Innalillahi… Korban Gempa Sulbar Bertambah Menjelma 56 Orang

0
139

Suara. com – Target jiwa akibat gempa Magnitudo enam, 2 di Sulawesi Barat (Sulbar) bertambah menjadi 56 orang. Situasi ini disampaikan
Kepala Induk Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati.

“Sebanyak 47 orang meninggal dunia dalam Kabupaten Mamuju dan sembilan orang di Kabupaten Majene, ” sebutan Raditya melalui siaran pers, dilansir laman Antara , Minggu (17/1/2021).

Selain itu, terdapat 637 target luka di Kabupaten Mejene secara perincian 12 orang luka mengandung, 200 orang luka sedang, serta 425 orang luka ringan. Dalam Kabupaten Memuju, 189 orang merasai luka berat dan menjalani rawat inap.

Menurut Tengah Pengendali Operasi BNPB, sebagian daerah di Kabupaten Mamuju sudah dapat dialiri listrik dan sebagian lainnya masih gangguan. Di Kabupaten Majene, aliran listrik baru menyala pada sebagian wilayah.

Baca Juga: Dirikan Dua Posko, Kemendikbud Turunkan Awak untuk Bantu Korban Gempa Sulbar

Raditya mengatakan, Awak Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene, BPBD Kabupaten Mamuju, serta BPBD Kabupaten Polewali Mandar masih melakukan pendataan dan mendirikan tempat pengungsian.

Pihak BPBD pun melakukan koordinasi dengan TNI/Polri, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) atau Basarnas, relawan, serta instansi terkait dalam upaya membongkar-bongkar korban terdampak gempa.

“Jalur darat yang menghubungkan Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju kembali pulih dan dapat dilalui instrumen Sabtu (16/1) sore, ” jelasnya.

Jalur itu kembali dibuka setelah Komandan Kodim 1401/Majene Letkol Inf Yudi Rombe dari Komando Daerah Militer (Kodam) XIV/Hasanuddin menugaskan Batalyon Zeni Menyerang (Yonzipur) 8/SMG mengerahkan alat mengandung.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan gempa susulan masih mungkin terjadi. Di dalam Sabtu (16/1) pukul 06. 32 WIB telah terjadi gempa terusan dengan Magnitudo 5, 0 dalam Kabupaten Majene.

Baca Juga: Tiba di Makassar, Puluhan Pengungsi Gempa Sulbar Langsung Dibawa Keluarga

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang & selalu waspada terkait potensi gempa susulan dengan kekuatan yang kaya.

“Selalu ikuti keterangan resmi dan tidak mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya. Masyarakat diimbau tidak percaya berita bohong atau hoaks mengenai perkiraan dan ramalan gempa yang mau terjadi dengan kekuatan lebih mulia ddan akan terjadi tsunami, ” tutur Raditya.

BNPB mengimbau masyarakat yang tinggal pada kawasan perbukitan dengan tebing curam untuk waspada terhadap longsoran dan reruntuhan batu. Masyarakat yang status di kawasan pantai atau pesisir diminta selalu waspada dan lekas menjauhi pantai bila merasakan gempa susulan.

“Masyarakat serupa dapat mengikuti perkembangan informasi kegempaan melalui BMKG dan portal InaRisk untuk mengetahui potensi risiko kesengsaraan yang ada disekitar tempat susunan, ” katanya.