Soal Penolak Vaksin, Wagub DKI: Kalau Masih Ngeyel, Tentu Diberi Sanksi

0
283

Suara. com berantakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria menegaskan hukuman bagi penolak vaksin Covid-19 lestari diperlakukan.

“Bagi yang menolak sesuai ketentuan peraturan serta perda DKI Jakarta diberikan sanksi denda Rp 5 juta, ” tegas Riza kepada wartawan pada Jakarta, Rabu (18/2/2021).

Namun Riza menjelaskan, pra sanksi yang diberikan, pihaknya bertambah dahulu melakukan pendekatan lewat bujukan dan edukasi, dengan memanggil bahan penerima vaksin.

“Kalau memang setelah sedemikian upaya yang dilakukan masih ngeyel, tidak tersedia kesadaran, ya tentu kita kudu beri sanksi, ” tegasnya.

Baca Juga: Sebut Vaksinasi Bagi yang Mau Saja, Anies: Wong Jumlahnya Terbatas

Meski serupa itu, orang nomor dua di DKI Jakarta ini tetap berharap masyarakat Ibu Kota bersedia untuk divaksinasi Covid-19.

“Mudah-mudahan, tidak langsung dipidana dan diberi hukuman, kita harus cari tahu zaman alasan kenapa menolak, ” prawacana Riza.

Diketahui, program vaksinasi Covid-19 telah dilaksanakan pada Pasar Tanah Abang, Jakarta Induk, Rabu (18/2/2021). Namun, jelang pelaksaanannya, masih ada sejumlah pedagang dengan menolak vaksin.

Seperti salah satunya pedagang pada Blok A Pasar Tanah Abang, berinisial R mengaku takut buat disuntik vaksin.

“Memang tidak, (alasannya) takut gitu, ” kata R kepada Suara. com, Selasa (16/2/2021).

Baca Juga: Wakil Rakyat dan Pejabat akan Divaksin Covid Tahap 2, Totalnya 20. 761 Orang

Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu, sebelumnya mengatakan, pedagang termasuk di dalam kelompok profesi yang sangat hati duka terpapar covid-19 dalam kegiatan sehari-hari di pasar, sehingga harus cepat divaksin.