Gedung Capitol AS Diserang, Pelaku Diduga Pengikut NOI

0
85

Suara. possuindo – Kecelakaan dan penembakan terjadi pada pos pemeriksaan keamanan dekat Capitol AS pada hari Jumat (02/04) siang. Serangan itu terjadi sekitar 91 meter dari pintu masuk gedung di sisi Senat Capitol.

Seorang saksi mata, Pendeta Meat Mahoney, mengatakan bahwa dia sedang menyelesaikan kebaktian Jumat Agung di dekat TKP ketika mendengar tiga tembakan.

Menyadur ABC11 Sabtu (03/04), pelaku penyerangan menabrakkan mobil ke arah dua polisi yang sedang berjaga-jaga di luar Gedung Capitol.

Pengemudi mobil tersebut muncul dengan pisau di tangannya dan mulai berlari ke arah petugas, kata Penjabat Kepala Kepolisian Capitol Yogananda Pittman pada wartawan

Baca Juga: Pejabat Tingkatkan Keamanan Capitol Sejak Teori Konspirasi 4 Maret Meluas

Pihak berwenang menembak tersangka, yang kemudian meninggal di rumah sakit. Seorang petugas Kepolisian Capitol, William “Billy” Evans, juga tewas dalam aksi ini.

“Saya hanya meminta agar masyarakat terus menjaga Kepolisian Capitol AS lalu keluarganya dalam doa-doa Anda, ” kata Pittman.

“Ini merupakan waktu yang sangat sulit bagi Polisi Capitol AS sesudah peristiwa 6 Januari dan sekarang peristiwa yang terjadi di sini hari ini. ”

Pihak berwenang mengatakan tidak ada ancaman berkelanjutan, tapi Capitol AS diisolasi untuk sementara waktu sebagai tindakan pencegahan. Juga tidak dijelaskan, apakah ini berkaitan dengan kerusuhan 6 Januari.

Kepolisian mengidentifikasi tersangka sebagai Noah Green yang berusia 25 tahun. Penyelidik sedang menggali latar belakangnya dan memeriksa apakah dia memiliki riwayat kesehatan mental atau tidak.

Baca Juga: Detik-detik Kerusuhan Gedung Capitol Terungkap, Detailnya Bikin Merinding

Green menggambarkan dirinya sebagai pengikut Nation of Islam dan pendirinya, Louis Farrakhan. Ia bicara tentang mengalami masa sulit dan bersandar pada keyakinannya, menurut pesan terbaru yg telah dihapus.

“Sejujurnya beberapa tahun terakhir ini sulit, dan beberapa bulan terakhir ini lebih sulit. Saya telah dicoba dengan beberapa ujian terbesar dan tak terbayangkan di dalam hidup saya, ” tulisnya.

“Saat terkait saya menganggur setelah saya meninggalkan pekerjaan saya sebagian karena kesengsaraan, tetapi dalam akhirnya, untuk mencari perjalanan spiritual. ”