Tanda Pramono Anung dan Marzuki Ali Disebut di Sidang Kasus Uang sogok Nurhadi

0
58

Suara. com – Nama Menteri Sekretariat Kabinet Pramono Anung & Marzuki Ali turut mencuat di dalam sidang dengan terdakwa eks Penulis Mahkamah Agung (MA) Nurhadi serta menantunya Rezky Herbiyono di Meja hijau Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Rabu (11/11/2020).

Fakta sidang itu terungkap, di kesaksian Komisaris PT. Multitrans Logistic Indonesia Hengky Soenjoto. Hengky adalah kakak kandung Heindra Soenjoto dengan menyuap Nurhadi dan Rezky.

Awalnya, Jaksa KPK membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) milik Hengky ketika kasus tersebut masih dalam penyidikan dilembaga antirasuah. Dimana, dalam BAP Hengky bahwa adik kandungnya itu pernah memiliki kedekatan dengan Marzuki Alie.

Kedekatan itu, setelah Hiendra pernah berperkara kasus di Polda Metro terkait perusahaannya PT. Multicon Indra Jaya Terminal (MIT) dengan Azhar Umar selaku Direktur Keuangan PT MIT.

Baca Juga: Minta Bayaran Tunai Ratusan Juta, Mantu Nurhadi Bisa Bantu Kasus pada Polisi

Dalam BAP itu, Hiendra meminta tolong kepada kakaknya agar Marzuki Alie serta Pramono Anung membantu Hiendra tidak dilakukan penahanan di Polda Metro.

“Awalnya antara Hiendra soenyoto dan Marzuki Ali benar dekat, tapi setelah Hiendra Soenjoto melawan Azhar Umar saya pernah dimintai tolong oleh Hiendra biar disampaikan ke Marzuki Ali supaya disampaikan ke Parmono Anung gajah sekretaris negara saat itu supaya penahanan Hiendra ditangguhkan, ” ucap Jaksa dalam membacakan BAP milik Hengky

“Hal tersebut disampaikan di kantor Hiendra dalam daerah Halim komplek pergudangan masa pertemuan pertama dengan marzuki ali namun pada saat itu Hiendra tidak bisa keluar tahanan serupa, ” Jaksa melanjutkan

Masih dalam BAP hak Hengky, ia masih diperintah sebab adiknya itu untuk menawarkan cesie atau surat pembayaran utang sebab UOB sebesar Rp 110 miliar.

Lantas, Hengky kendati disuruh meminta bantuan pembayaran pinjaman itu kepada Marzuki Ali.

Mengaji Juga: Bantahan Nurhadi Didakwa Terima Suap: Punya Usaha Walet Sejak 1981

“Imbalan nanti Marzuki Ali menyelap menggantikan Azhar Umar menjadi komisari PT MIT, ” kata Jaksa kembali membaca BAP

  • «
  • 1
  • 2
  • 3
  • »