Bertentangan Unggah Video Kompilasi Kekerasan Petugas, Polri: Sangat Tendensi

0
48

Suara. com – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengunggah video kompilasi yang menampilkan beraneka macam bentuk kekerasan yang diluncurkan perseorangan anggota Polri terhadap demonstran menolak Omnibus Law – Undang-Undang Menjadikan Kerja.

Dalam gambar berdurasi 2 menit 23 denyut itu terlihat jelas beberapa perseorangan anggota Polri melakukan kekerasan kepada demonstran seperti menyeret, memukul, menendang, hingga menginjak-injak.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono menilai video yang diunggah Bertentangan sangat tendensius dan mendiskreditkan Polri.

Dia berdalih, bahwa situasi di lapangan tidak langsung seperti yang ada dalam unggahan video KontraS.

Baca Juga: Pria di Medan Dibakar saat Bermaksud Pulang ke Rumah, Diduga Karakter Diciduk

“Mohon maaf jika dalam video tersebut ada oknum yang sangat tendensius dengan Polri, dan tidak diketahui sah maksudnya apa. Namun yang terang dia memotong-motong kegiatan demo dengan ujung-ujungnya mendiskreditkan Polri, tindakan represif yang dilakukan Polri saat pelaksanaan demo, ” kata Awi dalam Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (12/11/2020).

Menurut Awi, tindakan represifitas yang dilakukan anggota Polri terhadap demonstran merupakan peristiwa panjang yang didasari adanya sebab dan akibat.

Dia lantas mengklaim, kalau anggota Polri melakukan tindakan represifitas itu berawal atas adanya aksi dorong-mendorong, lempar-lemparan hingga berujung perusuh.

“Sehingga petugas berupaya jangan sampai pada era polisi menangkap si pelaku terkena lemparan dari massa lainnya sehingga segera ditarik atau diangkat. Hal yang demikian merupakan proses, tengah yang dilihat dalam video merupakan yang dipotong-potong, ” katanya.

Kendati begitu, untuk kesekian kalinya Polri mengklaim akan menjadikan video tersebut sebagai bahan pertimbangan bagi anggotanya dalam mengamankan jalannya aksi demonstrasi.

Baca Juga: Umpat Polisi, Sebut Matikan Rejeki Orang, Pengamen di Cilegon Diamankan

Sehingga, diharapkan kedepannya seluruh anggota dapat mengarungi standar operasional prosedur (SOP) di dalam rangka mengamankan aksi demonstrasi.