Satgas Covid-19: Pemudik Nekat Jadi Beban Berat Buat Pemerintah

0
134

Suara. com – Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pemudik nekat jadi menjadi beban berat untuk pemerintah.

Wiku menyebut pemerintah sudah melarang mudik pada 6-17 Mei 2021 lalu memperketat jalur mudik pada 22 April-24 Mei 2021, hal ini wajib dipatuhi seluruh penduduk.

“Tapi rupanya dengan pengetatan itu secara nasional beberapa tempat tertentu ternyata terjadi juga orang yang memanfaatkan persyaratannya tapi prinsipnya mudik, ini akan menjadi ganjalan pemerintah daerah, ” kata Wiku dalam jumpa pers virtual, Kamis (6/5/2021).

Menurut Wiku, larangan mudik lebaran yang diatur dalam Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 dibuat demi keselamatan dan kesehatan masyarakat di tengah lonjakan kasus pandemi Covid-19 yg terjadi secara global.

Baca Juga: Penyekatan di GT Tol Cikarang Barat Macet, Pemeriksaan Dihentikan Sementara

“Lonjakan orang yang datang akan meningkatkan potensi penularan, karena jamaah yang datang ini harusnya memahami kondisinya, belum tentu setiap daerah mempunyai kesiapan yang sama dalam menerima para orang yang mudik ini, ” ucapnya.

Meski begitu, Wiku menyebut orang yang berangkat mudik pada masa larangan mudik yang dimulai hari ini mulai terlihat menurun karena pembatasan di lapangan semakin diperketat.

“Dan masuk periode larangan 6-17 Mei ini pantauan kami melihat orang yang memaksakan mudik menurun, mereka sudah memaksakan mudik sebelum tanggal 6 Mei, ” jelasnya.

Berikut aturan ZE Satgas terkait larangan mudik lebaran:

The. Setiap pelaku perjalanan di dalam negeri selama H-14 peniadaan mudik (22 April — 5 Mei 2021) serta H+7 peniadaan mudik (18 – 24 Mei 2021) wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut:

Baca Juga: Viral! Imigrasi Akui 85 Warga The far east ke Indonesia saat Larangan Pegangan

one. Penumpang pesawat domestik serta kereta api; wajib menunjukkan surat negatif Covid-19 melalui tes swab PCR atau rapid tes antigen yang berlaku 1×24 jam, atau hasil negatif tes GeNose C19 secara langsung di Bandara atau Stasiun sebelum keberangkatan, serta mengisi e-HAC Indonesia.

2. Penumpang transportasi laut lalu penyeberangan laut; wajib menunjukkan surat negatif Covid-19 melalui tes swab PCR atau rapid tes antigen yg berlaku 1×24 jam, atau hasil negatif tes GeNose secara langsung di Bandara sebelum keberangkatan, serta memasukan e-HAC Indonesia.

3. Penumpang transportasi umum dan kendaraan pribadi maka akan diperiksa surat negatif Covid-19 di tengah perjalanan, andai tidak ada maka diterapkan tes antigen atau GeNose C19 acak oleh petugas di lapangan.

B. Perjalanan pada masa larangan mudik 6-17 Mei 2021 hanya diizinkan bagi kendaraan pelayanan distribusi logistik dan pelaku perjalanan oleh keperluan mendesak atau non-mudik dengan mengantongi Surat Izin Keluar Masuk.

Mereka yang harus mengantongi izin SIKM antara lain, aksi perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit atau duka, ibu hamil dan satu pendampingnya, persalinan dan dua pendampingnya.