Hassan Wirajuda Award 2020, Perlindungan WNI Masa Pandemi Makin Berat

0
89

Suara. com – Perlindungan WNI di sungguh negeri menghadapi tantangan berat pada masa pandemi covid-19. Bila semasa ini nature perlindungan sudah berat, seperti kasus ketenagakerjaan, imigrasi, pidana, perdata dan lainnya, saat zaman pandemi bertambah komplek dengan permasalahan berat dan berisiko tinggi.

Seperti evakuasi WNI dari zona merah, repatriasi Jamaah Tabliq, penyelamatan ribuan ABK hingga penyaluran bantuan ke WNI di bermacam-macam pelosok dunia.

“Tantangan pandemi menunjukkan ketangguhan instrumen diplomasi perlindungan Indonesia. Para duta tidak ada yang absen. Segenap staf perwakilan di luar kampung bertaruh nyawa masuk zona merah, membuka akses transportasi untuk menyelamatkan WNI kita di luar daerah, ” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada acara pemberian Hassan Wirajuda Perlindungan WNI Award (HWPA) yang dilaksanakan pada 18 Desember 2020.

Datang dengan 18 Desember 2020, tercatat sebanyak 2. 283 WNI di luar negeri terpapar COVID-19, 1. 562 orang telah dinyatakan sehat, dan 161 orang meninggal dunia. Jumlah kasus WNI di asing negeri yang ditangani oleh Kementerian Luar Negeri pada tahun ini mencapai 43. 000 kasus. Menyusun secara signifikan dari tahun 2019, yang mencatat adanya 24. 465 kasus.

Baca Juga: 23 Pribadi dan Lembaga Terima HWPA 2020, Upaya Negara Hadir Melindungi WNI

Terdapat sejumlah urusan penting pelindungan yang berhasil dilaksanakan oleh Kementerian Luar Negeri di masa pandemi COVID-19, yaitu terdistribusikannya lebih dari 500. 000 paket bantuan untuk WNI di seluruh dunia; fasilitasi pemulangan 26. 791 ABK Indonesia ke Indonesia; serta pemulangan 1. 114 orang WNI anggota Jamaah Tabligh dari 13 negara ke Indonesia.

Menghadapi pandemi yang melanda segenap dunia, Menlu Retno Marsudi mengatakan, kompleksitas tantangan yang ditimbulkan sebab pembatasan pergerakan dan resiko kesehatan dan keselamatan, tidak menyurutkan usaha seluruh elemen diplomasi Indonesia, jalan di pusat maupun di Agen untuk tetap hadir melindungi, jelasnya Retno.

Pada jalan HWPA 2020 yang diselenggarakan dengan hybrid ini, Menlu Rento menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para penggiat pelindungan dan pemangku hajat atas peran, pengabdian serta kerja keras yang telah dilakukan di dalam memberikan pelindungan kepada WNI di luar negeri.

Menlu Retno menyampaikan 3 kejadian penting terkait langkah pelindungan yang dilakukan oleh Pemerintah selama pandemi

Pertama, pandemi itu menciptakan situasi yang unprecedented untuk upaya pelindungan WNI. Menlu mendahulukan bahwa situasi di lapangan semasa masa pandemi sangatlah kompleks yang mana terdapat keterbatasan mobilitas yang tidak jarang mengancam keselamatan jiwa.

Membaca Juga: Tim Wasit HWPA 2019 Verifikasi Pelayanan Jemaah KJRI Hongkong

“Disaat pemerintah dihadapkan dengan lonjakan urusan positif terhadap WNI kita… di waktu yang sama, kasus-kasus non-COVID seperti kentenagakerjaan, keimigrasian, kasus kejahatan dan perdata juga tetap harus ditangani” tegas Menlu Rento.

Kedua, tantangan pandemi COVID-19 telah menunjukan ketangguhan mesin pelindungan di seluruh perwakilan RI. Menlu menegaskan bahwa meskipun dalam situasi sulit, tidak ada satupun Cabang RI yang absen menangani kejadian WNI.

Dalam hal ini, Pemerintah melalui Perwakilan RI tidak segan-segan untuk menyingsingkan lengan baju untuk dapat membantu WNI yang terdampak COVID-19, bahkan maka masuk ke zona merah. Tumpuan diberikan berupa paket bantuan sembako serta fasilitas repratiasi dan evakuasi.

Ketiga, Menlu Retno memberikan pandangan dan proyeksi kecakapan pelindungan ke depan. “Kita masih perlu mengantisipasi bahwa COVID-19 belum sepenuhnya hilang di tahun-tahun mendatang” ujar beliau. Untuk itu, Kemlu berkomitmen mendorong pengembangan Sistem Pelindungan WNI yang dapat beradaptasi sesuai kebutuhan dan tantangan pada masanya.

Dalam kesempatan itu pula, Menlu menyampaikan akan memajukan kapasitas dan kesiapan Pemerintah khususnya untuk merespon kebutuhan WNI dalam luar negeri seperti penguatan arah sumber daya dan pendataan mengikuti pemanfaatan teknologi digital.