KPK: Edhy Prabowo Langgar Prosedur Zaman Kunjungan Online

0
191

Suara. com – Eks Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo dianggap melanggar prosedur saat melakukan kunjungan online dari Vila Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri menyebut Edhy menodong kunjungan online untuk menghubungi keluarganya pada Senin (1/2/2021) lalu. Lantas petugas Rutan KPK pun mengizinkan Edhy.

“Sebagaimana tercatat dan mendapatkan izin oleh pihak Rutan KPK untuk melaksanakan kunjungan online adalah keluarga inti dari tersangka EP (Edhy Prabowo), ” kata Ali dikonfirmasi, Rabu (24/2/2021).

Ali mengucapkan ternyata ada pihak selain tanggungan Edhy yang turut ikut dalam kunjungan online. Sehingga, petugas rutan KPK pun melakukan pengecekan.

Baca Juga: Terkuak! Edhy Prabowo Disebut Perintahkan Beli Sepeda Rp168 Juta

“Pihak yang turut hadir dalam kunjungan online dimaksud ternyata tidak tercatat dan tercatat sebagai bagian dari pihak suku tersangka, ” ujarnya.

Atas peristiwa itu, kata Ali, pihak rutan KPK tentu bakal lebih selektif dan aktif memeriksa pelaksanaan kunjungan online bagi para-para tahanan di Rutan KPK.

Sebagaimana diketahui, Edhy dijerat KPK dalam kasus suap persetujuan ekspor benih Lobster di Departemen Kelautan dan Perikanan di Tarikh 2020. Dalam kasus ini, KPK menemukan adanya dugaan bahwa Edhy memakai uang izin ekspor benih lobster untuk kebutuhan pribadinya.

Salah satu yang diungkap KPK, untuk membeli kira-kira unit mobil. Kemudian, adanya penyewaan apartemen untuk sejumlah pihak.

Adapula, uang suap itu juga digunakan Edhy untuk pembelian minuman beralkohol jenis Wine. Lalu, memakai uang suap lobster buat membeli sejumlah bidang tanah.

Membaca Juga: Akui Terima Uang Titipan Suharjito, Stafsus Edhy Prabowo: Gak Tahu Berapa

KPK pun kini sedang membuka peluang Edhy Prabowo bakal dijerat dengan pasal tindak kejahatan pencucian uang (TPPU). Selain, kejadian suap yang kini telah menipu Edhy.