China Tes Covid-19 Lewat Dubur, Warganya Mengaku Khawatir dan Sangat Borok

0
545

Suara. com kepala Otoritas kesehatan China melakukan pelacakan Covid-19 kepada warganya dengan metode yang baru yakni tes swab melalui dubur, sebanyak warga mengaku malu saat dites.

Menyadur The Sun , Jumat (29/1/2021) sejumlah dokter di China mengklaim prosedur invasif tersebut bisa bertambah efektif dalam mendeteksi virus daripada swab lewat hidung.

China, negara pertama kala virus corona ditemukan lebih dari setahun yang lalu, saat itu mengalami lonjakan kasus terburuk sejak bulan Maret.

Wabah telah menyebabkan banyak kota pada bagian utara negara itu ditutup, setelah dua kasus virus varian Inggris dilaporkan ditemukan.

Baca Juga: Kementerian Pertahanan China: Dukung Independensi Taiwan Berarti Perang

Hal tersebut membuat otoritas kudu meluncurkan pengujian massal dengan para-para pejabat Beijing menargetkan lebih daripada dua juta orang dalam 48 jam.

Sampai saat ini orang telah diuji dengan kaidah usap tenggorokan dan hidung, serta tes antibodi. Tapi sejumlah masyarakat diketahui dites menggunakan asam nukleat rektal, lapor media China.

Lebih Akurat

Pakar kesehatan mengatakan kepada media pemerintah China CCTV bahwa tes swab melalui dubur lebih akurat dalam mendeteksi Covid-19.

Para pakar mengklaim jejak virus bisa bertahan lebih lama di anus daripada di saluran pernapasan.

Baca Juga: Dinilai Lebih Akurat, China Lakukan Anal Swab untuk Tes Covid-19

Tes itu dilakukan dengan memasukkan alat belai sekitar 3-5 cm ke pada rektum dan diputar beberapa kala. Sama halnya dengan metode indra, alat usap akan dilepas dan ditempatkan ke dalam wadah sampel.

Seluruh prosedur dikatakan memakan waktu sekitar 10 denyut, menurut Komisi Kesehatan Nasional China.

Li Tongzeng, pengantara direktur yang bertanggung jawab atas penyakit menular di Rumah Kecil You’an Beijing, mengatakan kepada angkasawan CCTV : “Sejak dimulainya wabah virus Corona, awak telah menguji virus tersebut terutama menggunakan usap tenggorokan.

“Dalam beberapa kasus tanpa fakta atau pada individu dengan isyarat ringan, mereka cenderung sembuh dibanding penyakit dengan sangat cepat. Jadi saja tidak akan ada alur virus di tenggorokan mereka setelah tiga hingga lima hari.

“Apa yang kami temukan adalah bahwa pada beberapa pasien yang terinfeksi, virus corona bertahan lebih lama di saluran pencernaan atau kotoran mereka daripada di saluran pernapasan mereka. ” ungkap Li Tongzeng.

Wabah Lokal

China dilaporkan mulai memakai metode tersebut setelah seorang bocah lelaki berusia sembilan tahun dites tanpa gejala positif Covid-19 minggu lalu.

Lebih sejak 1. 200 siswa di sekolahnya di distrik selatan Daxing diuji dengan metode swab melalui dubur tersebut, menurut laporan Global Times.

Sejumlah warga yang sudah merasakan tes swab Covid-19 melalui dubur membagikan pengalamannya di platform media sosial Weibo, Twitter versi China.

“Sangat beruntung aku kembali ke China lebih pokok, ” tulis seorang pengguna.

“Sedikit sakit, tetapi agaknya sangat malu, ” kata warganet yang lain sembari menggunakan emotikon tertawa.

Orang lain yang telah menjalani prosedur menimpali dengan humor.

“Saya telah melakukan dua elusan anal, setiap kali saya melakukannya, saya harus melakukan usap tenggorokan setelahnya – saya sangat bimbang perawat akan lupa menggunakan kendaraan usap baru, ” canda seorang pengguna Weibo.

CCTV mengatakan pada hari Minggu tes swab dubur tidak akan dimanfaatkan seluas metode lain, karena metode itu membuat “tidak nyaman”.

China telah memberlakukan persyaratan yang lebih ketat pada kedatangan internasional dalam upaya untuk menggembala transmisi domestik mendekati nol.

China juga memperketat pembatasan di dalam negeri, Beijing mengumumkan kalau orang-orang dari daerah berisiko membuang atau tinggi dilarang masuk tanah air mulai Kamis untuk mengurangi risiko penularan virus selama Tahun Gres Imlek.

Sementara tersebut, turis yang datang harus membuktikan hasil tes negatif dan karantina setidaknya selama 14 hari pada hotel yang ditunjuk.

Hingga Rabu, China telah mengadukan total 89. 272 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi. Korban tewas dalam negara itu naik satu menjadi 4. 636 setelah adanya peristiwa kematian pada hari Senin.