlah aktivis antikorupsi sampai dengan penyidik senior KPK Novel Baswedan. Polri diminta proaktif usut kasus tersebut.

“Tentu saja muara yang menyesatkan penting dari ini seluruh jadi saya belum kata soal siapa pelaku serta lain sebagainya, tetapi muara yang kami inginkan ialah pengungkapan siapa pelaku dan penegakkan hukum terhadap pelaku. Idealnya yang melakukan ini adalah polisi, ” sekapur Koordinator SAFEnet, Damar Juniarto saat dihubungi Suara. com, Jumat (21/5/2021).

Damar mendahulukan, kalau Polri kali itu harus bersikap proaktif turun tangan mengusut kasus peretasan tersebut. Pasalnya, selama itu penanganan kasus peretasan selalu tak jelas seperti peristiwa peretasan yang dialami media Tirto dan Tempo.

“Karena kalau ini tidak kunjung terungkap yang saya khawatirkan normalisasi sungguh dianggap normal-normal aja. Ada serangan kayak gini tuh dianggap hal biasa, ” tuturnya.

Baca Juga: Sejumlah Aktivis hingga Roman Diretas, SAFEnet: Ini Gempuran Terarah

Menurutnya, jika kasus peretasan dengan menimpa para aktivis mematok pegawai dan mantan arahan KPK didiamkan, justru akan merugikan demokrasi.

“Membuat tidak bisa menyelenggarakan fungsi kontrol terhadap pemerintah terhadap kebijakan, ” tandasnya.

Akun Novel Diretas

Sebelumnya, Novel mengaku jika akun Telegram pribadinya telah dibajak, Kamis malam.

Pengakuan itu disampaikan Novel melalui akun Twitter-nya, @nazaqistsha.

Baca Juga: Tak Cuma Novel, Akun WhatsApp Eks Jubir KPK Febri Diansyah Ikut Diretas

Lewat cuitannya itu, Novel mengaku tak lagi bisa mengakses akun Telegramnya sejak pukul 20. 22 WIB.