Suku dan Polisi Beda Kesaksian perkara Pekerja Tambang Tewas Tertimpa Sundal

0
423

Suara. com – Keterangan polisi dan keluarga korban berbeda terkait tewasnya pekerja tambang di Bukit Berlanjut Giri Kecamatan Merawang Kabupaten Uzur.

ZA (32) saudari ipar Risdianto (32) mengatakan, ada dua alat berat atau PC sedang beroperasi di atas bukit sebelum batu mengelinding dan menimpa korban.

Barang apa yang dikatakan pihak keluarga objek bertolak belakang dengan keterangan petugas kepada awak media, Kamis (21/1/2021), kemarin.

“Ada PC. Ade saksi, banyak seperadik (saudara) kami yang tahu. Penuh seperadik kami tahu saksi [ada] bang, ” ujar ZA saat ditemui Bahana. com , dirumah duka Kampung Kimak Kecamatan Merawang, Jumat (22/1/2021).

Baca Pula: Pekerja Tambang Timah Ilegal Bukit Sambung Giri Mati Tertimpa Batu

ZA menceritakan pada saat pristiwa nahas terjadi dia dan beberapa pihak keluarga sedang berada dilokasi perkara. Saat itu ZA melihat langsung detik-detik batu besar mengelinding & menimpa korban di dalam lubang camoy.

“PC warna kuning keduanya bewarna kuning. PC itu posisinya satu sebelah sini, satu lagi sebelah sini, ” kata ZA menerangkan.

“Batu itu terguling, bukan aku sendiri yang melihat tapi banyak saksi speradik kami yang tau, ” tambahnya.

Sementara Yusuf, kakak kandung target mengaku kaget saat mendapat informasi bahwa tidak ada alat berat dilokasi saat adiknya tewas tertimpa batu dari atas bukit. Yusuf dengan tegas mengatakan informasi itu tidak benar.

“Kenapa informasi tidak sama dengan perihal. Disana ada alat berat, tapi kenapa dibilang tidak ada. Mohon informasi ini diluruskan, jangan sampai kami dari pihak keluarga terpukul untuk kedua kalinya dengan perkara ini, ” kata Yusuf.

Mengaji Juga: Korupsi Pasir Timah, 3 Mantan Pejabat PT Timah Ditetapkan Tersangka

Dia meminta kepada awak jalan juga melakukan konfirmasi kepada bagian keluarga korban agar tidak memperoleh informasi sepihak terkait meninggalnya target.

  • «
  • 1
  • 2
  • 3
  • »