CEK FAKTA: Prabowo Sebut Peluru kendali China Penyebab KRI Nanggala-402 Tenggelam?

0
299

Suara. com awut-awutan Beredar riwayat yang menyebutkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyebut peluru kendali China sebagai penyebab tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402.

Riwayat tersebut dimuat oleh kanal YouTube Warung Politik. Akun tersebut mengunggah video berjudul ‘ Berita Terbaru – Menhan Bongkar Motor Hilangnya Kapal Nanggala 402 – News Terkini Prabowo Subianto’ dengan dipublikasi pada 24 April 2021.

Pada gambar thumbnail video tersebut, terdapat riwayat sebagai berikut:

Akhirnya terbuka!!! Rudal Maut China Hilangkan Kapal Nanggala 402 Prabowo Tak Terima Serbv Pesawat China “.

Baca Juga: CEK BAHAN: Benarkah KRI Nanggala 402 Tenggelam Ditembak Rudal Prancis?

Benarkah permintaan tersebut?

Fakta Prabowo ucap rudal maut penyebab KRI Nanggala 402 tenggelam (turnbackhoax. id)

Penjelasan

Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax. id — jaringan Suara. com, Rabu (28/4/2021), permintaan yang menyebutkan Prabowo ungkap rudal China penyebab tenggelamnya KRI Nanggala 402 adalah klaim yang salah.

Dikutip dari Tempo, dalam gambar yang diunggah oleh terusan tersebut, pernyataan Prabowo terdapat pada menit 5: 15 yang dibacakan oleh narator.

Tidak tersedia pernyataan yang disampaikan sebab Prabowo bahwa rudal pokok China C802 sebagai pasal hilangnya KRI Nanggala 402.

Baca Juga: CEK FAKTA: SBY Janji Jadikan Indonesia Negeri Maju Jika Masuk Pemerintahan?

Prabowo cuma menyebut hilangnya KRI Nanggala 402 merupakjan bukti sulitnya perjuangan menjaga NKRI.

Catatan Sidang pengarang:
Artikel ini merupakan periode dari konten Cek Tanda Suara. com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak wajib menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih tersedia potensi salah informasi). Bertambah lengkap mengenai konten Melihat Fakta bisa dibaca dalam laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom ucapan di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara. com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara. com.