Pedusi Dilepas Lagi, Menteri Edhy Prabowo dan 6 Lainnya jadi Tersangka KPK

0
384

Suara. com – Komisi Pemberantasan Korupsu resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka suap terpaut izin tambak, usahan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020.

Politikus Gerindra itu ditetapkan tersangka setelah terjaring operasi tangkap tangan bersama 17 orang lainnya termasuk istri Edhy, Iis Rosita Buah hati. Namun dalam penetapan tersangka Hidup Eddy, dilepaskan dan tidak dijadikan tersangka.

Adapun tersangka lainnya yang ditetapkan KPK di antaranya yakni staf khusus Menteri KKP, Syafri, Andreu Pribadi Misata, pengurus PT ACK Siswadi, staf istri Menteri KKP Ainul Faqih, dan Amril Mukminin jadi penerima suap.

Sedangkan sebagai tersangka pemberi suap merupakan Suharjito yang merupakan Direktur PT DPP.

Mengucapkan Juga: Diborgol serta Pakai Rompi KPK, Edhy Prabowo Sempat Menoleh ke Awak Media

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengenakan baju tahanan bergegas mencuaikan ruang konferensi pers seusai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (25/11/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

“Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan dan sebelum batas masa 24 jam sebagaimana diatur di KUHAP, dilanjutkan dengan gelar kejadian, KPK menyimpulkan adanya dugaan aksi pidana korupsi berupa penerimaan ganjaran atau janji oleh Penyelenggara Negara terkait dengan perizinan tambak, daya dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tarikh 2020. KPK menetapkan 7 orang tersangka, ” kata Wakil Pemimpin KPK Nawawi Pomolango, dalam konferensi Pers di Gedung KPK Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/11/2020).

Kelima tesangka penerima uang sogok disangkakan melanggar Pasal 12 bagian (1) huruf an atau b atau Pasal 11 Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana sudah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Penyidik KPK menunjukkan barang bahan saat menggelar konferensi pers terkait penahanan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (25/11/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Buat penerima suap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf an atau b atau Pasal 13 Peraturan nomor 31 tahun 1999 sama dengan telah diubah dengan Undang-Undang cetakan 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Perkara 55 ayat (1) ke satu KUHP juncto Pasal 64 bagian (1) KUHP.

Seperti diketahui, Edhy ditangkap KPK setelah kepulangannya dari Kota Honolulu, Amerika Serikat. Ia ditangkap untuk dugaan korupsi ekspor benih lobster yang tengah aktif dijalankan oleh kementerian KKP.

Di dalam penangkapan itu, KPK turut menyita sejumlah barang bukti berupa kartu debit ATM yang diduga terpaut dalam dugaan korupsi ekspor baka lobster di lingkungan Kementerian KKP.

Baca Juga: Selain Tampil Pakai Rompi Tahanan, KPK Borgol Tangan Menteri Edhy Prabowo

Adapun total dengan sempat diamankan oleh KPK berjumlah 17 orang. Selain Edhy & Istri, aa sejumlah pihak daripada Kementerian KKP dan pihak swasta.