Lakon Nabi Musa dan Raja Firaun yang Kejam

0
334

Pandangan. com – Sejarah Nabi Musa AS telah diabadikan di dalam Al-Qur’an. Nama Rasul Musa di Al-Qur’an disebutkan sebesar 136 kali.

Berdasarkan perjalanan Nabi Musa, pada belakangan diketahui bahwa Allah SWT tak menyukai perbuatan sewenang-wenang ataupun yang menganiaya orang lain. Itulah sebabnya satu diantara perintah Allah SWT kepada Nabi Musa adalah untuk melayani Raja yang berkuasa pada zaman itu, yaitu Firaun.

Nabi Musa AS merupakan salah satu nabi dan rasul dengan dikarunia mukjizat yang luar piawai oleh Allah SWT. Nabi Musa merupakan rasul ulul azmi dan termasuk dalam satu dari empat Rasul yang dikaruniai kitab, yaitu teks Taurat.

Sejarah Nabi Musa AS

Baca Juga: Kisah Nabi Ibrahim lantaran Kecil hingga Melawan Raja Namrud

Nabi Musa diperintah Allah SWT untuk menyelamatkan kaumnya dari kekafiran. Nabi Musa juga diutus untuk menyadarkan penguasa Mesir saat itu, yaitu Raja Firaun yang menganggap dirinya sebagai tuhan.

Sebab, kesombongan & kekejaman Raja Firaun itu membina masyarakat Mesir takut dan bertekuk lutut kepadanya. Raja Firaun juga tidak segan membunuh bayi laki-laki karena dianggap akan mengganggu kerajaannya.

Dalam Al-Qur’an, sewaktu budak, Nabi Musa sengaja dihanyutkan sebab ibunya di Sungai Nil biar tidak dibunuh oleh bala prajurit dan pengawal Raja Firaun. Kegiatan ibu Nabi Musa pada zaman itu karena mendapatkan ilham sebab Allah SWT.

Kemudian di hilir sungai, pedusi Raja Firaun justru menemukan Musa yang bersih dan bercahaya, berarakan dipungut oleh keluarga Firaun.

Nabi Musa tumbuh menjelma sosok yang cerdas dan pandai yang sempurna. Nabi Musa dewasa merantau meninggalkan Mesir menuju Madyan, dan di sana, dirinya bersemuka dengan Nabi Syu’aib AS berantakan menikah dengan satu diantara anaknya.

Mengucapkan Juga: Artefak Mesir yang Lama Hilang Ditemukan pada Dalam Kotak Cerutu

Setelah 10 tahun tinggal di Madyan, Nabi Musa dan istrinya meminta izin kepada Nabi Syu’aib untuk kembali ke Mesir. Pada dalam perjalanan menuju Mesir, Rasul Musa melihat sinar yang menyala di Bukit Sinai. Di wadah itulah Nabi Musa menerima wahyu pertama kali dari Allah SWT.