4 Bulan jadi Buronan KPK, Nurhadi Ngaku Cuma Hidup di Rumah Bareng Menantu

0
183

Perkataan. com – Eks Sekretaris Mahkamah Terkenal (MA) Nurhadi mengaku semasa empat bulan menjadi buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ia hanya bersembunyi dirumah pribadinya di Kediri, Jawa Tengah.

Pengesahan itu disampaikan Nurhadi saat menjalani sidang sebagai terdakwa dalam kasus suap serta gratifikasi sejumlah perkara dalam Mahkamah Agung (MA) yang digelar di Pengadilan Aksi Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Jumat (26/2/2021).

Dalam konvensi, Jaksa KPK awalnya mengenai soal Nurhadi dan menantunya Rezky yang telah berkedudukan tersangka oleh KPK pada 6 Desember 2019. Kemudian, Jaksa KPK menanyakan pada Nurhadi terkait kapan nama dirinya dan menantu hadir dalamDaftar Pencarian Orang (DPO) di KPK.

“13 Februari 2020 (ditetapkan DPO oleh KPK), ” jawab Nurhadi dalam sesi.

Baca Juga: Peristiwa Nurhadi, Ahli: Tugas Carik MA Urus Administrasi, Tidak Peradilan

Jaksa KPK pun kembali meminang lokasi persembunyian Nurhadi dan Rezky selama empat kamar menjadi buronan.

“Pada waktu empat kamar anda DPO, itu ke mana saja? ” tanya Jaksa

Mengindahkan pertanyaan Jaksa, terdakwa Nurhadi pun menjawab hanya pada satu tempat selama menjelma buronan KPK.

“Hanya dalam satu tempat. Di panti saya di Kediri. Aku hanya berdua sama Rezky, ” jawab Nurhadi

Tak puas secara jawaban itu, Jaksa KPK kembali mencecar Nurhadi, apakah ada tempat persembunyian lainnya selama buron.

Menyuarakan Juga: Dibongkar Penyidik di Sidang, Muda Penyuap Nurhadi Pernah Pindah BAP di KPK

“Enggak ada, ” timpal Nurhadi.